POSNEWS.CO.ID, NEW DELHI – Ai+ Smartphone mempercepat kenaikan harga ponselnya menjadi 11 November 2026. Awalnya, merek asal India itu menjadwalkan kenaikan pada 15 November. Konsumen masih bisa membeli dengan harga lama hingga 10 November.
Langkah ini menyoroti tekanan biaya memori yang melanda industri ponsel. Kenaikan kecil di satu merek sering mencerminkan masalah besar di rantai pasok.
Kenaikan serupa sudah muncul di banyak merek sepanjang 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ai+ Naikkan Harga Dua Model Nova 2
Ai+ Nova 2 Pro 5G versi 8GB/128GB naik dari Rs 17.999 menjadi Rs 19.999. Sementara itu, Nova 2 Ultra 5G versi 6GB/128GB naik dari Rs 18.999 menjadi Rs 20.999. Kedua model mengalami kenaikan Rs 2.000.
Ai+ menyebut permintaan konsumen melampaui proyeksi awal. Akibatnya, stok lama habis lebih cepat dari rencana. Selain itu, perusahaan membeli stok baru dengan biaya memori dan komponen yang lebih tinggi.
Ai+ menyebut stok dengan harga lama tersedia selama persediaan masih ada.
Permintaan AI Menyedot Pasokan Memori
Pusat data AI menyerap pasokan DRAM dan memori flash dalam jumlah besar. Akibatnya, produsen perangkat menghadapi biaya komponen yang melonjak. Counterpoint Research memperkirakan biaya bahan baku ponsel kelas awal naik 20 hingga 30 persen.
Sementara itu, Gartner memproyeksikan harga ponsel naik 13 persen pada 2026. Samsung bahkan menaikkan harga sejumlah produk memorinya hingga 60 persen sejak September 2025.
Korea Herald melaporkan Samsung dan LG menaikkan harga laptop dua kali dalam tiga bulan. Beberapa model naik hampir 50 persen dari tahun lalu.
Pasokan memori yang ketat juga menekan pasar laptop dan konsol. Pada Juni, Apple bahkan sudah menaikkan harga sejumlah Mac.
Merek Lain Ikut Menyesuaikan Harga
Apple juga menaikkan harga iPad mini baru sebesar 150 dolar dari model sebelumnya. Namun, Apple menahan harga awal iMac M6 di 1.499 dolar AS. Analis memperkirakan produsen akan memangkas RAM, mengurangi penyimpanan dasar, atau menaikkan harga.
Oleh karena itu, pembeli ponsel di Indonesia sebaiknya membandingkan harga sebelum akhir tahun. Dengan demikian, mereka bisa menghindari lonjakan harga berikutnya.
Xiaomi dan Redmi pun meminta pelanggan bersiap menghadapi kenaikan 20 hingga 30 persen pada 2026.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












