POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON – Peta persaingan menuju Pemilihan Umum Sela (Midterm Elections) Amerika Serikat mengalami dinamika sengit menjelang hari pemungutan suara pada Selasa mendatangi.
Partai Republik mendulang keuntungan politik di negara bagian Michigan setelah anggota DPR dari Partai Demokrat, Haley Stevens, memberikan dukungan resmi kepada kandidat Senat Republik, Mike Rogers.
Langkah tak terduga ini berpotensi memperdalam perpecahan internal Partai Demokrat di wilayah kunci yang sangat menentukan perebutan kendali Senat AS.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Stevens sebelumnya kalah dari Abdul El-Sayed dalam pemilihan primer Demokrat yang berlangsung panas beberapa waktu lalu.
Hubungan kedua tokoh tersebut kian memburuk setelah Stevens mendesak El-Sayed mengecam iklan kelompok luar yang dinilainya menyebarkan retorika kebencian.
Pengalihan dukungan ini langsung mendapatkan sambutan hangat dari Donald Trump saat menyampaikan pidato kampanye di Iowa.
Hakim Federal Alaska Menolak Gugatan Kementerian Kehakiman Terkait Nama Kandidat
Meskipun meraih angin segar di Michigan, langkah kubu Republik tertahan oleh keputusan hukum di negara bagian Alaska.
Seorang hakim federal resmi menolak gugatan hukum yang diajukan oleh Kementerian Kehakiman (Department of Justice) Administrasi Trump pada hari Minggu.
Kementerian Kehakiman sebelumnya berusaha menahan proses sertifikasi pemilu jika petahana dari Partai Republik, Dan S. Sullivan, mengalami kekalahan tipis.
Pihak pemerintah mengklaim keberadaan kandidat lain bernama Daniel J. Sullivan Jr. dapat membingungkan para pemilih di bilik suara.
Namun demikian, hakim menilai argumen hukum tersebut tidak memiliki dasar kuat untuk menghentikan mekanisme sertifikasi pemilu daerah.
Senator Dan S. Sullivan menyatakan akan tetap menerima hasil akhir pemungutan suara meskipun merasa terancam oleh taktik penamaan tersebut.
Perebutan Kursi Kongres Dan Angka Partisipasi Pemilih Awal Yang Memecahkan Rekor
Pemilu sela kali ini memperebutkan seluruh 435 kursi House of Representatives (DPR) serta 35 kursi Senat AS.
Partai Republik saat ini memegang kendali mayoritas tipis pada kedua kamar lembaga legislatif tinggi tersebut.
Hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa Partai Demokrat berpeluang merebut kembali mayoritas kursi DPR dan bersaing ketat di Senat.
Jika Demokrat berhasil menguasai salah satu kamar, mereka dapat menghambat agenda legislatif Trump pada sisa masa jabatannya.
Sementara itu, laboratorium pemilu University of Florida mencatat lebih dari 52 juta warga AS telah menyalurkan suara lebih awal melalui pos maupun tempat pemungutan suara.
Jumlah partisipasi awal ini memecahkan rekor pemilu sela sebelumnya yang mencatatkan 46 juta pemilih pada tahun 2022 lalu.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













