CILEGON, POSNEWS.CO.ID – Insiden kebakaran KMP Batumandi di perairan sekitar Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, memasuki tahap baru.
Kapal motor penyeberangan itu terbalik hingga tenggelam pada Rabu (21/10/2026) malam, sehingga petugas kini menyiapkan langkah pengamanan dan penanganan kapal untuk mendukung penyelidikan.
Polda Banten akan berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk membantu proses pengapungan kapal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah tersebut diperlukan agar petugas dapat melanjutkan pemeriksaan setelah kondisi kapal dinilai aman.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Hutapea mengatakan, penyidik bersama pihak terkait juga akan berkoordinasi untuk mengantisipasi gangguan terhadap jalur pelayaran di sekitar Pelabuhan Merak.
“Polda Banten juga akan berkoordinasi dengan ASDP dan KSOP untuk membantu proses pengapungan kapal guna mendukung proses penyelidikan,” kata Maruli, Kamis (22/10/2026).
Selain itu, kepolisian akan berkoordinasi dengan Vessel Traffic Service (VTS) Merak untuk memitigasi risiko bagi kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi tenggelamnya KMP Batumandi.
Kapal Masih Panas, Olah TKP Belum Bisa Dilakukan
Penyidik Polda Banten dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) belum melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kondisi badan kapal yang masih panas setelah kebakaran menjadi salah satu kendala utama.
Maruli menjelaskan, temperatur kapal dan partikel di dalamnya belum memenuhi persyaratan keselamatan untuk pemeriksaan langsung. Karena itu, petugas tidak akan memaksakan olah TKP sebelum kondisi memungkinkan.
“KMP Batumandi masih belum memenuhi syarat untuk dilakukan olah TKP oleh penyidik. Hal tersebut disebabkan temperatur badan kapal serta partikel di dalam kapal masih cukup panas pascakebakaran.
Apabila olah TKP dipaksakan, kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan petugas,” ujarnya.
Keputusan menunda pemeriksaan menjadi langkah penting untuk melindungi keselamatan penyidik.
Dalam penyelidikan kecelakaan kapal, petugas perlu memastikan lokasi aman sebelum mengumpulkan bukti fisik yang dapat membantu mengungkap penyebab kejadian.
Buritan Tenggelam, Kapal Akhirnya Terbalik
Menurut keterangan Maruli, petugas menerima informasi bahwa posisi KMP Batumandi mulai miring pada Rabu malam. Bagian buritan kapal kemudian terlihat semakin tenggelam sebelum badan kapal miring ke kiri dan akhirnya terbalik.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Kepolisian menduga perubahan posisi kapal berkaitan dengan ketidakstabilan setelah kebakaran, tetapi penyebab pastinya masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, ASDP sebelumnya melaporkan KMP Batumandi terbalik hingga tenggelam sekitar pukul 20.54 WIB pada hari yang sama.
Perbedaan waktu dalam keterangan awal tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kapal terbalik.
ASDP menyatakan terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar lokasi kapal tenggelam tidak mengganggu keselamatan maupun kelancaran lalu lintas pelayaran.
Pengamanan area menjadi perhatian penting karena jalur Merak merupakan bagian dari lintasan penyeberangan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra.
Kapal yang tenggelam di sekitar alur pelayaran berpotensi menimbulkan bahaya apabila tidak ditandai dan dipantau dengan baik.
Seluruh Penumpang dan Awak Kapal Selamat
KMP Batumandi terbakar pada Selasa (20/10/2026) sore ketika berada di alur masuk penyeberangan Merak dan sedang bergerak menuju Dermaga VI Pelabuhan Merak.
Berdasarkan informasi awal Kementerian Perhubungan, petugas mendeteksi insiden sekitar pukul 16.15 WIB.
Kapal sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menuju Merak. Percikan api pertama kali terlihat di bagian buritan, tepatnya di dek atas untuk mengangkut kendaraan kecil.
Petugas gabungan dari unsur pelabuhan, Basarnas, kepolisian, dan sejumlah kapal pendukung kemudian melakukan penanganan serta evakuasi.
Kementerian Perhubungan memastikan seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden tersebut.
Meski seluruh penumpang dan awak kapal selamat, insiden ini menyisakan pekerjaan penting bagi petugas: mengungkap penyebab kebakaran, memastikan keselamatan jalur pelayaran, serta mengevaluasi aspek keselamatan kapal.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menyatakan Polri melalui Korps Kepolisian Perairan akan membantu penyelidikan untuk mengetahui apakah kebakaran dipicu faktor teknis atau nonteknis.
KNKT juga diminta meneliti aspek keselamatan yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Hingga kini, penyebab kebakaran belum dipastikan. Karena itu, masyarakat perlu menunggu hasil pemeriksaan resmi dan tidak berspekulasi mengenai penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab.
Penanganan KMP Batumandi menjadi pengingat bahwa keselamatan pelayaran tidak berhenti setelah penumpang berhasil dievakuasi.
Pengamanan lokasi, pemeriksaan teknis, dan penyelidikan yang menyeluruh tetap diperlukan agar risiko lanjutan dapat dicegah dan kejadian serupa bisa diminimalkan. **
Editor : Hadwan












