Inisiatif Label Karya Manusia Pada Buku Bebas AI Semakin Marak

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Industri penerbitan global gencar menghadirkan label sertifikasi buku karya manusia guna mengantisipasi maraknya penggunaan kecerdasan buatan (AI). Dok: Istimewa.

Industri penerbitan global gencar menghadirkan label sertifikasi buku karya manusia guna mengantisipasi maraknya penggunaan kecerdasan buatan (AI). Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, FRANKFURT – Industri penerbitan global kini gencar mengenalkan inisiatif label khusus bagi buku karya manusia.

Langkah ini menyusul maraknya skandal penulis yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan tanpa mengakuinya.

Ajang Pameran Buku Frankfurt minggu ini memamerkan berbagai skema label dari Inggris, Prancis, dan Jerman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para pelaku industri buku berdebat sengit mengenai tantangan besar dari kehadiran teknologi AI.

Salah satu kasus besar menimpa penulis Haiti-Kanada bernama Thelyson Orelien di dunia sastra bahasa Prancis.

Baca Juga :  Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Pendiri lembaga Librinova Charlotte Allibert menyebut skandal ini sebagai gempa bumi bagi industri buku Prancis.

Oleh karena itu, Librinova menawarkan layanan pemeriksaan dan label karya manusia dengan biaya terjangkau.

Lembaga ini telah memberikan stempel resmi kepada sekitar 200 karya sastra hingga saat ini.

Skema Sertifikasi Internasional dan Tantangan Verifikasi

Selanjutnya, startup Inggris bernama Books By People juga mendaftarkan tanda sertifikasi karya manusia secara resmi.

Inisiatif ini menetapkan standar literatur organik yang mewajibkan tulisan murni berasal dari pemikiran penulis.

Baca Juga :  Zelenskyy Ingin Pasukan AS di Ukraina sebagai Jaminan Keamanan

Namun, sistem ini tetap mengizinkan penggunaan AI terbatas untuk pemeriksaan ejaan atau tata bahasa.

Di sisi lain, Authors Guild di Amerika Serikat menghadirkan tanda sertifikasi khusus untuk penulis.

Sistem mandiri ini telah memberikan stempel resmi kepada sekitar 6.500 judul buku di Amerika.

Meskipun demikian, beberapa pihak seperti Asosiasi Penerbit Jerman Sebastian Guggolz tetap meragukan efektivitas skema label ini.

Sebab, pengecekan sederhana belum mampu menjamin transparansi penuh dalam seluruh proses produksi buku.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jepang Menegaskan Dukungan Mahkamah Pidana Internasional
Polisi India Menangkap 2.000 Pengunjuk Rasa Gerakan Pemuda
Serangan Rudal Rusia Menewaskan 20 Warga Zaporizhzhia
Kelompok Houthi Menyerang Bandara Internasional Riyadh
Donald Trump Kecam Komite Nobel dan Norwegia
Gencatan Senjata Gaza: Serangan Israel Masih Berlangsung
Presiden Taiwan Lai Ching-te Tegaskan Komitmen Perdamaian
JD Vance Ragukan Pentagon Menyiarkan Eksekusi Nidal Hasan

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Inisiatif Label Karya Manusia Pada Buku Bebas AI Semakin Marak

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Jepang Menegaskan Dukungan Mahkamah Pidana Internasional

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Polisi India Menangkap 2.000 Pengunjuk Rasa Gerakan Pemuda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Serangan Rudal Rusia Menewaskan 20 Warga Zaporizhzhia

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Kelompok Houthi Menyerang Bandara Internasional Riyadh

Berita Terbaru

Razer merilis lini mouse gaming ergonomis Basilisk V4 Pro dan V4 HyperSpeed berbekal sensor Focus Pro 50K DPI dan polling rate 8.000 Hz. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Razer Merilis Mouse Gaming Basilisk V4 Pro dan V4 HyperSpeed

Minggu, 11 Okt 2026 - 16:29 WIB

Industri penerbitan global gencar menghadirkan label sertifikasi buku karya manusia guna mengantisipasi maraknya penggunaan kecerdasan buatan (AI). Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Inisiatif Label Karya Manusia Pada Buku Bebas AI Semakin Marak

Minggu, 11 Okt 2026 - 15:23 WIB

Ilustrasi, Jepang menegaskan dukungan kepada ICC dan prihatin atas sanksi Amerika Serikat demi menjaga supremasi hukum internasional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jepang Menegaskan Dukungan Mahkamah Pidana Internasional

Minggu, 11 Okt 2026 - 14:21 WIB