Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Minggu, 6 September 2026 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Putin bertemu utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin membahas perang Ukraina, sementara Kremlin memerintahkan penghentian. Dok: Istimewa.

Putin bertemu utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin membahas perang Ukraina, sementara Kremlin memerintahkan penghentian. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, MOSKOW — Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner di Kremlin pada Sabtu. Ia menyebut situasi di Ukraina sulit sejak awal pembicaraan tersebut.

Pujian Putin untuk Upaya Trump

Putin memuji upaya Presiden Donald Trump mengakhiri perang Ukraina yang telah berlangsung 4,5 tahun. Trump sebelumnya menyebut pada Jumat bahwa AS memiliki proposal baru untuk mengakhiri perang, meski tanpa merinci lebih lanjut.

Putin menegaskan Trump tetap melanjutkan upayanya membantu penyelesaian konflik meski memasuki situasi sulit. Seperti pertemuan sebelumnya, Putin didampingi penasihat kebijakan luar negeri Yuri Ushakov dan utusan investasi Kirill Dmitriev.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dmitriev sebelumnya menjemput kedua tamu tersebut di bandara, mengajak mereka ke restoran, lalu mengantar mereka ke Kremlin.

Penghentian Sementara Serangan ke Kyiv

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan Putin memerintahkan militer menghentikan serangan ke Kyiv selama tiga hari. Perintah ini berlaku mulai tengah malam Sabtu, terkait kunjungan Witkoff dan Kushner ke ibu kota Ukraina.

Baca Juga :  Rusia-China Pererat Koordinasi di Tengah Ancaman Remiliterisasi

Putin mencatat intensitas serangan Ukraina terhadap Rusia juga menurun. Ia berjanji menjamin keselamatan negosiator AS tersebut, meski menegaskan Rusia belum menyetujui gencatan senjata tiga hari yang lebih luas.

Presiden Volodymyr Zelenskyy menyatakan telah berbicara dengan kedua utusan AS yang dijadwalkan mengunjungi Ukraina pada Minggu. Ia menambahkan Ukraina siap menahan diri dari serangan ke Moskow hingga Senin.

Kesenjangan Besar dalam Posisi Kedua Negara

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan 53 drone Ukraina di wilayah udaranya pada Sabtu, jauh lebih sedikit dibanding rata-rata bulan terakhir. Moskow tengah merayakan City Day pada hari yang sama, dengan ratusan ribu warga mengikuti perayaan terbuka.

Kesenjangan besar tetap ada antara Rusia dan Ukraina soal cara mengakhiri perang paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II ini. Sumber dekat Kremlin menyebut Putin masih berniat merebut lebih banyak wilayah.

Sumber tersebut menegaskan tidak ada peluang kesepakatan garis depan sampai Putin menyelesaikan pengamanan sisa wilayah Donetsk. Putin sendiri yakin, berdasarkan laporan komandannya, target ini akan tercapai sebelum akhir tahun.

Baca Juga :  Perang Tanpa Peluru: Sanksi Ekonomi sebagai Senjata Geopolitik

Posisi Kremlin yang “Tak Tergoyahkan”

Analis militer Barat menilai kemungkinan tersebut kecil, mengingat lambatnya laju kemajuan Moskow. Ukraina menolak menyerahkan wilayah yang berhasil dipertahankannya dengan biaya besar, dan menganggap syarat semacam itu setara penyerahan diri.

Kremlin menegaskan pada Jumat bahwa posisi Putin dua tahun lalu tetap tidak tergoyahkan. Posisi tersebut menuntut Ukraina menyerahkan seluruh wilayah empat region klaim Rusia dan membatalkan rencana bergabung NATO.

Sejak perundingan damai terakhir Februari, kedua pihak justru meningkatkan serangan udara jarak jauh ke wilayah masing-masing. Perang laut turut meningkat, sementara garis depan darat sebagian besar tetap statis dengan kemajuan bertahap Rusia di Donbas.

Serangan drone Ukraina terhadap kilang minyak Rusia memicu kelangkaan bahan bakar dan kenaikan harga musim panas ini. Sekitar 30 serangan terhadap gudang raksasa milik Wildberries turut memengaruhi ekonomi konsumen Rusia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan
Takaichi Bantah Revisi UU Rumah Kekaisaran Halangi Suksesi
Petugas Imigrasi AS Didakwa Berbohong soal Penembakan Warga
Andy Burnham dan Macron Gelar Pertemuan Resmi Pertama
Kesepakatan Minyak Venezuela-AS Picu Perdebatan
AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Kuba, Perparah Krisis Energi

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 15:00 WIB

Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition

Minggu, 6 September 2026 - 14:45 WIB

AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC

Minggu, 6 September 2026 - 14:14 WIB

Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Minggu, 6 September 2026 - 13:30 WIB

USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan

Minggu, 6 September 2026 - 13:07 WIB

Takaichi Bantah Revisi UU Rumah Kekaisaran Halangi Suksesi

Berita Terbaru

Sony memperkenalkan controller DualSense GTA 6 Limited Edition dalam varian hitam dan putih bertema Vice City, seharga US$84,99. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:00 WIB

AS menyerang tiga kapal tanker minyak Iran usai rudal IRGC hantam kapal Angkatan Laut, memicu kenaikan harga minyak Brent global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC

Minggu, 6 Sep 2026 - 14:45 WIB

Putin bertemu utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin membahas perang Ukraina, sementara Kremlin memerintahkan penghentian. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Minggu, 6 Sep 2026 - 14:14 WIB

USS Abraham Lincoln meninggalkan Thailand usai kunjungan pelabuhan pertama, di tengah laporan kondisi buruk. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan

Minggu, 6 Sep 2026 - 13:30 WIB

PM Sanae Takaichi membantah revisi UU Rumah Kekaisaran menghalangi suksesi perempuan, menegaskan tujuannya menjaga jumlah anggota. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Takaichi Bantah Revisi UU Rumah Kekaisaran Halangi Suksesi

Minggu, 6 Sep 2026 - 13:07 WIB