Imigrasi Amankan 55 WN China di Proyek Data Center BSD, Ini Rinciannya

Senin, 7 September 2026 - 15:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Imigrasi mengamankan WN China dalam operasi pengawasan di proyek data center BSD Tangerang Selatan. (Posnews/Ist)

Petugas Imigrasi mengamankan WN China dalam operasi pengawasan di proyek data center BSD Tangerang Selatan. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aktivitas puluhan warga negara asing (WNA) di sebuah proyek pembangunan data center di kawasan BSD, Tangerang Selatan, mendadak menjadi perhatian Imigrasi.

Sebanyak 55 warga negara China diamankan tim penyidik Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan setelah diduga menyalahgunakan izin tinggal untuk bekerja di lokasi proyek.

Operasi pengawasan tersebut berlangsung pada Kamis, 3 September 2026, di kawasan pembangunan Data Center Sinarmas Plus (SM+) dan Galeri Smartfren BSD.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus ini terungkap setelah patroli siber Imigrasi menemukan aktivitas sejumlah WNA yang diduga tidak sesuai dengan izin tinggal yang mereka miliki.

Direktur Jenderal Imigrasi Kemenimipas, Hendarsam Marantoko, mengatakan petugas tidak langsung melakukan penindakan.

Imigrasi terlebih dahulu mengumpulkan informasi dan mengidentifikasi WNA yang diduga melakukan pelanggaran.

“Ada dugaan penyalahgunaan izin tinggal di proyek tersebut. Karena itu kami lakukan penyelidikan, kami dapati sejumlah nama, barulah tim kami bergerak untuk melakukan operasi pengawasan,” kata Hendarsam dalam keterangannya.

53 WNA Diduga Bekerja Tak Sesuai Izin

Dari 55 WN China yang diamankan, Imigrasi mengidentifikasi 53 orang yang diduga melakukan aktivitas bekerja di lokasi proyek menggunakan izin tinggal yang tidak sesuai.

Temuan ini menjadi perhatian karena izin tinggal kunjungan pada dasarnya memiliki fungsi berbeda dengan izin yang digunakan untuk bekerja.

Baca Juga :  Penganiayaan Sadis di Kalideres, Pedagang Diserang Komplotan Bersenjata Stik Golf

Artinya, persoalan bukan semata-mata soal kewarganegaraan, melainkan kesesuaian antara aktivitas WNA dengan jenis izin tinggal yang dimilikinya.

Beberapa WNA yang diperiksa antara lain FZ, HL, JY, SY, dan ZZ. Kelimanya tercatat sebagai pemegang Izin Tinggal Kunjungan (ITK) dengan penjamin PT BOS.

Petugas juga mengidentifikasi WN China berinisial XX yang memegang visa kunjungan multipel dengan PT WD sebagai penjamin.

Selain itu, SJ, XB, dan ZP tercatat sebagai pemegang visa kunjungan tanpa penjamin.

17 Orang Masuk Rudenim Jakarta

Dari hasil operasi, 17 WN China pemegang ITK berdasarkan Visa on Arrival (VoA) didetensi.

Mereka kemudian dititipkan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Jakarta untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, 27 WNA lainnya yang diduga melakukan aktivitas bekerja tidak langsung didetensi.

Imigrasi mengambil tindakan administratif berupa penahanan paspor untuk kepentingan pemeriksaan.

Dengan demikian, status penanganan para WNA tidak seluruhnya sama. Petugas menentukan tindakan berdasarkan hasil pengawasan dan kebutuhan pemeriksaan masing-masing.

Empat WNA Masuk Daftar Subject of Interest

Selain 17 orang yang didetensi dan 27 WNA yang paspornya ditahan, Imigrasi menemukan empat WN China yang diduga bekerja dan paspornya telah diamankan dari pihak perusahaan.

Namun, keberadaan keempat orang tersebut belum ditemukan. Karena itu, Imigrasi memasukkan mereka ke dalam daftar Subject of Interest (SOI).

Langkah tersebut memungkinkan petugas melakukan pemantauan dan penelusuran lebih lanjut untuk menemukan keberadaan mereka.

