Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Warga Diminta Waspada

Minggu, 6 September 2026 - 08:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menuju sebagian wilayah Jakarta. (Posnews/Ist)

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menuju sebagian wilayah Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gunung Anak Krakatau kembali erupsi. Dampaknya mulai terasa hingga Jakarta.

Abu vulkanik terpantau menyebar ke sebagian wilayah Jakarta pada Minggu (6/9/2026). Debu terlihat di sejumlah lokasi.

BMKG memastikan adanya sebaran abu berdasarkan informasi PVMBG, VAAC Darwin, serta analisis satelit Himawari-9.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua Klaster Abu Bergerak

Analisis BMKG sekitar pukul 05.00 WIB menemukan dua klaster sebaran abu.

Klaster pertama berada dari permukaan hingga sekitar 20.000 kaki. Abu bergerak ke arah timur laut hingga selatan dan mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan sekitarnya.

Klaster kedua mencapai sekitar 50.000 kaki. Pergerakannya menuju barat daya hingga barat laut. Wilayah yang masuk jalur sebaran antara lain Banten, Lampung, Bengkulu, bagian selatan Selat Sunda, dan Samudra Hindia.

Kondisi tersebut menunjukkan abu vulkanik dapat terbawa angin hingga jauh dari sumber erupsi.

Warga Cilangkap Kaget

Dampaknya juga dirasakan warga Cilangkap, Jakarta Timur.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Hujan Guyur Jabodetabek Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus

Eko mengaku kaget saat mendapati teras dan kendaraannya kembali berdebu pada Minggu pagi. Padahal, seluruh bagian depan rumah baru dibersihkan dan kendaraan dicuci pada Sabtu malam.

“Semalam baru nyuci kendaraan, bersihin teras rumah. Waktu bangun Subuh udah ngeres lagi, semua berdebu,” kata Eko.

Meski demikian, warga diminta tidak langsung menyimpulkan semua debu sebagai abu vulkanik. Pemeriksaan resmi tetap menjadi acuan.

Anak Krakatau Masih Siaga

Badan Geologi menetapkan Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga.

Pada 5 September 2026, aktivitas erupsi menerus disertai suara gemuruh dilaporkan terjadi. Semburan merah menyerupai lava fountain juga teramati dari pos pengamatan.

Badan Geologi menyebut tubuh Anak Krakatau yang tumbuh setelah erupsi 2018 masih relatif kecil.

Berdasarkan evaluasi saat laporan dibuat, belum ada indikasi keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami.

Namun, pemantauan tetap dilakukan secara intensif.

Warga Jangan Panik

Abu vulkanik tetap perlu diwaspadai. Partikelnya dapat mengganggu mata dan saluran pernapasan serta mengotori rumah dan kendaraan.

Abu juga berbahaya bagi penerbangan. Karena itu, masyarakat perlu mengikuti informasi resmi terkait perkembangan sebarannya.

Baca Juga :  Kemendag Terbuka Evaluasi Permendag Impor, Dorong Sinergi Lintas Kementerian

Jika abu mulai turun, gunakan masker saat keluar rumah. Lindungi mata, tutup pintu dan jendela, serta hindari mengucek mata.

Kendaraan juga perlu dibersihkan dengan hati-hati agar partikel abu tidak menggores permukaan.

Masyarakat dan wisatawan juga diminta tidak memasuki radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Warga perlu mewaspadai lontaran batu pijar, lava, awan panas, dan hujan abu lebat.

Jangan Mudah Percaya Video Viral

Aktivitas Anak Krakatau juga berpotensi memicu informasi keliru di media sosial.

Karena itu, jangan langsung percaya foto atau video yang beredar. Pastikan informasi berasal dari BMKG, PVMBG/Badan Geologi, atau pemerintah daerah.

Aktivitas gunung api tidak selalu berarti bencana besar. Namun, kewaspadaan tetap penting. Tidak perlu panik, tetapi jangan lengah. Kenali informasi resmi, lindungi kesehatan, dan ikuti arahan petugas.

Abu yang menempel di halaman rumah menjadi pengingat bahwa aktivitas alam bisa berdampak jauh dari sumbernya.

Menghadapi gunung api bukan soal melawan alam, melainkan memahami risikonya dan bertindak tepat. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gunung Anak Krakatau Erupsi, 209 Penerbangan di Soetta Kena Dampak
Bansos Tunai Mulai Diuji 2027, Pemerintah Perketat Data Penerima
46 PMI di Malaysia Segera Pulang, Pemerintah Kejar Target 10 Hari
Prihatin! Andrie Yunus Tak Bisa Membaca, Hukuman 2 TNI Dipangkas
Penerima Bansos Transaksi Judol Rp2,6 Miliar, Gus Ipul: Aneh Sekali
Lowongan KAI 2026 Dibuka Hari Ini, Lulusan SLTA hingga S1 Bisa Daftar
MBG 2027 Sasar 72 Juta Penerima, Anggaran Tembus Rp232,5 Triliun
BTA Indonesia-Malaysia Berlaku, Perdagangan Entikong-Tebedu Digenjot

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 08:23 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, 209 Penerbangan di Soetta Kena Dampak

Sabtu, 5 September 2026 - 20:38 WIB

Bansos Tunai Mulai Diuji 2027, Pemerintah Perketat Data Penerima

Sabtu, 5 September 2026 - 17:19 WIB

46 PMI di Malaysia Segera Pulang, Pemerintah Kejar Target 10 Hari

Jumat, 4 September 2026 - 20:29 WIB

Prihatin! Andrie Yunus Tak Bisa Membaca, Hukuman 2 TNI Dipangkas

Jumat, 4 September 2026 - 13:37 WIB

Penerima Bansos Transaksi Judol Rp2,6 Miliar, Gus Ipul: Aneh Sekali

Berita Terbaru

PM Sanae Takaichi membantah revisi UU Rumah Kekaisaran menghalangi suksesi perempuan, menegaskan tujuannya menjaga jumlah anggota. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Takaichi Bantah Revisi UU Rumah Kekaisaran Halangi Suksesi

Minggu, 6 Sep 2026 - 13:07 WIB

Ilustrasi, Pesawat BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca untuk menangani sebaran abu vulkanik Anak Krakatau. (Posnews/BPBD DKI)

JABODETABEK

Abu Anak Krakatau Ganggu Jakarta, OMC Dikerahkan Hari Ini

Minggu, 6 Sep 2026 - 12:00 WIB