Prabowo Minta Pejabat Tak Gelar Open House Lebaran 2026 Secara Mewah

Sabtu, 14 Maret 2026 - 03:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo Subianto memberikan arahan kepada para menteri saat sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta. (Posnews/Biro Pers)

Prabowo Subianto memberikan arahan kepada para menteri saat sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta. (Posnews/Biro Pers)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Prabowo Subianto memberi peringatan keras kepada jajaran pemerintah.

Dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026), Presiden meminta para pejabat tidak menggelar open house Idul Fitri secara berlebihan atau bermewah-mewahan.

Menurut Prabowo, pemerintah harus menunjukkan contoh kesederhanaan kepada masyarakat, terutama di tengah kondisi sejumlah daerah yang masih dilanda bencana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, ia menilai pejabat negara harus lebih peka terhadap situasi rakyat.

“Kita juga harus memberi contoh. Open house atau kegiatan lainnya jangan terlalu mewah-mewahan,” tegas Prabowo dalam arahannya kepada para menteri.

Pejabat Diminta Tunjukkan Empati

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa sikap sederhana dari para pejabat penting untuk menunjukkan empati kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

Ia mengingatkan bahwa masih banyak warga di daerah yang tengah menghadapi bencana dan membutuhkan perhatian pemerintah.

Baca Juga :  Delapan Terduga Teroris JAD Diciduk Densus 88 di Sulawesi Tengah

“Saudara kita di daerah bencana, jadi dalam suasana seperti ini kita harus memberi contoh kepada rakyat,” kata Prabowo.

Open House Tidak Dilarang, Tapi Harus Wajar

Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang kegiatan open house Lebaran sepenuhnya.

Ia menilai tradisi silaturahmi tersebut tetap memiliki dampak positif, termasuk bagi perputaran ekonomi masyarakat.

Namun Prabowo menekankan agar kegiatan tersebut dilaksanakan secara wajar dan tidak berlebihan.

“Jangan sampai semua kegiatan ditutup total. Kalau begitu ekonomi juga tidak bergerak,” ujarnya.

Situasi Global Bisa Picu Kenaikan Harga

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyoroti situasi geopolitik global, khususnya ketegangan di kawasan Eropa dan Timur Tengah.

Menurutnya, konflik di wilayah tersebut berpotensi mengguncang harga energi dunia, termasuk harga bahan bakar minyak (BBM).

Baca Juga :  Skandal Pasar Modal Rp14,5 Triliun, OJK Jerat Beneficial Owner dan Eks Direktur Sekuritas

Jika harga energi melonjak, dampaknya bisa merembet ke kenaikan harga pangan di dalam negeri.

“Kita menghadapi perkembangan global di Eropa dan Timur Tengah. Kondisi itu bisa memengaruhi harga BBM, dan harga BBM tentu berdampak pada harga makanan,” jelasnya.

Pemerintah Siapkan Strategi Energi dan Pangan

Meski menghadapi tantangan global, Prabowo memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Selain itu, pemerintah juga tengah mempercepat sejumlah program strategis di sektor energi guna mengamankan pasokan serta menjaga stabilitas harga.

Presiden pun mengingatkan bahwa pemerintah harus bertindak proaktif dan tidak cepat merasa aman terhadap situasi saat ini.

“Kita tidak boleh menganggap apa pun yang terjadi kita pasti aman. Kita bersyukur kondisi kita stabil, tapi konsumsi BBM harus tetap kita kurangi,” tegas Prabowo. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Judol dan Narkoba, Polri Gandeng Muhammadiyah Masuk Sekolah
20 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Lahan Terbakar Capai 29 Ribu Hektare
Komnas HAM Ingatkan Polisi, Pengamanan Aksi Mahasiswa Harus Humanis
Ribuan Mahasiswa Siap Aksi di Bundaran HI Besok, Bawa 5 Tuntutan
KPK Belum Dalami Dugaan Amplop untuk Menhut, Fokus Kasus Kuansing
Jual Beli Data hingga Judol Meresahkan, Kapolri dan Menkomdigi Perkuat Kolaborasi
MUI Soroti Klaim Imam Mahdi di Bangkalan, Korban Rugi Rp1,3 Miliar
Musim Hujan Mundur hingga 30 Hari, BMKG Ingatkan Ancaman Banjir Akhir Tahun

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Cegah Judol dan Narkoba, Polri Gandeng Muhammadiyah Masuk Sekolah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:08 WIB

20 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Lahan Terbakar Capai 29 Ribu Hektare

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Komnas HAM Ingatkan Polisi, Pengamanan Aksi Mahasiswa Harus Humanis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Ribuan Mahasiswa Siap Aksi di Bundaran HI Besok, Bawa 5 Tuntutan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:24 WIB

KPK Belum Dalami Dugaan Amplop untuk Menhut, Fokus Kasus Kuansing

Berita Terbaru

Hakim federal menolak permintaan Pemerintahan Trump untuk menghentikan penghitungan 20 ribu surat suara di California.  Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Okt 2026 - 12:42 WIB

Menhan AS Pete Hegseth memecat perencana militer utama Pentagon Letjen Brett Sylvia. Simak kaitannya dengan rencana serangan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:39 WIB

Ilustrasi, Biaya Perang Iran melonjak hingga 47,1 miliar Dolar AS. Simak rincian pengeluaran amunisi Pentagon dan dampaknya pada Pemilu. Dok: Britannica.

INTERNASIONAL

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Okt 2026 - 09:42 WIB

Tabrakan kereta cepat RENFE dan IRYO di Toledo Spanyol menewaskan 68 orang. Simak kronologi kegagalan sinyal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Jumat, 30 Okt 2026 - 08:40 WIB