POSNEWS.CO.ID, TEHERAN — Pasukan AS menyerang tiga kapal tanker minyak Iran pada Sabtu, menurut Komando Pusat AS. Salah satu serangan terjadi di lepas pantai Pulau Kharg, dekat pusat ekspor minyak utama Iran.
Kronologi Serangan dan Balasan AS
Komando Pusat AS menyatakan serangan ini dilancarkan setelah Garda Revolusi Islam Iran meluncurkan rudal balistik ke dua kapal Angkatan Laut AS. Laksamana Brad Cooper, kepala Komando Pusat AS, menegaskan pesan tegas kepada IRGC.
Cooper menyebut jika IRGC menembak dua kapal AS, pihaknya akan mengenakan biaya ekonomi lebih tinggi dengan menghancurkan tiga kapal Iran. Iran merespons dengan mengancam intensifikasi serangan terhadap kapal militer AS di kawasan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ancaman Balasan dari Militer Iran
Komando militer Iran menyatakan lewat media pemerintah bahwa serangan pasukan bersenjata Iran terhadap kapal militer AS akan lebih parah dari sebelumnya. Pernyataan ini muncul jika kejahatan, ketidakamanan, dan gangguan terhadap kapal Iran serta blokade laut terus berlanjut.
Militer Iran bahkan menyebut ada kemungkinan perluasan serangan tersebut. Tasnim, kantor berita semi-resmi Iran, melaporkan empat rudal AS menghantam tanker di area labuh Kharg.
Sumber lokal yang Tasnim kutip menyebut tidak ada korban jiwa, dengan awak tanker sedang dievakuasi. Komando Pusat AS menegaskan tidak ada personel Amerika yang terluka dalam insiden pembalasan tersebut.
Konteks Eskalasi Konflik Berkelanjutan
Pertukaran serangan ini mengikuti eskalasi sepekan terakhir yang mengancam memperdalam konflik. Perang ini berlangsung sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari, mengganggu pasokan energi global.
Mayoritas warga Amerika menentang perang ini menjelang pemilu kongres November. Presiden Donald Trump sebelumnya menulis pada 31 Agustus bahwa Pulau Kharg sedang “dihancurkan berkeping-keping”, disertai video buatan AI.
Otoritas Iran berjanji memberikan respons keras jika Kharg diserang. Iran merupakan produsen terbesar ketiga OPEC dan mengekspor 90 persen minyak mentahnya lewat Pulau Kharg sebelum perang.
Dampak terhadap Ekonomi dan Harga Minyak
Aliran ekspor minyak Iran terganggu sejak blokade AS terhadap ekspor minyak Iran dimulai pertengahan April. Trump sempat menyatakan pada 11 Juni ingin mengambil alih Pulau Kharg, namun kemudian menyebut operasi militer di sana ditunda sementara.
Pernyataan ini muncul beberapa hari sebelum Teheran dan Washington menandatangani kesepakatan sementara pada 17 Juni. Serangan AS terhadap Kharg berpotensi menekan lebih jauh industri minyak dan ekonomi Iran yang sudah terpuruk akibat blokade laut AS.
AS memberlakukan blokade pelabuhan Iran setelah Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur penting yang sebelumnya mengalirkan seperlima pasokan minyak dunia. Harga futures minyak Brent ditutup pada level tertinggi sejak 24 Juli, mencapai $96,28 per barel, seiring ketegangan Timur Tengah memicu kekhawatiran pasokan global.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia














