POSNEWS.CO.ID, KYIV — Serangan drone dan rudal menewaskan 19 orang di Rusia dan Ukraina pada Minggu, menurut otoritas kedua negara. Gelombang serangan ini menghantam infrastruktur sipil di kedua sisi garis konflik.
Eskalasi Serangan Jarak Jauh
Pertempuran di garis depan kini nyaris terhenti dan perundingan damai membeku. Namun, kedua negara justru meningkatkan serangan jarak jauh secara signifikan, mendorong korban sipil ke level tertinggi sejak bulan-bulan awal perang pada 2022.
Korban di Rusia
Di Rusia, gubernur wilayah Rostov, Yuri Slusar, melaporkan gelombang drone Ukraina menewaskan lima orang di kawasan permukiman. Tiga korban tewas lain tercatat di wilayah Belgorod, Kursk, dan Moskow, sementara empat orang tewas di wilayah Ukraina yang Rusia duduki.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur wilayah Moskow, Andrey Vorobyov, menyebut serangan ini sebagai salah satu serangan drone paling masif dalam ingatan terkini. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim berhasil mencegat 822 drone di seluruh negeri sepanjang malam.
Pasar Buku Kyiv Ikut Hancur
Di Ukraina, rentetan drone dan rudal Rusia menewaskan dua orang dan melukai 14 lainnya di pabrik baja ArcelorMittal di Kryvyi Rih, kampung halaman Presiden Volodymyr Zelenskyy. Pabrik yang menjadi salah satu produsen baja terbesar Ukraina ini menghentikan sebagian operasinya setelah serangan merusak fasilitas produksi intinya.
Serangan lain menghantam Kryvyi Rih pada Minggu malam, menewaskan satu orang tambahan. Serangan lain juga menewaskan dua orang di Zaporizhzhia, satu orang di Sumy, dan satu orang di Donetsk.
Di Kyiv, pasar buku terbuka populer Pochaina, tempat mencari buku langka dan antik, turut menjadi sasaran. Penjual buku Dmytro Semenukha menyaksikan keempat lapaknya terbakar habis. Ia menceritakan kepada AFP bahwa dulu ada toko, buku, dan bendera dari seluruh negara di sana, namun kini semuanya lenyap.
Seruan Zelenskyy dan Dampak ke Eropa
Zelenskyy menulis lewat media sosial bahwa Rusia menyerang infrastruktur sipil di mana pun rudal balistiknya dapat menjangkau. Ia menyebut dalam sepekan terakhir, kota-kota Ukraina dihantam lebih dari 1.550 drone serangan, hampir 1.560 bom udara terpandu, dan 62 rudal, sambil kembali mendesak sekutu memberikan lebih banyak pertahanan udara.
Rusia terus melancarkan serangan rudal dan drone hampir setiap hari sejak invasi besar-besaran awal 2022. Belakangan, Rusia mengintensifkan serangan rudal balistik yang sulit dicegat, memanfaatkan kekurangan pertahanan udara Ukraina akibat pengalihan pasokan untuk perang AS-Israel melawan Iran.
Zelenskyy menegaskan pencegat Eropa tidak seharusnya dibiarkan tersimpan begitu saja saat rudal balistik Korea Utara menghancurkan infrastruktur dan merenggut nyawa di Eropa. Kyiv kembali menuduh Moskow menerima lebih banyak rudal dan pasukan dari sekutunya, Korea Utara.
Negara-negara di sekitar zona konflik menghadapi dampak yang terus meluas dari perang drone ini. Kementerian Pertahanan Rumania melaporkan jet tempur F-18 Spanyol menembak jatuh drone yang menerobos wilayah udaranya dekat perbatasan Ukraina dan Moldova. NATO juga menyatakan jet tempurnya menembak jatuh drone yang memasuki wilayah udara Latvia pada Jumat, insiden kedua dalam sepekan menurut Kementerian Pertahanan Latvia.
Serangan Balik Ukraina dan Dampak Ekonomi
Ukraina semakin gencar menyasar gudang milik Wildberries, peritel daring terbesar Rusia, dengan alasan perusahaan tersebut memasok komponen untuk drone Rusia. Drone Ukraina membakar gudang Wildberries lain di dekat Moskow sepanjang malam. Sejak pertengahan Juli, Ukraina telah menyerang sekitar 20 gudang dan bangunan yang terkait perusahaan tersebut.
Zelenskyy menegaskan serangan tersebut, bersama serangan ke kilang minyak, bertujuan melemahkan ekonomi perang Rusia. PBB mencatat 437 warga sipil tewas di Ukraina sepanjang Juli saja, angka bulanan tertinggi sejak Mei 2022. Sementara itu, otoritas Rusia melaporkan 79 warga sipil tewas di pihaknya pada Juli, naik dari bulan sebelumnya.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













