Rektor Unsoed Diciduk KPK, 14 Orang Diboyong Dugaan Korupsi Mahasiswa Baru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Posnews/Ist)

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Posnews/Ist)

PURWOKERTO, POSNEWS.CO.ID – Dunia pendidikan kembali diterpa kabar mengejutkan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Purwokerto, Jawa Tengah, dan mengamankan Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof. Akhmad Sodiq bersama sejumlah pihak.

Operasi senyap tersebut berlangsung pada Kamis (20/8/2026). KPK menyebut total 14 orang diamankan, terdiri atas 12 orang di wilayah Purwokerto dan dua orang di Jakarta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perkembangan ini dikonfirmasi KPK pada Jumat (21/8/2026).

KPK juga mengamankan uang tunai ratusan juta rupiah yang kini menjadi bagian dari barang bukti dalam penyelidikan.

“Adapun barang bukti yang diamankan di antaranya uang tunai sejumlah ratusan juta rupiah,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Jumat (21/8/2026).

OTT Menyeret Pimpinan Kampus

Keterlibatan rektor dalam operasi senyap lembaga antirasuah membuat perkara ini menjadi sorotan. Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan bahwa Akhmad Sodiq termasuk pihak yang diamankan.

Rektor Unsoed tersebut kemudian menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Sementara itu, dua orang yang diamankan di Jakarta langsung menjalani pemeriksaan intensif di kantor KPK.

Meski demikian, seluruh pihak yang diamankan masih berstatus terperiksa. KPK belum menetapkan status hukum mereka pada tahap awal pengusutan.

Baca Juga :  Aiptu Sumaryanto Gugur saat Operasi Narkoba di Katingan, Jenazah Ditemukan di Sungai

Dugaan Korupsi Berkaitan dengan Penerimaan Mahasiswa Baru

KPK mengungkap bahwa operasi tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam proses penerimaan mahasiswa baru.

Ketua KPK Setyo Budiyanto juga menyebut dugaan perkara berkaitan dengan penerimaan mahasiswa baru.

Namun, KPK belum membuka secara rinci bentuk dugaan korupsi, pihak yang diduga menerima uang, maupun mekanisme penerimaan yang tengah diselidiki.

Karena itu, informasi mengenai adanya praktik tertentu dalam jalur penerimaan mahasiswa baru masih harus menunggu penjelasan resmi KPK.

Ironi di Balik Gerbang Kampus

Kasus ini menjadi perhatian serius karena dugaan korupsi justru menyeret lingkungan perguruan tinggi.

Kampus seharusnya menjadi ruang untuk membangun integritas, mencetak generasi berilmu, sekaligus menanamkan nilai kejujuran.

Karena itu, jika dugaan korupsi benar terjadi dalam proses penerimaan mahasiswa baru, persoalannya tidak hanya menyangkut uang.

Kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan ikut dipertaruhkan.

Penerimaan mahasiswa baru semestinya berjalan transparan, objektif dan berdasarkan aturan. Setiap calon mahasiswa harus memperoleh kesempatan yang adil tanpa praktik transaksional yang mencederai prinsip pendidikan.

KPK Punya Waktu 1×24 Jam

Setelah melakukan OTT, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.

Dalam tahap ini, penyidik akan memeriksa keterangan para pihak, mencocokkan barang bukti dan mendalami dugaan tindak pidana yang menjadi dasar operasi.

Karena itu, publik masih harus menunggu keputusan resmi KPK mengenai siapa yang akan ditetapkan sebagai tersangka dan konstruksi perkara secara lengkap.

Baca Juga :  Mayat Tanpa Kaki Gegerkan Pancoran Mas Depok, Polisi Buru Pelaku Mutilasi

Pimpinan Kampus Diminta Jadi Teladan

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti di lingkungan pemerintahan.

Perguruan tinggi juga harus menjadi wilayah yang bersih dari praktik suap, pungutan ilegal maupun penyalahgunaan kewenangan.

Terlebih, penerimaan mahasiswa baru berkaitan langsung dengan masa depan calon mahasiswa dan keluarganya.

Jangan sampai kemampuan membayar menjadi pintu masuk menggantikan prestasi dan aturan.

Jika dugaan tersebut nantinya terbukti, kasus ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki sistem penerimaan mahasiswa baru agar semakin transparan dan sulit dimanipulasi.

OTT di Unsoed menjadi salah satu perkara yang kini menyita perhatian publik.

KPK telah mengamankan 14 orang dan menemukan uang ratusan juta rupiah, sementara dugaan perkara mengarah pada proses penerimaan mahasiswa baru.

Namun, prinsip praduga tak bersalah tetap harus dijunjung.

Status tersangka dan kesalahan pidana seseorang harus ditentukan berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang sah, bukan sekadar kabar yang beredar.

Publik kini menunggu langkah berikutnya dari KPK.

Apakah uang ratusan juta rupiah tersebut berkaitan langsung dengan dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru? Siapa pihak yang diduga menjadi penerima? Dan bagaimana praktik tersebut diduga berlangsung?

Jawaban atas pertanyaan itu akan menjadi kunci untuk membuka seluruh tabir OTT yang mengguncang Unsoed. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Alarm Laut Indonesia! 601 Operasi SAR, 239 Orang Meninggal
Eks Pejabat Pajak Ditahan KPK, Uang Sponsorship Fashion Anak Terseret
Korban Gempa Flores Dapat Bantuan Rumah hingga Rp30 Juta, Ini Syaratnya
Pigai Ingin HAM Jadi Pelajaran Wajib, Bukan Sekadar Bab
Kabar Gembira Driver Ojol, Perpres Perlindungan Ditargetkan Terbit Awal September
Uang PT BKS Mengalir ke Bebizie, KPK: Bukan Bayaran Manggung
Jelang Demo BEM UI, 21 Orang Diciduk Bawa Molotov dan Petasan Bukan Mahasiswa
Tragedi Gempa NTT, 1.245 Orang Jadi Korban dan 27.700 Warga Mengungsi

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Rektor Unsoed Diciduk KPK, 14 Orang Diboyong Dugaan Korupsi Mahasiswa Baru

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:32 WIB

Alarm Laut Indonesia! 601 Operasi SAR, 239 Orang Meninggal

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:23 WIB

Eks Pejabat Pajak Ditahan KPK, Uang Sponsorship Fashion Anak Terseret

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:45 WIB

Korban Gempa Flores Dapat Bantuan Rumah hingga Rp30 Juta, Ini Syaratnya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:58 WIB

Pigai Ingin HAM Jadi Pelajaran Wajib, Bukan Sekadar Bab

Berita Terbaru

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melancarkan serangan udara ke Suriah utara dekat perbatasan Turki serta menjadikan Presiden Erdogan sebagai target kampanye politik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Israel Benjamin Netanyahu Targetkan Turki di Suriah

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:43 WIB

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham meluncurkan program darurat penanganan tunawisma serta menyumbangkan 15 persen gajinya untuk menghentikan fenomena tunawisma. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Andy Burnham Luncurkan Program Penanganan Tunawisma

Jumat, 21 Agu 2026 - 09:35 WIB

Ilustrasi, petugas damkar berjibaku memadamkan api. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Kebakaran Paseban Jakpus: 15 Rumah Terbakar, 120 Warga Terdampak

Jumat, 21 Agu 2026 - 09:30 WIB

Natalie Harp, asisten pribadi Presiden AS Donald Trump berusia 35 tahun, menjadi sorotan setelah insiden keamanan udara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Sosok Natalie Harp, Asisten Setia Donald Trump

Jumat, 21 Agu 2026 - 09:26 WIB