Gerhana Matahari Total Di Spanyol Jadi Lahan Riset

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Para ilmuwan bersiap memanfaatkan gerhana matahari total di Spanyol untuk meneliti korona dan badai matahari. Dok: Istimewa.

Para ilmuwan bersiap memanfaatkan gerhana matahari total di Spanyol untuk meneliti korona dan badai matahari. Dok: Istimewa.

Riset Korona Dan Sejarah Sains Gerhana Di Spanyol

MADRID, POSNEWS.CO.ID – Para astronom siap mengamati gerhana matahari total di Spanyol utara. Bulan akan menutupi seluruh piringan matahari pada 12 Agustus 2026. Selanjutnya, peristiwa alam ini berlangsung selama 100 detik. Para ahli memanfaatkan momen langka ini untuk meneliti lapisan korona. Selain itu, astrofisikawan Allan Sacha Brun fokus menganalisis lonjakan suhu korona. Suhu lapisan luar tersebut mencapai dua juta derajat Celsius.

Baca Juga :  Catatan Harian Nenek Moyang Memprediksi Kiamat Iklim

Sejarah mencatat peran penting gerhana matahari dalam memicu lompatan ilmu pengetahuan. Astronom Arthur Eddington membuktikan teori relativitas Albert Einstein pada gerhana tahun 1919. Momen tersebut membuktikan efek pembelokan cahaya akibat gravitasi benda langit. Oleh karena itu, tim peneliti modern ingin mengulang keberhasilan riset masa lalu. Sementara itu, para ahli mengamati atmosfer matahari tanpa gangguan silau fotosfer.

Misi ESA Dan Prediksi Cuaca Ekstrem Matahari

Badan Antariksa Eropa (ESA) mengerahkan satelit Solar Orbiter untuk merekam data angin matahari. Direktur Sains ESA Carole Mundell mengkaji mekanisme perambatan badai matahari. Selain itu, badai matahari dapat merusak satelit dan mengganggu sinyal komunikasi Bumi. Peneliti Miho Janvier menguji validitas model prediksi cuaca antariksa milik timnya. Oleh karena itu, ESA merancang simulasi gerhana buatan melalui misi Proba-3.

Selanjutnya, para ilmuwan mengembangkan misi MESOM untuk mengejar bayangan bulan. Fisikawan Lucie Green menegaskan keindahan gerhana total terus menginspirasi dunia sains. Akibatnya, riset antariksa terus menghasilkan inovasi teknologi baru bagi manusia. Puncak siklus matahari ke-25 sendiri telah berlangsung sejak tahun 2024. Namun, ancaman lontaran plasma matahari tetap mengintai pertahanan magnetik Bumi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Netanyahu Tolak Tarik Pasukan Dari Gaza Sebelum Hamas
Qatar Klaim Perundingan AS-Iran Kemajuan Pesat
Kebakaran Hutan Hebat Terjang Spokane Washington
Polisi Selidiki Motif Penembakan di Restoran In-N-Out Idaho
Capital One Ungkap Alasan Penutupan Rekening Trump
Pejabat Board of Peace Temui Netanyahu Bahas Pelucutan
25 Negara Bagian Gugat Pemerintahan Trump Akibat Kebijakan Tarif
Trump Kritik Jaksa Jeanine Pirro Soal Kasus Kolam Lincoln

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Netanyahu Tolak Tarik Pasukan Dari Gaza Sebelum Hamas

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:04 WIB

Qatar Klaim Perundingan AS-Iran Kemajuan Pesat

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:01 WIB

Gerhana Matahari Total Di Spanyol Jadi Lahan Riset

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Kebakaran Hutan Hebat Terjang Spokane Washington

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Polisi Selidiki Motif Penembakan di Restoran In-N-Out Idaho

Berita Terbaru

PM Israel Benjamin Netanyahu menolak menarik pasukan dari Gaza sebelum Hamas melucuti seluruh senjata di tengah penemuan ratusan jenazah korban perang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Netanyahu Tolak Tarik Pasukan Dari Gaza Sebelum Hamas

Kamis, 6 Agu 2026 - 08:00 WIB

Mediasi Qatar mendorong kemajuan perundingan AS-Iran hingga menekan harga minyak dunia di tengah ancaman krisis Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Qatar Klaim Perundingan AS-Iran Kemajuan Pesat

Kamis, 6 Agu 2026 - 07:04 WIB