Duka Gempa NTT, 105 Orang Tewas dan 179.037 Warga Mengungsi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto meninjau penanganan korban gempa NTT M7,7 di Kabupaten Nagekeo. (Posnews/YouTube)

Presiden Prabowo Subianto meninjau penanganan korban gempa NTT M7,7 di Kabupaten Nagekeo. (Posnews/YouTube)

NTT, POSNEWS.CO.ID β€” Dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus diperbarui.

Hingga Rabu (26/8/2026), BNPB mencatat 105 orang meninggal dunia, 1.678 orang luka-luka, dan 179.037 warga mengungsi.

Data tersebut disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam rapat penanganan bencana yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Nagekeo, NTT.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain korban jiwa, kerusakan rumah juga sangat besar. BNPB mencatat 81.436 rumah mengalami kerusakan.

Sementara itu, sebanyak 1.951 fasilitas umum turut terdampak, termasuk sekolah, rumah ibadah, kantor pemerintahan, serta sejumlah infrastruktur lainnya.

Tiga Wilayah Mengalami Dampak Terparah

BNPB menyebut Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo menjadi wilayah dengan dampak paling berat.

Gempa tersebut berdampak pada tujuh kabupaten di Pulau Flores, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende, dan Sikka.

Namun, tingginya jumlah pengungsi tidak seluruhnya disebabkan kerusakan langsung.

BNPB menjelaskan banyak warga memilih meninggalkan rumah karena masih takut terhadap gempa susulan serta informasi yang beredar mengenai potensi gempa lebih besar dan tsunami.

Baca Juga :  KemenHAM Blusukan ke Flores, Bantuan Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa

Karena itu, pemerintah terus mendorong masyarakat mengandalkan informasi resmi dari BNPB dan BMKG serta tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.

Ribuan Gempa Susulan Masih Terjadi

Situasi pascagempa juga belum sepenuhnya tenang. BNPB mencatat 7.259 aktivitas gempa terjadi sejak 15 Agustus hingga 25 Agustus 2026.

Dari jumlah tersebut, 143 gempa susulan dirasakan masyarakat. Intensitasnya terus menurun dan tidak lagi tercatat gempa dengan kekuatan melampaui M7,7.

Kondisi tersebut menjadi alasan masyarakat masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian.

Pemerintah pun memperkuat edukasi kebencanaan agar warga dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang benar.

Prabowo Turun Langsung ke NTT

Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (26/8/2026) meninjau langsung penanganan gempa di Nagekeo.

Prabowo menjelaskan bahwa dirinya memang tidak langsung datang ke lokasi pada hari-hari pertama bencana.

Menurutnya, keputusan tersebut bertujuan memberi ruang kepada pemerintah daerah dan petugas lapangan agar fokus menangani warga tanpa terganggu agenda protokoler kunjungan pejabat pusat.

β€œYang paling penting dari pusat adalah mengerahkan pelayanan dan bantuan,” kata Prabowo.

Ia menilai kunjungan pejabat tidak akan banyak berarti apabila tidak disertai langkah nyata untuk membantu korban.

Karena itu, pemerintah pusat sejak awal memilih memperkuat pelayanan, bantuan, dan koordinasi penanganan di lapangan.

Baca Juga :  BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang di Jabodetabek Malam Ini

Bantuan Terus Didorong ke Wilayah Terdampak

Pemerintah memastikan penanganan tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Bantuan logistik, pelayanan kesehatan, rehabilitasi, hingga rekonstruksi disiapkan secara bertahap.

Sekretariat Negara melaporkan bahwa hingga 24 Agustus, pemerintah telah menyalurkan 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, 10,29 ton air mineral, obat-obatan, tenda, selimut, matras, perangkat komunikasi, serta fasilitas rumah sakit lapangan.

Dua kapal rumah sakit juga dikerahkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat terdampak. Sementara rumah sakit lapangan di Ruteng dan Nagekeo terus menangani korban gempa.

Bencana Mengajarkan Pentingnya Kesiapsiagaan

Gempa NTT menjadi pengingat keras bahwa bencana dapat mengubah kehidupan masyarakat dalam hitungan detik. Karena itu, kesiapsiagaan tidak boleh hanya dilakukan setelah bencana terjadi.

Masyarakat perlu mengetahui lokasi evakuasi, menyiapkan tas siaga, menyimpan dokumen penting dengan aman, serta mengikuti informasi resmi pemerintah.

Yang tak kalah penting, warga harus menghindari penyebaran kabar yang belum terverifikasi karena kepanikan dapat memperbesar risiko di tengah situasi darurat.

Di tengah duka dan kerusakan besar, kekuatan masyarakat NTT untuk bertahan menjadi pesan penting: bencana memang merobohkan bangunan, tetapi solidaritas, kepedulian, dan gotong royong dapat menjadi kekuatan untuk membangun kembali kehidupan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Pedagang Ngaku Bayar Rp650 Ribu di Merak, Ini Penjelasan ASDP
Narkoba Rp693 Juta dari Inggris Disamarkan Jadi Permen, Bareskrim Tangkap AJE
Gempa NTT M7,7: Korban Tewas Tembus 103 Orang, 1.666 Warga Terluka
Senggolan Maut di Puncak, Pasutri Tewas Terlindas Dump Truck
Celurit Berhamburan di Jonggol, Tawuran Pelajar Berujung Maut
Baku Tembak di Lampung Utara: DPO Narkoba Tewas, 3 Polisi Terluka
Pedagang Bawang Salma Tewas di Enrekang, Pelaku Diduga Kuras Rp40 Juta
Prabowo Lawan Karhutla dengan 1.000 Perwira dan Ubi Bombing

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Viral Pedagang Ngaku Bayar Rp650 Ribu di Merak, Ini Penjelasan ASDP

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:44 WIB

Duka Gempa NTT, 105 Orang Tewas dan 179.037 Warga Mengungsi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 06:21 WIB

Narkoba Rp693 Juta dari Inggris Disamarkan Jadi Permen, Bareskrim Tangkap AJE

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:31 WIB

Gempa NTT M7,7: Korban Tewas Tembus 103 Orang, 1.666 Warga Terluka

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Senggolan Maut di Puncak, Pasutri Tewas Terlindas Dump Truck

Berita Terbaru

Polemik Rekening Aktivis AMPB Berakhir, Bank Mandiri Buka Kembali Akses Dana. (Posnews/Ist)

NASIONAL

Rekening Botok Dibuka Lagi, Bank Mandiri Minta Maaf

Rabu, 26 Agu 2026 - 16:07 WIB