Atap SMKN 1 Cileungsi Bogor Ambruk, 31 Korban Luka-Luka Dibangun Pada 2015

Kamis, 11 September 2025 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atap SMKN 1 Cileungsi, Bogor, ambruk. Dok-Istimewa

Atap SMKN 1 Cileungsi, Bogor, ambruk. Dok-Istimewa

BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau SMKN 1 Cileungsi, Bogor, usai atap sekolah ambruk dan melukai 31 orang. Ia menegaskan bangunan tersebut sudah berusia lama karena dibangun pada 2015.

“Pertama, kami mengunjungi SMKN 1 Cileungsi yang kemarin mengalami kerusakan. Beberapa ruang kelas atapnya ambruk, dan kami tidak bisa masuk karena masih dipasang garis polisi,” ujar Abdul Mu’ti kepada wartawan di lokasi, Kamis (11/9/2025).

Baca Juga :  Desa Sukamulya dan Sukaharja Dilelang, DPR Minta Perhutani Benahi Direksi

Ia memastikan empat ruang kelas yang terdampak tidak bisa digunakan. Sebagai langkah cepat, Kementerian Pendidikan menyalurkan tiga tenda darurat agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

“Kami sudah menyalurkan tiga tenda darurat agar anak-anak tetap bisa belajar. Semua tenda sudah terpasang,” tegasnya.

Atap SMKN 1 Cileungsi sebelumnya ambruk hingga menyebabkan 31 orang luka-luka. Petugas langsung mengevakuasi para korban dan membawa mereka ke rumah sakit terdekat.

Baca Juga :  Viral BBM Tercampur Air di SPBU Parungpanjang Bogor, Pertamina Hentikan Penyaluran Pertalite

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, memastikan 26 korban dirawat di RS MH Thamrin, sementara lima lainnya dilarikan ke RS Mary.

“Sebanyak 20 dari 26 korban di RS Thamrin sudah pulang, sedangkan enam masih dalam perawatan. Sementara lima korban di RS Mary, terdiri dari tiga siswa dan dua guru, semuanya sudah diperbolehkan pulang,” jelas Adam. (red)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Selidiki Kematian Pria di Pasar Grogol, Diduga Dikeroyok dan Dijatuhkan
Turis Polandia Dijambret di Menteng, Polsek Menteng Bergerak Cepat Ringkus 2 Pelaku
Tempat Hiburan di Jakbar Terseret Narkoba, Pemprov DKI Tutup B Fashion dan The Seven
Begal Makin Nekat di Jakarta, Polda Metro Turunkan Tim Khusus Siaga Nonstop
WN Italia Dijambret di Bundaran HI, Polisi Buru Pelaku Bermotor Merah
Pria Perekam Wanita Mandi di Muara Baru Ditangkap, Aksi Cabul di Toilet Umum Bikin Geger
Pencuri MacBook di Kalideres Ditangkap, Aksi Terekam CCTV Viral di Medsos
Karaoke di Jakbar Diduga Jadi Sarang Prostitusi, Lima Tersangka Ditahan Polisi

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:27 WIB

Polisi Selidiki Kematian Pria di Pasar Grogol, Diduga Dikeroyok dan Dijatuhkan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 06:42 WIB

Turis Polandia Dijambret di Menteng, Polsek Menteng Bergerak Cepat Ringkus 2 Pelaku

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:25 WIB

Tempat Hiburan di Jakbar Terseret Narkoba, Pemprov DKI Tutup B Fashion dan The Seven

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:09 WIB

Begal Makin Nekat di Jakarta, Polda Metro Turunkan Tim Khusus Siaga Nonstop

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:54 WIB

WN Italia Dijambret di Bundaran HI, Polisi Buru Pelaku Bermotor Merah

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misteri centenarian. Ilmu pengetahuan modern mengungkap bahwa rahasia hidup hingga usia 100 tahun bukan sekadar keberuntungan genetik, melainkan hasil sinergi antara lingkungan sosial, nutrisi, dan kesehatan telomer sel. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Mengapa Beberapa Wilayah Memiliki Populasi Tertua di Dunia?

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:23 WIB


Berpacu dengan pemanasan global. Saat krisis iklim mengubah habitat dunia secara drastis, para ilmuwan meneliti sejauh mana kemampuan genetik makhluk hidup untuk beradaptasi secara cepat guna menghindari ancaman kepunahan massal. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Adaptasi Genetik: Bisakah Spesies Bertahan dari Kepunahan?

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:07 WIB

Ilustrasi, Lompatan besar abad ke-21. Teknologi mRNA telah bertransformasi dari solusi pandemi menjadi platform pengobatan canggih yang mampu memprogram ulang sistem imun manusia untuk melawan kanker dan memperbaiki kerusakan genetik dari dalam. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Mengapa Teknologi mRNA Menjadi Revolusi Dunia Medis?

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:18 WIB

Sistem daur ulang internal. Ilmu pengetahuan modern mengungkap bahwa tubuh manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk

KESEHATAN

Autofagi: Mekanisme Tubuh Membersihkan Sel Rusak

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:27 WIB