SUMEDANG, POSNEWS.CO.ID – Perjuangan keluarga mencari Yogi Saparudin (35), sopir taksi online asal Sumedang, Jawa Barat, berakhir tragis.
Setelah sempat hilang kontak usai menerima pesanan perjalanan, Yogi ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terkubur di kawasan Perkebunan Teh Margawindu, Dusun Cisoka, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan.
Polisi bergerak mengusut kematian korban. Tim Satreskrim Polres Sumedang mengamankan dua orang yang diduga terlibat, masing-masing berinisial AD (30) dan MIN (17), pada Sabtu (10/10/2026) malam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keduanya kini menjalani pemeriksaan untuk membantu penyidik mengungkap kronologi, motif, serta peran masing-masing dalam kasus tersebut. Polisi juga mendalami bukti-bukti yang berkaitan dengan kematian Yogi.
Hilang Kontak Setelah Menerima Orderan
Peristiwa ini bermula ketika Yogi menerima pesanan perjalanan pada Kamis (8/10/2026). Setelah itu, keluarga dan rekan-rekannya kesulitan menghubungi pengemudi tersebut.
Istri korban kemudian melaporkan kehilangan kontak itu. Rekan-rekan sesama pengemudi taksi online turut mencari Yogi karena khawatir terjadi sesuatu selama ia bekerja.
Ari Prabawa, salah satu rekan korban, mengatakan Yogi terakhir diketahui menuju kawasan galian pasir di kaki Gunung Tampomas.
Ia menduga pesanan tersebut berkaitan dengan orderan fiktif yang digunakan untuk menjebak pengemudi.
“Menurut saya ini murni pembunuhan atau perampokan, karena ini orderan fiktif,” ujar Ari.
Namun, dugaan orderan fiktif tersebut masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan polisi.
Mobil Korban Ditemukan, Pencarian Berlanjut
Dalam upaya mencari keberadaan Yogi, rekan-rekannya menemukan mobil korban terparkir di kawasan Peusar, Desa Baginda, pada Jumat (9/10/2026).
Temuan itu menambah kekhawatiran keluarga dan rekan korban. Mereka terus berupaya mencari petunjuk untuk mengetahui keberadaan Yogi hingga polisi mengungkap penemuan jasadnya di perkebunan teh kawasan Cisoka.
Menurut keterangan kepolisian yang dikutip sejumlah media, petugas menemukan jasad korban dalam kondisi terkubur sekitar satu meter di dalam tanah.
Polisi kemudian mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung, untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab kematian.
Dua Orang Diamankan, Motif Masih Didalami
Kasi Humas Polres Sumedang AKP Awang Munggardijaya membenarkan bahwa tim Unit Respons Cepat (URC) Resmob Satreskrim telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Keduanya berinisial AD (30) dan MIN (17). Polisi mengamankan mereka di sebuah rumah di kawasan Gunung Buled, Jatimulya, pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
“Penyidik masih mendalami motif, peran masing-masing pihak, serta melengkapi alat bukti,” ujar Awang, mewakili Kapolres Sumedang AKBP Reza Ma’ruffi.
Sejumlah laporan media lokal menyebut dugaan persoalan utang sebesar Rp25 juta sebagai salah satu petunjuk awal.
Meski demikian, penyidik masih mendalami motif tersebut dan belum menyampaikan kesimpulan akhir secara resmi.
Polisi juga menelusuri dugaan keterkaitan kendaraan milik korban dengan perkara ini. Karena itu, kronologi lengkap dan tanggung jawab masing-masing pihak masih menunggu hasil penyidikan.
Rekan Kenang Yogi sebagai Sosok yang Suka Membantu
Di mata rekan-rekannya, Yogi dikenal sebagai pribadi yang baik, mudah bergaul, dan bersedia membantu teman ketika membutuhkan pertolongan.
Kabar kematiannya meninggalkan duka bagi keluarga dan komunitas pengemudi taksi online yang ikut mencari keberadaannya.
Mereka berharap polisi mengungkap kasus tersebut secara tuntas dan memproses pihak yang terbukti bersalah sesuai hukum.
Kasus ini juga menjadi pengingat bagi para pengemudi transportasi online agar tetap waspada saat menerima pesanan, terutama ketika lokasi penjemputan atau tujuan perjalanan menimbulkan kecurigaan.
Pengemudi dapat membagikan informasi perjalanan kepada keluarga atau rekan tepercaya dan segera meminta bantuan apabila menghadapi situasi yang mengancam keselamatan.
Meski demikian, pengungkapan perkara tetap harus bertumpu pada bukti.
Polisi kini melanjutkan penyidikan untuk memastikan penyebab kematian Yogi, menguji dugaan motif, dan mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang merenggut nyawa pengemudi tersebut. **
Editor : Hadwan













