POSNEWS.CO.ID, BANDUNG — Rasa waswas masih menyelimuti sebagian masyarakat Jawa Barat yang berkendara malam hingga dini hari. Jalanan yang seharusnya menjadi akses mobilitas justru kerap warga anggap sebagai lokasi berisiko akibat maraknya aksi pembegalan.
Rentetan Kasus Begal Sebulan Terakhir
Sedikitnya lima kasus pembegalan menjadi perhatian publik di Jawa Barat dalam sebulan terakhir. Modus pelaku beragam, mulai dari pengancaman senjata tajam hingga penyamaran sebagai debt collector.
Di Flyover Kopo, Bandung, dua pelaku memepet korban pada 19 Juli dan merampas motor serta ponselnya. Polrestabes Bandung kemudian menangkap keduanya. Sementara itu, di Jalan BKR, sekelompok orang mengintimidasi korban dengan mengaku sebagai debt collector sebelum merampas motornya pada 14 Juli.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Jalan Binong, belasan orang sempat mengepung seorang pengendara pada 6 Juli, namun aksi ini gagal setelah Wali Kota Bandung Muhammad Farhan melintas saat patroli. Polisi turut mengungkap kasus begal oleh sekelompok pelajar di Cianjur awal Juli, sementara warga Soreang berhasil mengepung pelaku yang mencoba merampas motor pada 21 Juli.
Data Curas Didominasi Kejahatan Jalan Umum
Pusat Informasi Kriminal Nasional mencatat 23 laporan kasus curas di wilayah Polda Jawa Barat selama 1-25 Juli 2026. Jalan umum menjadi lokasi kejadian terbanyak dengan 15 kasus, sementara waktu paling rawan terjadi pukul 00.00-04.59 WIB dengan 7 kasus.
Polrestabes Bandung mencatat laporan curas terbanyak dengan 6 kasus. Polres Cianjur menyusul dengan 3 kasus, sementara Cimahi, Karawang, Bogor, dan Sumedang masing-masing mencatat 2 kasus.
Tren kasus curas sepanjang 2026 menunjukkan fluktuasi setiap bulan. Februari dan Mei mencatat angka tertinggi dengan 32 kasus, sementara Maret mencatat angka terendah dengan 21 kasus.
Imbauan Polisi soal Batasan Bela Diri
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan menegaskan kepolisian terus meningkatkan perhatian terhadap kejahatan jalanan. Ia menyebut informasi masyarakat lewat media sosial sangat membantu mengidentifikasi lokasi rawan maupun pelaku kejahatan.
Selain itu, Hendra menegaskan warga boleh membela diri saat menghadapi ancaman langsung, asalkan dilakukan secara tegas dan terukur. Prinsip pembelaan diri ini mencakup kondisi benar-benar terdesak, tanpa kekerasan berlebihan, bertujuan menyelamatkan diri, dan segera melapor ke polisi.
Kewaspadaan Bersama Jadi Kunci
Maraknya kasus begal menunjukkan kewaspadaan masyarakat tetap penting saat berkendara malam hari. Namun, upaya pencegahan tidak dapat dibebankan kepada masyarakat semata.
Kehadiran aparat lewat patroli konsisten serta partisipasi masyarakat melaporkan kejahatan menjadi kunci menekan angka kriminalitas jalanan di Jawa Barat.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia














