BANTEN, POSNEWS.CO.ID – Harapan sempat muncul ketika Tim SAR Gabungan menemukan jaket pelampung dan pelampung putih di perairan Selat Sunda saat mencari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Namun, temuan itu ternyata bukan perlengkapan keselamatan dari kapal yang membawa rombongan jurnalis.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menegaskan, jaket pelampung berwarna oranye dan pelampung putih yang ditemukan pada hari ketiga pencarian, Kamis (10/9/2026), tidak berasal dari kapal Arupadhatu 01 maupun Arupadhatu 02.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Temuan hari ketiga yang menemukan life jacket warna oranye dan pelampung warna putih itu bukan milik atau bukan alat-alat keselamatan yang ada pada kapal yang ditumpangi jurnalis,” kata Hengki dalam konferensi pers, Jumat (11/9/2026).
Pemilik Kapal Ikut Memastikan
Untuk memastikan asal barang tersebut, polisi memeriksa pemilik kapal Arupadhatu, Sandi. Hasil pemeriksaan menunjukkan perlengkapan yang ditemukan di laut tidak sama dengan alat keselamatan yang tersedia di kedua kapal.
“Artinya, temuan tersebut tidak sama dengan yang digunakan pada kapal Arupadhatu 01 dan 02,” ujar Hengki.
Sebelumnya, Danlanal Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo mengatakan KAL Anyer menemukan life jacket di perairan Cikoneng-Labuan, Anyer, pada Kamis (10/9).
Saat pertama ditemukan, TNI AL belum memastikan apakah benda tersebut berkaitan dengan rombongan yang hilang sehingga proses identifikasi dilakukan terlebih dahulu.
Temuan itu berada sekitar 7,5 nautical mile dari Suar Tanjung Cikoneng, Anyer, Serang, Banten. Lokasinya juga sekitar 20 nautical mile dari Gunung Anak Krakatau.
Selain life jacket, petugas menemukan benda lain di sekitar lokasi yang diduga merupakan pelampung berbentuk botol berwarna putih.
Pencarian Belum Berhenti
Meski temuan tersebut tidak berkaitan dengan kapal Arupadhatu, Tim SAR Gabungan tetap memperluas pencarian.
Petugas menyisir sejumlah sektor di perairan Selat Sunda dengan dukungan unsur laut dan udara.
Hengki memastikan operasi belum dihentikan. Tim masih melakukan pencarian langsung sekaligus pemantauan di sekitar lokasi kejadian.
“Sampai dengan hari ini masih dilakukan searching maupun pemantauan langsung di sekitar TKP dengan pembagian beberapa sektor,” tegasnya.
Sebelumnya, rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Komunikasi terakhir tercatat sekitar pukul 15.04 WIB, setelah salah satu anggota rombongan sempat mengirimkan titik lokasi pada pukul 14.42 WIB.
Sebanyak lima jurnalis dan tiga orang lainnya kemudian dilaporkan hilang kontak. Pencarian terus diperluas hingga wilayah perairan Lampung untuk mengantisipasi kemungkinan rombongan terbawa arus.
Jangan Berspekulasi dari Temuan di Laut
Kepastian bahwa life jacket tersebut bukan milik kapal Arupadhatu menjadi pengingat penting dalam operasi pencarian. Setiap benda yang ditemukan di laut harus melalui verifikasi sebelum dikaitkan dengan korban.
Karena itu, masyarakat dan keluarga diminta menunggu informasi resmi dari Tim SAR.
Di tengah kondisi Gunung Anak Krakatau yang masih aktif serta cuaca dan gelombang yang menjadi tantangan operasi, proses pencarian tetap mengutamakan keselamatan personel.
Kini, perhatian Tim SAR kembali tertuju pada pencarian delapan orang yang masih belum ditemukan.
Harapannya, operasi gabungan segera memberikan titik terang bagi keluarga dan rekan-rekan para jurnalis.
Editor : Hadwan













