CANBERRA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Australia memberikan pembelaan tegas atas kebijakan larangan media sosial anak hari Sabtu ini.
Evaluasi Regulator dan Tingkat Pelanggaran
Lembaga regulator eSafety merilis hasil evaluasi terbaru.
Delapan dari sepuluh remaja masih menggunakan media sosial secara aktif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penggunaan media sosial anak usia 10 hingga 15 tahun tetap tinggi pada Maret.
Tingkat penggunaan tersebut menyamai angka sebelum aturan berlaku pada 10 Desember lalu.
Kesadaran orang tua terhadap kebiasaan digital anak justru mengalami penurunan.
Pembelaan Asisten Menteri Andrew Leigh
Asisten Menteri Andrew Leigh menyampaikan argumen pemerintah secara terbuka.
Leigh menilai kebijakan ini berhasil mengubah diskusi nasional di tingkat keluarga.
Penyedia platform digital telah menutup jutaan akun anak hingga saat ini.
Ia membandingkan kebijakan ini dengan aturan batas usia minum alkohol.
Pemerintah tidak pernah menargetkan tingkat kepatuhan sempurna 100 persen.
Namun negara tetap membutuhkan hukum tertulis demi melindungi kesehatan mental anak.
Pengetatan Sanksi Denda Perusahaan Teknologi
Kebijakan Australia ini menarik perhatian luas dari berbagai negara dunia.
Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat gencar melayangkan kritik keras.
Pemerintahan Partai Buruh merancang pengetatan pengawasan secara menyeluruh.
Pemerintah menggandakan sanksi denda maksimal bagi perusahaan teknologi yang membiarkan anak mengakses platform.
Negara terus memperkuat penegakan hukum digital demi keselamatan generasi muda.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













