1.000 Ton Beras Indonesia Diekspor ke Malaysia

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama General Manager Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd, Jumaat bin Ibrahim. (Posnews/Kementan)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama General Manager Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd, Jumaat bin Ibrahim. (Posnews/Kementan)

Setelah berhasil menjaga ketahanan pangan nasional, Indonesia kembali menorehkan langkah besar dengan mengekspor 1.000 ton beras premium ke Malaysia. Pengiriman perdana ini menjadi simbol kebangkitan pertanian nasional sekaligus membuka peluang pasar bernilai triliunan rupiah.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Indonesia kembali menunjukkan kekuatan sektor pangannya. Pemerintah resmi membuka kembali ekspor beras setelah memastikan stok nasional berada dalam kondisi aman.

Pengiriman perdana 1.000 ton beras premium ditujukan ke Sarawak, Malaysia, sebagai tahap awal pembukaan pasar ekspor.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia kini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga siap bersaing di pasar internasional.

“Dulu kita pernah ekspor ke Palestina dan Mesir, sekarang kita ekspor ke Malaysia,” ujar Amran, Sabtu (15/8/2026).

Baca Juga :  Gratis Masuk Sea World Ancol untuk Usia 60 Tahun ke Atas, Catat Syaratnya

Stok Melimpah, Indonesia Siap Menembus Pasar Global

Pemerintah memastikan ekspor dilakukan setelah stok beras Bulog mencapai 5,2 juta ton.

Bahkan, Indonesia mencatat surplus sekitar 2 juta ton, sehingga kapasitas penyimpanan harus diperluas dengan menyewa gudang tambahan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan bahwa produksi beras nasional 2026 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan 2025, sehingga ekspor dilakukan tanpa mengganggu kebutuhan masyarakat di dalam negeri.

Sarawak Membutuhkan 200.000 Ton Beras per Tahun

Ekspor tahap awal memang baru 1.000 ton, namun potensinya jauh lebih besar. Kebutuhan beras Sarawak diperkirakan mencapai 200.000 ton per tahun, sedangkan kebutuhan seluruh Malaysia sekitar 1,5-1,7 juta ton per tahun.

Beras premium Indonesia dipasarkan dengan harga sekitar 3,9 Ringgit Malaysia atau setara Rp17.000 per kilogram. Jika ekspor mencapai 200.000 ton, nilai perdagangannya diperkirakan menembus Rp3,39 triliun.

Malaysia Siap Tambah Impor Beras Indonesia

Kerja sama ini telah dibahas dengan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Datuk Seri Mohamad Sabu.

Baca Juga :  Hujan Diperkirakan Guyur Jabodetabek 2–3 Oktober, BMKG Imbau Warga Waspada

Pemerintah Malaysia disebut memberikan apresiasi terhadap kualitas beras Indonesia dan membuka peluang peningkatan volume impor.

Sementara itu, General Manager Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd, Jumaat bin Ibrahim, menyebut pengiriman perdana 1.000 ton menjadi langkah promosi untuk memperkenalkan beras Indonesia secara lebih luas di pasar Sarawak dan Malaysia.

Pengiriman pertama direncanakan melalui perbatasan Entikong, Kalimantan Barat, sebagai simbol kedekatan geografis sekaligus penguatan hubungan ekonomi Indonesia-Malaysia.

Dari Swasembada Menuju Kedaulatan Ekonomi

Kembalinya Indonesia ke pasar ekspor beras bukan sekadar transaksi dagang. Langkah ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan dapat berubah menjadi kekuatan ekonomi.

Ketika petani mampu menghasilkan surplus dan pemerintah menjaga stok nasional, hasil panen tidak hanya mengisi lumbung negeri, tetapi juga membawa nama Indonesia ke pasar internasional.

Ekspor ini menjadi pesan optimistis bahwa kerja keras petani, penyuluh, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan mampu mengubah sawah Indonesia menjadi sumber kesejahteraan dan kebanggaan bangsa. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KADI Selidiki Impor SAP China, Industri Nasional Minta Perlindungan
Kreator Indonesia Raup Peluang Rp17 Miliar di Pameran Seoul 2026
Budi Santoso Tegaskan Komitmen Indonesia Perkuat Sistem Perdagangan BRICS
Mendag Budi Santoso Dorong Sistem Perdagangan Berbasis Aturan untuk UMKM
Indonesia dan Mesir Percepat Perundingan Dagang PTA dan FTA
Sanur Fashion Week 2026 Jadi Panggung Wastra Indonesia
Wamendag Lepas Ekspor 3,5 Ton Salak Bali ke Tiongkok, Nilainya Rp232 Juta
Camilan Asal Tangerang Tembus Arab Saudi, Ekspor Perdana Bernilai Rp288 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:30 WIB

1.000 Ton Beras Indonesia Diekspor ke Malaysia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:11 WIB

KADI Selidiki Impor SAP China, Industri Nasional Minta Perlindungan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:49 WIB

Kreator Indonesia Raup Peluang Rp17 Miliar di Pameran Seoul 2026

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Budi Santoso Tegaskan Komitmen Indonesia Perkuat Sistem Perdagangan BRICS

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Mendag Budi Santoso Dorong Sistem Perdagangan Berbasis Aturan untuk UMKM

Berita Terbaru

Forum Konsultasi Publik Bea Cukai Marunda membahas digitalisasi layanan kepabeanan melalui aplikasi SALAM di Jakarta Utara. (Posnews/Bea Cukai)

JABODETABEK

SALAM Ubah Wajah Layanan Bea Cukai Marunda

Sabtu, 15 Agu 2026 - 17:02 WIB

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir

NASIONAL

Gempa NTT, Polri Kirim SAR Brimob dan Tim Medis

Sabtu, 15 Agu 2026 - 16:41 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama General Manager Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd, Jumaat bin Ibrahim. (Posnews/Kementan)

EKBIS

1.000 Ton Beras Indonesia Diekspor ke Malaysia

Sabtu, 15 Agu 2026 - 15:30 WIB

Batangan emas dengan latar grafik kenaikan harga emas global periode II Agustus 2026.(Posnews/Getty Images/urzine)

DAERAH

HPE Emas Agustus 2026 Naik Jadi USD 131.777

Sabtu, 15 Agu 2026 - 15:18 WIB

Warga mengungsi dan petugas mengevakuasi korban setelah gempa M 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur. (Posnews/BPBD)

DAERAH

Korban Gempa NTT Jadi 14 Orang, Ribuan Warga Mengungsi

Sabtu, 15 Agu 2026 - 14:42 WIB