Trump Klaim AS Tak Butuh Kanada, Padahal Bergantung

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Trump klaim AS tidak butuh Kanada, padahal negaranya bergantung pada minyak, aluminium, dan potash Kanada dalam jumlah besar. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

Trump klaim AS tidak butuh Kanada, padahal negaranya bergantung pada minyak, aluminium, dan potash Kanada dalam jumlah besar. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON — Presiden Donald Trump menegaskan negaranya tidak membutuhkan Kanada. Namun, setiap hari sekitar 4 juta barel minyak mentah Kanada mengalir ke selatan, membantu bahan bakar mobil, truk, dan pesawat Amerika.

Ketergantungan Energi yang Tersembunyi

Minyak hanyalah permulaan dari ketergantungan ini. Kanada juga memasok aluminium, potash untuk pertanian AS, dan suku cadang bagi industri otomotif yang terbangun di kedua sisi perbatasan.

Trump menulis pekan ini bahwa AS tidak membutuhkan Kanada, dan justru Kanadalah yang membutuhkan AS. Namun, ia sendiri memberlakukan tarif 50 persen atas aluminium Kanada sambil mengakui negaranya sangat membutuhkan logam tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Trump menegaskan negaranya sangat membutuhkan aluminium, karena AS tidak memilikinya dan mendapatkan sebagian besar pasokan dari Kanada. Kontradiksi ini menegaskan betapa dalamnya kedua ekonomi tersebut saling terkait.

Skala Perdagangan dan Ketergantungan Energi

Kanada merupakan mitra dagang terbesar kedua AS setelah Meksiko, dengan energi sebagai inti hubungan tersebut. Kedua negara bertukar barang dan jasa senilai sekitar $872 miliar tahun lalu.

Baca Juga :  386 Tawanan Ukraina dan Rusia Kembali ke Rumah Lewat Mediasi AS-UEA

Impor minyak mentah Kanada setara hampir 20 persen dari total konsumsi minyak bumi AS. Profesor ilmu politik McGill University, Daniel Béland, menyebut klaim Trump bahwa AS tidak membutuhkan Kanada sebagai pernyataan yang sepenuhnya keliru.

Energi juga menjelaskan sebagian besar defisit dagang AS dengan Kanada yang sering Trump kutip sebagai bukti hubungan tidak adil. Tanpa energi, AS sebenarnya akan mencatat surplus dagang, bukan defisit sebesar $48,3 miliar tahun lalu.

Perdebatan Provinsi Kanada soal Ekspor Energi

Setelah pembicaraan dagang gagal Jumat lalu, AS memberlakukan tarif 50 persen atas barang Kanada senilai $20 miliar, tidak termasuk energi. Premier Alberta Danielle Smith menolak pembatasan ekspor energi karena dinilai akan merugikan provinsinya.

Namun, mantan Premier Alberta Jason Kenney menyebut Kanada seharusnya tidak menutup opsi pajak ekspor minyak, bahan bakar, atau potash. Ia memperingatkan langkah tersebut akan berdampak pada pemilih Republik menjelang pemilu paruh waktu.

Premier Ontario Doug Ford menyebut potash sebagai salah satu alat paling ampuh Kanada, dengan menyebut Rusia sebagai alternatif pemasok jika Kanada mengalihkan pengiriman. Sebaliknya, Premier Saskatchewan Scott Moe menolak keras pendekatan tersebut, memperingatkan pajak ekspor justru merugikan pekerja Kanada sendiri.

Baca Juga :  Alarm Merah PBB: Dunia Dipastikan Gagal Capai Target 1,5°C, Menuju Pemanasan Bencana 2,5°C

Ketergantungan pada Aluminium dan Potash

Kanada telah lama menjadi sumber aluminium asing dominan bagi AS, berkat kelimpahan listrik tenaga air negara tersebut. Perdana Menteri Mark Carney menyebut ekspor aluminium Kanada setara energi dari 10 bendungan Hoover.

Petani Amerika bahkan lebih bergantung pada Kanada untuk potash, pupuk penting bagi tanaman jagung dan kedelai. Lebih dari 80 persen impor potash AS berasal dari Kanada.

Duta Besar Trump sendiri, Pete Hoekstra, mengakui pada Juni bahwa AS memiliki banyak kebutuhan yang Kanada penuhi, termasuk potash.

Industri Otomotif dan Kebutuhan Listrik AI

Kanada dan AS membangun industri otomotif terintegrasi, dengan suku cadang melintasi perbatasan hingga enam kali sebelum perakitan akhir. Trump menyatakan pemerintahannya akan memberlakukan tarif 50 persen untuk mobil, truk, dan suku cadang Kanada mulai 1 Januari 2027, setelah pemilu paruh waktu November.

Kecerdasan buatan turut mendorong lonjakan permintaan listrik. Kanada memasok 85 persen impor listrik AS pada 2023, dan Carney menyebut negaranya perlu menggandakan kapasitas jaringan listrik pada 2050 lewat proyek hidroelektrik dan nuklir besar.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran-Oman Belum Finalisasi Kesepakatan Selat Hormuz
Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan 160 Orang
Direktur CIA Kunjungi Moskow di Tengah Eskalasi Konflik Global
Trump Usulkan Ubah Nama Danau Ontario Jadi Lake America
Kebakaran Ruang Bersalin Rumah Sakit di Islamabad
Kapal Induk USS Abraham Lincoln Berlabuh di Thailand
Jepang Perluas Penggunaan Tanah Dekontaminasi Fukushima
AS Batalkan Latihan Militer Amfibi Ssangyong dengan Korsel

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Trump Klaim AS Tak Butuh Kanada, Padahal Bergantung

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:30 WIB

Iran-Oman Belum Finalisasi Kesepakatan Selat Hormuz

Jumat, 28 Agustus 2026 - 06:16 WIB

Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan 160 Orang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Direktur CIA Kunjungi Moskow di Tengah Eskalasi Konflik Global

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Trump Usulkan Ubah Nama Danau Ontario Jadi Lake America

Berita Terbaru

Trump klaim AS tidak butuh Kanada, padahal negaranya bergantung pada minyak, aluminium, dan potash Kanada dalam jumlah besar. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

INTERNASIONAL

Trump Klaim AS Tak Butuh Kanada, Padahal Bergantung

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:26 WIB

Iran dan Oman belum finalisasi kesepakatan Selat Hormuz, sementara Trump mengancam akan mengebom Oman jika menghalangi kepentingan AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran-Oman Belum Finalisasi Kesepakatan Selat Hormuz

Jumat, 28 Agu 2026 - 07:30 WIB

Banjir bandang masif melanda wilayah perbatasan Nepal dan China pada Rabu, menewaskan sedikitnya 160 orang dan menyebabkan ratusan turis serta pekerja hilang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan 160 Orang

Jumat, 28 Agu 2026 - 06:16 WIB