POSNEWS.CO.ID, LONDON — Perdana Menteri Inggris Andy Burnham dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menggelar pertemuan resmi pertama pada Kamis. Pertemuan ini berlangsung di kantor dan kediaman Burnham di Downing Street.
Kedua pemimpin membahas upaya Inggris mendekatkan diri dengan Uni Eropa pasca-Brexit. Burnham menegaskan Inggris harus lebih berani mendekat ke Uni Eropa, meski tetap menolak bergabung kembali ke pasar tunggal blok tersebut.
Kekhawatiran muncul terkait agenda “Made in Europe” milik Uni Eropa yang berpotensi merugikan sektor baja Inggris. Burnham menyampaikan langsung kekhawatiran ini kepada Macron dalam pertemuan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Macron, kunjungan ini bermakna penting menjelang akhir masa jabatannya pada Mei 2027. “Ini momen sangat penting bagi hubungan kedua negara,” ujar Macron mengawali pertemuan.
Selain itu, kedua pemimpin membahas maraknya kapal migran besar yang menyeberangi Selat Channel. Downing Street menyatakan 45 petugas Prancis akan dikerahkan ke pantai untuk menangani penyeberangan ilegal tersebut.
Burnham menegaskan kedua negara membuat kemajuan signifikan menekan angka penyeberangan migran. Inggris bahkan mencatat jumlah kapal kecil pembawa migran terendah musim panas ini sejak 2019.
Burnham juga berkomitmen mempertahankan dukungan Inggris bagi Ukraina di tengah agresi Rusia. Sementara itu, Macron memuji keputusan Inggris membagikan informasi komponen rudal jarak jauh SCALP kepada Ukraina.
Kedua pemimpin turut membahas langkah selanjutnya membangun lini perakitan lokal SCALP di Ukraina. Selain itu, mereka juga membahas upaya membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran internasional.
Didampingi istri masing-masing, kedua pemimpin bergabung dengan Raja Charles III dan Ratu Camilla dalam pratinjau pameran Bayeux Tapestry. “Ini menunjukkan apa yang bisa dicapai lewat kolaborasi,” ujar Burnham kepada Macron.
Burnham menyebut pinjaman sulaman berusia hampir 1.000 tahun ini sebagai gestur besar niat baik dan persahabatan. Macron sendiri berperan penting selama hampir satu dekade mendorong terwujudnya peminjaman tapestry tersebut.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia














