Iran-Oman Belum Finalisasi Kesepakatan Selat Hormuz

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Iran dan Oman belum finalisasi kesepakatan Selat Hormuz, sementara Trump mengancam akan mengebom Oman jika menghalangi kepentingan AS. Dok: Istimewa.

Iran dan Oman belum finalisasi kesepakatan Selat Hormuz, sementara Trump mengancam akan mengebom Oman jika menghalangi kepentingan AS. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, TEHERAN — Iran dan Oman masih menyelesaikan detail kesepakatan soal Selat Hormuz, menurut sumber senior Iran pada Rabu. Pernyataan ini muncul setelah Garda Revolusi Iran mengklaim kedua negara telah sepakat soal pembagian jalur pelayaran dan pendapatannya.

Klaim Kesepakatan dari IRGC

Juru bicara Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Hossein Mohebbi, menyatakan Selat Hormuz milik Iran dan Oman. Ia menegaskan negosiasi selama sekitar sebulan menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima kedua pihak.

Mohebbi menjelaskan kesepakatan tersebut mencakup pembagian wilayah perairan selat serta pendapatan bagi Iran dan Oman. Namun, belum jelas pada tahap negosiasi mana kesepakatan tersebut sebenarnya tercapai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sumber senior Iran menegaskan kepada Reuters bahwa kesepakatan dengan Oman belum final. Pembicaraan masih berlanjut untuk menyelesaikan detail perjanjian tersebut.

Syarat Iran untuk Membuka Kembali Selat

IRGC menegaskan Selat Hormuz tidak akan dibuka kecuali AS memenuhi syarat Iran sesuai kesepakatan sementara Juni yang kemudian runtuh. Syarat tersebut mencakup penghentian blokade AS terhadap pelabuhan Iran, kompensasi, dan pencabutan sanksi.

Baca Juga :  Hamas Buka Kartu di Kairo: Bahas Komite Teknokrat Gaza

Iran dan Oman telah menggelar perundingan intensif selama berminggu-minggu soal pengendalian lalu lintas di selat tersebut. Jalur ini sebelumnya menangani seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair dunia sebelum perang dimulai Februari lalu.

Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, menyatakan optimismenya usai pertemuan Selasa bahwa kedua negara akan segera mengumumkan koridor sementara untuk selat tersebut.

Ancaman Trump terhadap Oman

Presiden Donald Trump memperingatkan Oman agar tidak bekerja sama dengan Iran. Ia menyampaikan kepada Fox News pada 17 Agustus bahwa AS akan mengebom Oman jika negara tersebut menghalangi kepentingannya.

IRGC menuduh Amerika Serikat sengaja menghambat negosiasi Iran dengan Oman. Mohebbi menegaskan penghambatan ini menyebabkan tertundanya kesepakatan yang seharusnya sudah tercapai.

Mohebbi menambahkan bahwa jika AS berhenti menghambat dan kembali ke kesepakatan sebelumnya, Iran dapat membuka Selat Hormuz sesuai kerangka perjanjian tersebut. Namun, ia menegaskan selat tidak akan dibuka sama sekali jika AS menolak memenuhi syarat Iran.

Baca Juga :  Perombakan Kabinet Keamanan AS: Trump Copot Kristi Noem dan Tunjuk Markwayne Mullin Pimpin DHS

Eskalasi Serangan dan Tekanan Ekonomi

Meski permusuhan aktif AS-Iran sebagian besar mereda beberapa pekan terakhir, upaya diplomatik mencapai kesepakatan damai justru mandek. Serangan berkelanjutan terhadap kapal membuat pelayaran lewat Selat Hormuz tetap berbahaya.

Iran mengumumkan daftar hitam 45 kapal pada Minggu, berupaya menghentikan transfer kapal ke kapal yang produsen energi Teluk gunakan untuk mengakali blokade Iran. Amerika Serikat sendiri mengancam akan menghukum negara yang tetap berbisnis dengan Iran, meski belum memberlakukan sanksi segera.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengecam sanksi baru AS lewat surat kepada PBB pada Kamis. Ia menyebut sanksi tersebut sebagai hukuman kolektif yang menghalangi akses warga Iran terhadap makanan dan obat-obatan.

Harga minyak turun untuk hari ketiga berturut-turut, mencerminkan tanda-tanda upaya mediasi baru mengakhiri perang. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyampaikan kepada sekutunya bahwa AS untuk saat ini tidak berencana melancarkan serangan baru terhadap Iran, menurut laporan Axios.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan
Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global
Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran
Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah
Taiwan Keluarkan Peringatan Darat Menyusul Ancaman Topan
Intelijen AS Buka Suara Soal Kampanye Disinformasi Rusia
Marco Rubio Tegaskan Akses Starlink Ukraina Keputusan SpaceX
Elon Musk Ancam Politisi Demokrat Terkait Rencana Penyelidikan

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Taiwan Keluarkan Peringatan Darat Menyusul Ancaman Topan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:17 WIB

Intelijen AS Buka Suara Soal Kampanye Disinformasi Rusia

Berita Terbaru

Proyek megah pesisir Vingroup di Can Gio mengancam keberadaan hutan mangrove pelindung banjir Kota Ho Chi Minh. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 14:36 WIB