Trump Tepis Kekhawatiran soal Kondisi Kesehatan Mental

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Donald Trump menepis kekhawatiran soal kondisi hidup dan kesehatan mental awak kapal induk USS Abraham Lincoln. Dok: Istimewa.

Presiden Donald Trump menepis kekhawatiran soal kondisi hidup dan kesehatan mental awak kapal induk USS Abraham Lincoln. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON — Presiden Donald Trump menepis kekhawatiran pada Jumat soal kondisi hidup dan kesehatan mental awak kapal induk AS yang bertugas melawan Iran. Ia sekaligus mengonfirmasi kapal tersebut akan segera dirotasi.

Trump Bantah Kekhawatiran Keluarga Awak

Wartawan bertanya kepada Trump apakah keluarga prajurit mengkhawatirkan situasi di USS Abraham Lincoln. Trump menjawab tegas bahwa mereka tidak khawatir.

Trump juga menolak anggapan bahwa kapal yang kini memasuki bulan kesembilan penugasannya di laut itu telah bertugas terlalu lama. Ia menegaskan penugasan tersebut bahkan belum cukup lama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konfirmasi Rotasi Kapal Induk

Trump mengonfirmasi laporan bahwa kapal tersebut akan segera digantikan kapal induk lain. Situasi ini terjadi di tengah kebuntuan Amerika Serikat dengan Iran soal kendali Selat Hormuz dan program nuklir negara tersebut.

Baca Juga :  Suriah Membara Lagi: Tentara Pemerintah Rebut Tabqa, Pasukan Kurdi Terusir

“Kapal itu sedang bergerak sekarang atau akan segera bergerak, dan akan digantikan kapal lain yang sangat serupa,” kata Trump.

Laporan Kondisi Memburuk dari Keluarga Awak

Media AS, termasuk publikasi militer khusus, mengutip pernyataan sejumlah kerabat awak kapal yang menyebut kondisi hidup di Lincoln telah memburuk. Sejumlah laporan juga mengungkap beberapa upaya bunuh diri di kapal tersebut.

Anggota parlemen Demokrat mendesak penyelidikan atas situasi ini. Kapal bertenaga nuklir raksasa itu berangkat dari California pada November 2025 untuk bertugas di Laut China Selatan, sebelum otoritas mengalihkannya ke Timur Tengah menjelang serangan AS-Israel terhadap Iran yang dimulai 28 Februari.

Standar Penugasan Ideal Kapal Induk

Jonathan Schroden, kepala peneliti di Center for Naval Analyses, menyampaikan kepada AFP bahwa kelompok tempur kapal induk umumnya dirancang untuk penugasan enam bulan. Ia menyebut kesejahteraan pelaut sebagai salah satu alasan utama standar tersebut.

Liputan media atas keluhan keluarga awak menciptakan front baru yang tidak diinginkan bagi Trump dalam upayanya menjual perang yang sudah tidak populer ini.

Baca Juga :  Mesir Harap Kebijakan Ekspor Satu Pintu CPO Berjalan Mulus

Dampak Politik bagi Trump

Trump meraih kemenangan mengejutkan pada masa jabatan kedua tahun 2024, sebagian berkat janjinya untuk tidak melibatkan Amerika Serikat dalam “perang tanpa akhir” di Timur Tengah. Konflik ini justru turut menyeret turun angka popularitasnya dalam jajak pendapat.

Detail Insiden yang Terungkap

Di antara detail yang mengkhawatirkan dari kesaksian keluarga pelaut, dua orang dilaporkan mencoba melompat ke laut. Militer AS mengonfirmasi seorang pelaut yang jatuh ke laut pada 3 Agustus berhasil diselamatkan.

Seorang pejabat AS membantah adanya masalah kesehatan mental yang signifikan. Ia menegaskan pihaknya tidak mengamati peningkatan pikiran atau upaya bunuh diri di kapal tersebut.

Dukungan Kesehatan Mental yang Tersedia

Pejabat tersebut menambahkan bahwa USS Abraham Lincoln memiliki lima pendeta, satu psikolog, satu pekerja sosial, seorang koordinator pencegahan, serta seekor anjing bernama CAPT Fathom untuk mendukung moral dan kesejahteraan emosional awak kapal.

Ia menegaskan beradaptasi dengan kehidupan di laut memang bisa sulit, sehingga pihaknya terus mempelajari cara menyediakan sumber daya dan membantu para pelaut menghadapi masa transisi tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Ancam Jadikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS
Gedung Putih Ungkap Kerugian Pajak Rp310-425 Triliun
USS George Washington Menuju Timur Tengah di Tengah
Lebih dari 110.000 Warga Kanada Tanda Tangani Petisi
Iran Klaim Kendali Penuh atas Selat Hormuz, Bantah Klaim Trump
Korea Utara Ancam Gunakan Hak Bela Diri, Kecam Latihan Militer
Nigel Farage Menang Kembali Kursi Parlemen
2,4 Juta Anak Perempuan Afghanistan Kehilangan Pendidikan

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Trump Tepis Kekhawatiran soal Kondisi Kesehatan Mental

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:08 WIB

Trump Ancam Jadikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Gedung Putih Ungkap Kerugian Pajak Rp310-425 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:00 WIB

USS George Washington Menuju Timur Tengah di Tengah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Lebih dari 110.000 Warga Kanada Tanda Tangani Petisi

Berita Terbaru

Presiden Donald Trump menepis kekhawatiran soal kondisi hidup dan kesehatan mental awak kapal induk USS Abraham Lincoln. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Tepis Kekhawatiran soal Kondisi Kesehatan Mental

Sabtu, 15 Agu 2026 - 13:19 WIB

Presiden AS Donald Trump mengancam akan segera menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Ancam Jadikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS

Sabtu, 15 Agu 2026 - 11:08 WIB

Warga mengevakuasi korban dari reruntuhan rumah akibat gempa M 7,7 di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. (Posnews/REUTRES)

DAERAH

Gempa NTT M 7,7, Ibu dan 2 Anak Tewas Tertimbun Rumah

Sabtu, 15 Agu 2026 - 10:32 WIB

Gempa Bumi, BMKG, Flores, Nusa Tenggara Timur, Tsunami, Bencana Alam. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Perairan Indonesia Timur

Sabtu, 15 Agu 2026 - 10:00 WIB

Qualcomm mengumumkan spesifikasi lengkap Snapdragon C untuk laptop entry-level mulai harga USD 300. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Qualcomm Snapdragon C Resmi Diumumkan untuk Laptop

Sabtu, 15 Agu 2026 - 09:00 WIB