POSNEWS.CO.ID, DALLAS — Kondisi pasar GPU saat ini sudah tidak normal lagi. Beberapa tahun lalu, mendapatkan kartu grafis di harga MSRP merupakan hal yang wajar.
Kini, membeli GPU sesuai harga peluncuran lebih dari setahun setelah rilis justru terasa seperti event spesial. Situasi ini terlihat jelas di QuakeCon 2026.
NVIDIA menjual sejumlah RTX 50 Series di harga normal pada acara tersebut. Langkah ini pun berubah menjadi atraksi yang menyedot perhatian pengunjung booth mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Harga MSRP Kembali Hadir di QuakeCon 2026
NVIDIA membagikan kabar ini lewat blog resminya. Perusahaan membuka kesempatan bagi gamer membeli varian Founders Edition RTX 50 Series dengan harga MSRP sebelum kenaikan berlaku.
Pada kesempatan ini, NVIDIA menawarkan GeForce RTX 5090 seharga US$1.999. RTX 5080 mengikuti dengan harga US$999, RTX 5070 Ti US$749, dan RTX 5070 US$549.
Harga pasar saat ini jauh lebih tinggi dibanding penawaran tersebut. Kondisi ini terutama muncul setelah NVIDIA kembali menaikkan harga GPU mereka belakangan ini.
Banyak pihak memperkirakan penawaran harga normal ini akan membanjiri booth NVIDIA dengan pengunjung selama QuakeCon 2026 berlangsung.
RTX 50 Series Masih Jadi Buruan Gamer
Situasi ini semakin menarik karena seri RTX 50 yang meluncur awal 2025 masih menjadi incaran gamer PC hingga kini. Tom’s Hardware mencatat harga pasar RTX 5090 mencapai sekitar US$4.381.
Angka tersebut lebih dari dua kali lipat MSRP resmi sebesar US$1.999. RTX 5070 Ti pun tercatat berada di kisaran US$989, jauh di atas MSRP US$749.
Gambaran Jauhnya Pasar GPU dari Kondisi Normal
Bagi gamer PC, kondisi ini memperlihatkan betapa jauhnya pasar GPU saat ini dari situasi normal. Harga kartu grafis yang melambung tinggi membuat sebagian besar gamer tidak lagi mampu membelinya.
Langkah NVIDIA di QuakeCon 2026 pun berubah menjadi semacam event langka. Gamer harus berjuang keras memperebutkan penawaran ini demi tidak menguras tabungan mereka.
Kenaikan Harga Turut Melanda Produsen GPU Global
Pabrikan kartu grafis sendiri memang sudah menaikkan harga produknya, terutama untuk nama besar kelas global. Kenaikan ini bermula dari pasar China dan Jepang.
Gigabyte, ASUS, dan MSI turut menaikkan harga produk mereka pada rentang 20 hingga 30 persen dari harga sebelumnya. Kondisi ini semakin memperkuat gambaran krisis harga GPU yang tengah berlangsung.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