Tujuh WNA Dipanggil untuk Diperiksa

Kemudian, terdapat tujuh WN China lainnya yang ditemukan di lokasi dan diduga melakukan aktivitas bekerja.

Baca Juga :  Perpanjangan SIM Online via Digital Korlantas POLRI, Cepat dan Gampang

Mereka dikenakan tindakan administratif berupa penahanan paspor. Namun, ketujuhnya tidak didetensi. Imigrasi menjadwalkan pemeriksaan terhadap mereka pada Rabu, 9 September 2026.

Pemeriksaan tersebut penting untuk mengklarifikasi aktivitas mereka di proyek sekaligus mencocokkan pekerjaan yang dilakukan dengan dokumen keimigrasian yang dimiliki.

Berawal dari Patroli Siber

Pengungkapan kasus ini menunjukkan pengawasan orang asing kini tidak hanya mengandalkan pemeriksaan langsung di lapangan.

Imigrasi memanfaatkan patroli siber untuk menemukan indikasi pelanggaran. Setelah menemukan informasi awal, petugas melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi WNA yang diduga bermasalah.

Barulah tim bergerak melakukan operasi pengawasan di lokasi proyek. Pola tersebut menunjukkan pengawasan keimigrasian semakin mengandalkan kombinasi data digital dan pemeriksaan lapangan.

Imigrasi Tak Mau Ada Pelanggaran

Hendarsam menegaskan operasi pengawasan terhadap WNA dilakukan secara berkala.

Langkah tersebut bertujuan menjaga ketertiban, mencegah pelanggaran, sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan keimigrasian.

“Operasi pengawasan kami lakukan secara berkala untuk menjaga ketertiban, memberikan efek cegah agar tidak terjadi pelanggaran, serta menjaga kepercayaan publik terhadap Imigrasi,” ujar Hendarsam.

Bagi dunia usaha, kasus ini juga menjadi pengingat bahwa keberadaan tenaga asing harus mengikuti aturan keimigrasian.

Perusahaan yang menjadi penjamin WNA memiliki peran penting dalam memastikan aktivitas orang asing sesuai dengan dokumen dan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, masyarakat diminta tidak terburu-buru memberikan cap bahwa seluruh WNA yang diamankan telah melakukan pelanggaran pidana.

Sebab, hingga tahap ini, Imigrasi masih melakukan pemeriksaan dan penindakan administratif berdasarkan dugaan penyalahgunaan izin tinggal. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Babak Baru Kasus Narkoba B Fashion, Police Line dan CCTV Dicabut
WN India Dijambret di Menteng, Pelaku Samsung S25 Diciduk Polisi
BYD Tabrak Innova, Fortuner Oleng, Satu Keluarga Tewas di Kembangan
Dua Pelaku Berboncengan Gasak Samsung S25 Turis India di Menteng
Kapolres Bekasi Lindungi Pelajar dari Aksi Berbahaya dan Provokasi Digital
Polisi Bongkar Gudang Narkoba di Kalideres, Ribuan Ekstasi Disita
Dua ART Lapor Disekap di Penjaringan, Polisi Bongkar Fakta Sebenarnya
Toko Berjalan di Bekasi Digerebek, 2.451 Pil Keras Disita dari Mobil

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:58 WIB

Imigrasi Amankan 55 WN China di Proyek Data Center BSD, Ini Rinciannya

Minggu, 6 September 2026 - 21:30 WIB

WN India Dijambret di Menteng, Pelaku Samsung S25 Diciduk Polisi

Minggu, 6 September 2026 - 06:08 WIB

BYD Tabrak Innova, Fortuner Oleng, Satu Keluarga Tewas di Kembangan

Sabtu, 5 September 2026 - 19:58 WIB

Dua Pelaku Berboncengan Gasak Samsung S25 Turis India di Menteng

Sabtu, 5 September 2026 - 19:23 WIB

Kapolres Bekasi Lindungi Pelajar dari Aksi Berbahaya dan Provokasi Digital

Berita Terbaru