Trio Mediator Bertemu di Kairo: Mesir, Qatar, dan Turki Susun Strategi Selamatkan Fase Kedua Gencatan Senjata Gaza

Rabu, 26 November 2025 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fase kedua gencatan senjata Gaza di ujung tanduk? Tiga negara mediator kumpul  darurat di Kairo. Simak strategi mereka gandeng pusat koordinasi Israel demi hentikan pelanggaran. Dok: Istimewa.

Fase kedua gencatan senjata Gaza di ujung tanduk? Tiga negara mediator kumpul darurat di Kairo. Simak strategi mereka gandeng pusat koordinasi Israel demi hentikan pelanggaran. Dok: Istimewa.

KAIRO, POSNEWS.CO.ID – Upaya diplomatik untuk menyelamatkan Gaza kembali bergulir kencang. Pejabat tinggi dari tiga negara mediator utama, yakni Mesir, Qatar, dan Turki, berkumpul di Kairo, Selasa (25/11/2025).

Pertemuan ini menghadirkan figur-figur kunci intelijen dan diplomasi kawasan. Tercatat, Kepala Intelijen Mesir Hassan Rashad, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani, dan Direktur Intelijen Turki Ibrahim Kalin duduk satu meja.

Mereka fokus membahas satu agenda krusial. Tujuannya, mereka ingin memastikan keberhasilan transisi menuju tahap kedua perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinasi dengan Pusat Militer Israel

Trio mediator ini menyadari tantangan besar di lapangan. Oleh karena itu, mereka sepakat untuk meningkatkan koordinasi langsung dengan Pusat Koordinasi Sipil-Militer (CMCC) Israel.

Baca Juga :  Tabrakan Maut Bus ALS vs Truk Tangki di Muratara, 16 Tewas dan Bus Terbakar

Badan tersebut memegang peran vital dalam mengawasi jalannya gencatan senjata. Menurut laporan Al Qahera News Channel, para pejabat membahas cara-cara teknis untuk mencegah pelanggaran yang masih sering terjadi.

Pasalnya, mekanisme pengawasan yang ada saat ini masih memiliki celah. Mereka ingin memastikan gencatan senjata benar-benar bertahan dan tidak runtuh di tengah jalan.

“Kami sepakat memperkuat kerja sama untuk menghilangkan segala hambatan,” ungkap seorang pejabat Turki.

Hamas Tuntut Pengawasan Ketat

Pertemuan trilateral ini terjadi tepat setelah pembicaraan pendahuluan. Sebelumnya, Hassan Rashad telah bertemu dengan delegasi Hamas di Kairo pada hari Minggu.

Dalam pertemuan itu, Hamas menegaskan kembali komitmen mereka terhadap fase pertama perjanjian. Namun, kelompok tersebut mengajukan syarat tegas. Mereka menuntut adanya mekanisme yang diawasi langsung oleh mediator untuk memantau dan menghentikan “pelanggaran” Israel.

Sementara itu, situasi di lapangan masih rapuh. Gencatan senjata yang mulai berlaku sejak 10 Oktober lalu memang berhasil mengurangi intensitas serangan secara drastis. Akan tetapi, aksi kekerasan belum berhenti sepenuhnya.

Baca Juga :  Operasi Patuh Jaya 2026 Mulai Hari Ini, Ini Pelanggaran yang Diburu Polisi

Angka Korban Masih Bertambah

Data terbaru menunjukkan realitas yang menyedihkan. Otoritas kesehatan Gaza melaporkan setidaknya 345 warga Palestina tewas akibat serangan Israel sejak 11 Oktober. Selain itu, 889 orang lainnya mengalami luka-luka dalam periode yang sama.

Total korban jiwa sejak konflik pecah pada Oktober 2023 kini mencapai angka yang mengerikan, yakni 69.775 orang.

Di sisi lain, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melaporkan penemuan jenazah sandera pada Selasa. Hamas mengklaim jenazah tersebut adalah sandera yang tewas akibat serangan.

Kini, waktu terus berjalan. Fase pertama kesepakatan yang didukung AS akan segera berakhir. Hanya tiga sandera Israel yang tersisa di Gaza. Maka, keberhasilan pertemuan Kairo ini menjadi kunci hidup-mati bagi kelanjutan perdamaian di wilayah tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC
Israel Gelar Serangan Susulan di Lebanon Selatan Saat Diplomasi
AS Periksa Akun Media Sosial Jurnalis Asing Pemohon Visa
AS Tetap Dorong Lisensi Rudal Patriot Ukraina
Presiden Lee Jae Myung Siaga Satu Sambut Puncak Gelombang
Iran dan Oman Sepakati Kontrol Selat Hormuz dalam Draf
Pemerintah Jepang Pangkas Pajak Konsumsi Makanan
Model AI Serang Situs Web Secara Mandiri

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:02 WIB

Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Israel Gelar Serangan Susulan di Lebanon Selatan Saat Diplomasi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:00 WIB

AS Periksa Akun Media Sosial Jurnalis Asing Pemohon Visa

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:00 WIB

AS Tetap Dorong Lisensi Rudal Patriot Ukraina

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Presiden Lee Jae Myung Siaga Satu Sambut Puncak Gelombang

Berita Terbaru

Senat AS mengonfirmasi Dr Erica Schwartz sebagai Direktur CDC di tengah krisis internal lembaga. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Jumat, 7 Agu 2026 - 11:02 WIB

Militer Israel menggempur kembali kawasan Lebanon selatan di tengah berlangsungnya negosiasi diplomatik di Roma. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Israel Gelar Serangan Susulan di Lebanon Selatan Saat Diplomasi

Jumat, 7 Agu 2026 - 10:00 WIB

Departemen Luar Negeri AS memperketat pemeriksaan media sosial jurnalis asing demi memverifikasi kelayakan visa dan menjaga keamanan nasional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Periksa Akun Media Sosial Jurnalis Asing Pemohon Visa

Jumat, 7 Agu 2026 - 09:00 WIB

Amerika Serikat melanjutkan perundingan lisensi produksi rudal interceptor Patriot untuk Ukraina guna memperkuat pertahanan udara dari serangan Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Tetap Dorong Lisensi Rudal Patriot Ukraina

Jumat, 7 Agu 2026 - 09:00 WIB

Gelombang panas ekstrem menerjang Korea Selatan hingga suhu Seoul mendekati rekor bersejarah 39 derajat Celsius. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Lee Jae Myung Siaga Satu Sambut Puncak Gelombang

Jumat, 7 Agu 2026 - 08:00 WIB