POSNEWS.CO.ID, ADEN – Kelompok Houthi menembakkan serangkaian rudal ke Kompleks Istana Kepresidenan al-Maashiq di Kota Aden, Yaman.
Serangan mematikan tersebut menewaskan dua orang pengawal istana, tetapi Perdana Menteri beserta para menteri kabinet berada dalam kondisi selamat.
Langkah ini menjadi serangan pertama yang menyasar pusat pemerintahan Yaman di Aden sejak konflik kawasan kembali memanas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Juru bicara militer Houthi Yahya Saree menegaskan bahwa pihaknya menargetkan markas operasi militer Arab Saudi di area istana tersebut.
Eskalasi Serangan Ke Fasilitas Vital Arab Saudi
Di sisi lain, koalisi militer pimpinan Arab Saudi membeberkan lonjakan serangan Houthi terhadap berbagai infrastruktur sipil di wilayahnya.
Juru bicara koalisi Turki al-Maliki menyebutkan bahwa Houthi meluncurkan 20 serangan ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Rangkaian serangan udara sepanjang bulan ini telah menewaskan 17 orang serta melukai 333 korban lainnya di bandara utama tersebut.
Bahkan, serangan Houthi ke Bandara Abha dekat perbatasan Yaman juga menewaskan tiga orang dan melukai 28 warga sipil.
Pasokan Senjata Dan Respon Koalisi Militer
Turki al-Maliki mengungkapkan bahwa Houthi memperoleh pasokan teknologi militer canggih berupa rudal balistik dan drone dari pihak luar.
Sebagai balasan, koalisi militer telah menghancurkan 127 fasilitas penyimpanan senjata serta platform peluncuran rudal milik Houthi di pegunungan Yaman.
Namun, pihak Houthi justru memperbarui peringatan bahaya dan mengimbau seluruh maskapai penerbangan agar menghindari ruang udara Arab Saudi.
Kondisi ini memicu kekhawatiran global akan pemburukan krisis kemanusiaan serta gangguan pada jalur pelayaran strategis di Bab el-Mandeb.













