Aset Pelaku Kejahatan Siber Disikat, Kapolri Pastikan Miskinkan Bandar TPPO & Scam

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. (Posnews/Humas Polri)

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. (Posnews/Humas Polri)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengambil sikap tegas dan tanpa kompromi terhadap sindikat kejahatan siber serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO) lintas negara.

Di bawah komando Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, aparat penegak hukum berkomitmen untuk memiskinkan para bandar kejahatan digital agar jaringan mereka lumpuh total dan tidak lagi meresahkan masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan bukan tanpa alasan. Jenderal Suyudi menilai penangkapan pelaku di lapangan saja belum cukup untuk menghentikan mata rantai kejahatan modern yang kian menggurita.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jangan kita cuma sekadar menangkap, tapi tidak kita tracing asetnya. Karena kalau kita tidak miskinkan, dia akan terus bekerja dan mengembangkan jaringannya,” tegas Suyudi, Jumat (30/10/2026).

Ancaman Nyata: Saat Teknologi Disalahgunakan Sindikat Global

Perkembangan teknologi digital yang masif belakangan ini telah mengubah pola kejahatan menjadi jauh lebih kompleks dan melampaui batas negara (cross-border crime). Sindikat kriminal kini memanfaatkan berbagai modus canggih, mulai dari:

Baca Juga :  Tragedi Gempa NTT, 1.245 Orang Jadi Korban dan 27.700 Warga Mengungsi

Kejahatan Siber Modern: Serangan phishing, penyebaran malware dan ransomware, hingga manipulasi kejahatan berbasis deepfake serta kecerdasan artifisial (AI).

Pencucian Uang: Dana hasil penipuan dialirkan lewat rekening berlapis dan kripto, lalu dilarikan ke luar negeri untuk menyamarkan jejak.

TPPO: Korban penipuan lowongan kerja palsu di luar negeri dipaksa bekerja untuk sindikat penipuan, judi online, hingga narkotika.

“Penanganan kejahatan tidak hanya berfokus pada pelaku di lapangan, tapi yang lebih penting adalah pengungkapan jaringan, penelusuran aliran dana, dan pemulihan kerugian kepada masyarakat korban,” imbuhnya.

Fakta Mencengangkan: Kerugian Capai Triliunan Rupiah

Ancaman kejahatan digital di Indonesia bukan lagi isapan jempol. Survei GASA 2025 mencatat 66% warga Indonesia pernah menemui penipuan online.

Baca Juga :  Pelaku Usaha Diingatkan, Wajib Halal Mulai Berlaku Oktober 2026

Situasi ini diperparah laporan OJK yang menyebut kerugian masyarakat via Indonesia Anti-Scam Center telah menembus Rp9,1 triliun.Sinergi Lintas Sektor & Kolaborasi Internasional Jadi Kunci

Menyadari luasnya jaringan kejahatan ini, Polri tidak bisa bekerja sendirian.

Jenderal Suyudi menekankan pentingnya kolaborasi strategis lintas sektoral dengan OJK, perbankan, telekomunikasi, hingga kementerian terkait.

Khusus untuk penanganan TPPO, koordinasi yang erat juga dijalin bersama instansi ketenagakerjaan, keimigrasian, hingga dinas pelayanan sosial.

Polri juga memperkuat kerja sama internasional untuk pertukaran informasi, bantuan hukum, dan pelacakan aset di luar negeri.

Sebagai langkah preventif jangka panjang, Polri juga menggencarkan edukasi dan literasi digital secara masif.

Tujuannya agar masyarakat lebih cakap mengenali modus kejahatan, menjaga data pribadi, dan memanfaatkan saluran pengaduan resmi. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keren! Model Moderasi Beragama Indonesia Pikat Inggris, Australia, hingga Pakistan
Salib Merah Politik, Jangan Ulangi Sejarah Gelap ‘Perang Salib’: Kalian Jahat Betul !!!
KPK Gali Aliran Suap Lahan Bogor, Dirut Anak Usaha Summarecon Dipanggil
Awas Cuaca Ekstrem! Bibit Siklon 91B Ancam Sejumlah Wilayah, Cek Daerahmu
Cegah Judol dan Narkoba, Polri Gandeng Muhammadiyah Masuk Sekolah
20 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Lahan Terbakar Capai 29 Ribu Hektare
Komnas HAM Ingatkan Polisi, Pengamanan Aksi Mahasiswa Harus Humanis
Ribuan Mahasiswa Siap Aksi di Bundaran HI Besok, Bawa 5 Tuntutan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Keren! Model Moderasi Beragama Indonesia Pikat Inggris, Australia, hingga Pakistan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Aset Pelaku Kejahatan Siber Disikat, Kapolri Pastikan Miskinkan Bandar TPPO & Scam

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Salib Merah Politik, Jangan Ulangi Sejarah Gelap ‘Perang Salib’: Kalian Jahat Betul !!!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:06 WIB

KPK Gali Aliran Suap Lahan Bogor, Dirut Anak Usaha Summarecon Dipanggil

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Cegah Judol dan Narkoba, Polri Gandeng Muhammadiyah Masuk Sekolah

Berita Terbaru