Ukraina dan Rusia Saling Tuduh Serangan Mematikan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ukraina dan Rusia saling tuduh melancarkan serangan mematikan pada Minggu, sementara Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut Moskow mengancam. Dok: Istimewa.

Ukraina dan Rusia saling tuduh melancarkan serangan mematikan pada Minggu, sementara Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut Moskow mengancam. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, KYIV — Ukraina dan Rusia saling menuduh melancarkan serangan mematikan pada Minggu. Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut Moskow tengah mengancam ketahanan pangan dunia lewat serangan ke pelabuhan laut Odesa.

Korban Jiwa di Kharkiv dan Belgorod

Tiga orang tewas dan 37 lainnya luka-luka di Kharkiv, Ukraina timur. Sebuah gedung apartemen bertingkat di kota itu terkena serangan langsung.

Sementara itu, otoritas Belgorod, Rusia, melaporkan lima orang tewas dan 25 lainnya luka-luka. Mereka menyebut serangan drone Ukraina sebagai penyebabnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Serangan ke Pelabuhan Odesa

Zelenskyy menyatakan pelabuhan laut Odesa mengalami kerusakan akibat serangan tersebut. Otoritas setempat melaporkan puluhan drone dan rudal menghantam kota pesisir selatan itu, melukai belasan orang.

Baca Juga :  Tragedi Hanukkah Sydney: Keluarga Terdakwa Naveed Akram Mohon Gag Order Akibat Ancaman Maut

“Dengan cara ini, Rusia berperang melawan ketahanan pangan dunia,” kata Zelenskyy. Pelabuhan Odesa merupakan urat nadi bagi ekspor pertanian Ukraina dalam skala besar.

Ia menambahkan bahwa Rusia turut menyerang sembilan wilayah Ukraina lainnya pada Minggu. Rusia memang gencar membombardir Odesa dalam upaya memutus akses Ukraina ke Laut Hitam.

Ihor, warga lokal berusia 67 tahun yang apartemennya nyaris hancur, menggambarkan situasi tersebut. “Semua orang yang tinggal di Odesa tahu bahwa target paling umum berada di sekitar area pelabuhan,” ujarnya.

Ukraina Balas Serang Kapal Tanker Rusia

Ukraina berupaya mengganggu pendapatan Rusia dari pembiayaan perang. Negara itu mengklaim kembali menyerang tiga kapal tanker minyak dan kargo Rusia di Laut Hitam pada Minggu.

Kedua belah pihak kini melancarkan kampanye lebih luas terhadap jalur logistik masing-masing. Gudang e-commerce di kedua negara serta stasiun bahan bakar Ukraina menjadi sasaran serangan berat selama musim panas.

Baca Juga :  Peringatan 250 Tahun Amerika: Trump Naik Kereta Freedom

Perusahaan minyak dan gas negara Ukraina, Naftogaz, melaporkan serangan terhadap fasilitasnya meningkat signifikan dalam tiga hari terakhir. Fasilitas ekstraksi minyak turut terkena serangan pada malam hari.

Pemadaman Listrik Melanda Odesa

Kementerian Energi Ukraina melaporkan Rusia menyerang fasilitas kelistrikan di wilayah Odesa. Serangan ini menyebabkan sebagian besar penduduk kota pelabuhan tersebut kehilangan listrik semalaman.

Kementerian menambahkan bahwa pasokan listrik telah pulih bagi 90.000 pelanggan. Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pihaknya menyerang fasilitas penyimpanan bahan bakar yang menurut mereka digunakan untuk kepentingan militer Ukraina di pelabuhan Odesa dan Chornomorsk.

Paus Leo Kembali Serukan Penghentian Perang

Di Vatikan, Paus Leo pada Minggu kembali menyerukan penghentian perang yang telah berlangsung 4,5 tahun ini. Ia menyampaikan seruan tersebut di hadapan umat yang berkumpul untuk doa Angelus.

“Insiden tragis terus bertambah, menyebabkan jumlah korban sipil yang terus meningkat, termasuk anak-anak,” kata Paus Leo.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kesepakatan Oman soal Selat Hormuz Memasuki Tahap Akhir
Eropa Barat Catat Juni-Juli Terpanas Sepanjang Sejarah
Observatorium Chilbolton Pantau Sampah Antariksa
Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman
PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit
Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk
Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Ukraina dan Rusia Saling Tuduh Serangan Mematikan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Kesepakatan Oman soal Selat Hormuz Memasuki Tahap Akhir

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Eropa Barat Catat Juni-Juli Terpanas Sepanjang Sejarah

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Observatorium Chilbolton Pantau Sampah Antariksa

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman

Berita Terbaru

Ukraina dan Rusia saling tuduh melancarkan serangan mematikan pada Minggu, sementara Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut Moskow mengancam. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ukraina dan Rusia Saling Tuduh Serangan Mematikan

Selasa, 11 Agu 2026 - 15:08 WIB

Presiden AS Donald Trump menuntut Iran membayar kompensasi atas korban jiwa akibat perang, serangan, dan aksi protes, langkah yang berpotensi mempersulit upaya pembukaan kembali Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kesepakatan Oman soal Selat Hormuz Memasuki Tahap Akhir

Selasa, 11 Agu 2026 - 14:00 WIB

Eropa Barat mengalami periode Juni-Juli terpanas yang pernah tercatat akibat perubahan iklim, memicu gelombang panas, kekeringan, dan kebakaran hutan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Eropa Barat Catat Juni-Juli Terpanas Sepanjang Sejarah

Selasa, 11 Agu 2026 - 13:48 WIB