Kapal Induk USS Abraham Lincoln Berlabuh di Thailand

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

USS Abraham Lincoln meninggalkan Thailand usai kunjungan pelabuhan pertama, di tengah laporan kondisi buruk. Dok: Istimewa.

USS Abraham Lincoln meninggalkan Thailand usai kunjungan pelabuhan pertama, di tengah laporan kondisi buruk. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, BANGKOK — Kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln akan berlabuh di Thailand. Armada ini menyelesaikan misi panjang di kawasan Timur Tengah. Pemerintah Thailand mengonfirmasi kunjungan singkat tersebut. Kunjungan ini bertujuan untuk pemulihan kondisi prajurit. Oleh karena itu, armada mengambil jeda usai berlayar 250 hari.

Angkatan Laut Kerajaan Thailand mengonfirmasi kedatangan tiga kapal perang Amerika Serikat. Pihak militer menegaskan tidak ada agenda latihan militer gabungan. Sementara itu, Kedubes AS belum merinci jadwal kedatangan resmi. Penundaan rincian informasi ini terjadi demi menjaga keamanan armada.

Baca Juga :  Penurunan Harga Minyak Bumi Gagal Goyang Stabilitas Pasar

Misi berlayar tanpa jeda ini memicu kekhawatiran kesehatan mental prajurit. Selain itu, para awak kapal menghadapi krisis pasokan logistik dasar. Logistik tersebut mencakup bahan makanan serta produk kebersihan harian. Oleh sebab itu, masa rehat ini menjadi krusial bagi seluruh personel.

Kapal induk ini sebelumnya mendukung operasi blokade laut di Selat Hormuz. Meskipun konfrontasi bersenjata mereda, ketegangan kawasan Teluk masih berlanjut. Pemerintah AS juga belum memberikan kepastian mengenai akhir konflik tersebut. Dengan demikian, jeda operasional ini memperkuat kesiapan fisik armada AS.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa
Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 06:19 WIB

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Berita Terbaru

 PM Kanada Mark Carney jajaki status anggota asosiasi Uni Eropa di tengah eskalasi perang dagang dengan Amerika Serikat era Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:19 WIB

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Posnews/KPK)

NASIONAL

KPK OTT BPN Bogor: 17 Orang Diamankan, Nama Summarecon Mencuat

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:40 WIB

Ilustrasi, langit berawan menyelimuti kawasan Jabodetabek pada Selasa 15 September 2026.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Cuaca Jakarta hingga Bekasi Berawan, Suhu Capai 36°C

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:27 WIB