Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Water Cannon Semprot Jalan Utama

Minggu, 6 September 2026 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi mengerahkan kendaraan water cannon untuk menyemprot jalan yang dipenuhi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Bogor. (Posnews/Ist)

Polisi mengerahkan kendaraan water cannon untuk menyemprot jalan yang dipenuhi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Bogor. (Posnews/Ist)

BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Ada pemandangan tak biasa di jalanan Bogor, Minggu (6/9/2026).

Kendaraan Armored Water Cannon (AWC) yang biasanya identik dengan pengamanan massa, kali ini turun membawa misi berbeda.

Bukan mengejar kerumunan. Bukan pula menghalau demonstran. Water cannon justru menyemprot jalan untuk membersihkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polres Bogor mengerahkan kendaraan taktis tersebut setelah abu vulkanik terpantau mencapai wilayah Bogor.

Air bertekanan tinggi disemprotkan ke permukaan jalan agar endapan abu tidak kembali beterbangan ketika dilindas kendaraan.

Langkah serupa dilakukan Pemkab Bogor melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Petugas menyemprot jalan secara berkala di 11 wilayah menggunakan metode light water spray.

Jalan Bogor Dibasahi, Abu Ditekan

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan pembersihan difokuskan pada jalur dengan aktivitas kendaraan tinggi.

Penyemprotan dilakukan mulai dari Jalan Raya Jakarta-Bogor hingga Jalan Alternatif Sentul.

Baca Juga :  Bayi 11 Bulan dicekoki Miras di NTT, Ayah Kandug Wajib Lapor dan Sampel Diuji Labfor

Tujuannya sederhana, tetapi penting. Abu yang menempel di aspal jangan sampai kembali beterbangan saat roda kendaraan melintas.

Dengan begitu, paparan debu di sekitar jalan diharapkan bisa ditekan. Selain itu, jarak pandang pengendara juga diharapkan kembali membaik.

6.000 Liter Air Dibawa ke Jalan

AWC Polres Bogor memiliki kapasitas sekitar 6.000 liter air.

Kendaraan yang biasanya menjadi bagian dari perlengkapan pengendalian massa itu kini menjalankan fungsi kemanusiaan.

Semprotan air diarahkan ke permukaan aspal untuk membilas endapan abu vulkanik.

Namun, polisi mengingatkan pengendara agar tidak lengah. Setelah disemprot, jalan menjadi basah. Karena itu, pengendara diminta mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman.

Jangan sampai upaya membersihkan abu justru memicu kecelakaan karena pengendara melaju terlalu kencang di jalan basah.

Pemadam Kebakaran Ikut Bergerak

Tak hanya polisi. Petugas pemadam kebakaran di berbagai sektor Kabupaten Bogor juga turun tangan.

Yudi Santosa, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, mengatakan penyemprotan dilakukan secara serentak untuk membantu mengurangi dampak abu vulkanik.

Langkah tersebut menyasar jalan-jalan utama yang banyak digunakan masyarakat.

Respons cepat ini dilakukan setelah sebaran abu vulkanik terpantau mencapai Bogor. Pemkab Bogor pun meminta warga meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di luar rumah.

Baca Juga :  BNN Amankan 10 WNI Positif Narkoba di Bandara Soekarno-Hatta

Abu Bisa Kembali Terbang

Ada alasan mengapa jalan perlu dibasahi. Abu vulkanik yang sudah jatuh ke aspal tidak otomatis aman. Ketika kendaraan melintas, partikel tersebut dapat kembali terangkat ke udara.

Itulah sebabnya penyemprotan dilakukan secara berkala.

Namun, warga tetap harus melindungi diri. Masker tetap diperlukan ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama bagi anak-anak, lansia dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Abu Bergerak Jauh dari Krakatau

Gunung Anak Krakatau berada di Selat Sunda. Namun, dampak erupsinya dapat menjangkau wilayah yang jauh.

BMKG pada Minggu (6/9) mengidentifikasi sebaran abu vulkanik yang melingkupi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu.

Pada lapisan hingga 20.000 kaki, abu bergerak ke arah timur laut hingga selatan dan mencakup sebagian Jawa Barat.

Karena itu, kondisi di Bogor bukan sekadar persoalan debu di jalan. Masyarakat perlu memahami bahwa arah dan kecepatan angin dapat membuat sebaran abu berubah. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belum Sebulan Menikah, Perempuan 18 Tahun di Takalar Kritis Diduga Ditikam Suami
Petaka Pasar Malam Lombok Utara, SPG 20 Tahun Tewas Terjatuh dari Kora-Kora
Perjalanan Keluarga di Magelang Berakhir Maut, Ayah Ibu dan Anak Tewas
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Nelayan Bantu Evakuasi Bayi dan Anak-anak
Sekitar 100 Orang Sakit Santap MBG di Cirebon, Ini Perkembangan Penanganannya
KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Sandar, Ini Penanganan ASDP bagi Penumpang
Lima Tahun Berlalu, Kasus Pembakaran Camp PT Unggul Kembali Terungkap
Polsanak Polda Bengkulu, Kenalkan Tugas Polisi dan Rambu Lalu Lintas kepada Anak

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Belum Sebulan Menikah, Perempuan 18 Tahun di Takalar Kritis Diduga Ditikam Suami

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Petaka Pasar Malam Lombok Utara, SPG 20 Tahun Tewas Terjatuh dari Kora-Kora

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:04 WIB

Perjalanan Keluarga di Magelang Berakhir Maut, Ayah Ibu dan Anak Tewas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:35 WIB

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Nelayan Bantu Evakuasi Bayi dan Anak-anak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Sekitar 100 Orang Sakit Santap MBG di Cirebon, Ini Perkembangan Penanganannya

Berita Terbaru