BMKG Prediksi Hujan di Jabodetabek 15–17 September 2025, Warga Bogor Waspada

Senin, 15 September 2025 - 05:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, pengendara motor mengenakan jas hujan saat melintas di tengah hujan di kawasan Jakarta dan sekitarnya.
(Posnews/Ist)

Ilustrasi, pengendara motor mengenakan jas hujan saat melintas di tengah hujan di kawasan Jakarta dan sekitarnya. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – BMKG memprakirakan cuaca di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada Senin (15/9/2025) hingga Rabu (17/9/2025) didominasi hujan ringan hingga sedang.

Warga Kabupaten Bogor diminta waspada karena hujan intensitas sedang diprediksi turun pada 16–17 September.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prakiraan Cuaca Jabodetabek

  • 15–16 September 2025 pukul 07.00 WIB: Hujan ringan berpotensi terjadi di seluruh wilayah Jakarta, Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang, dan Kepulauan Seribu.
  • 16–17 September 2025 pukul 07.00 WIB: Hujan ringan kembali berpotensi di Jabodetabek. Namun, Kabupaten Bogor diprediksi mengalami hujan sedang.
Baca Juga :  Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Siapkan Anggaran Perpanjangan OMC Hingga 30 Hari

Prakiraan Cuaca Nasional

Secara nasional, periode 15–18 September 2025 diperkirakan masih dipengaruhi hujan ringan hingga lebat. BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah dengan hujan lebat yang berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang.

Hujan intensitas sedang hingga lebat berpotensi melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Status Siaga BMKG

BMKG menetapkan status siaga untuk daerah rawan bencana hidrometeorologi, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Baca Juga :  Jakarta dan Sekitarnya Cerah, Suhu Jabodetabek Bisa Menyentuh 34°C

Selain itu, angin kencang berpotensi terjadi di Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, dan Maluku.

Imbauan BMKG

Situasi ini menunjukkan perlunya kewaspadaan ekstra dari seluruh lapisan masyarakat,” tulis BMKG.

Masyarakat diminta waspada perubahan cuaca mendadak, menghindari ruang terbuka saat petir, serta menjauhi pohon besar, bangunan rapuh, dan infrastruktur yang rawan diterpa angin kencang. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pilkades Serentak Bekasi 20 September, 154 Desa Dijaga Ketat Polisi
Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen
Kapal Induk Garibaldi Tiba, TNI AL Siapkan Satuan Baru dan Pangkalan di Lampung
KPK Geledah Kantor Summarecon, Bongkar Jejak Dugaan Suap HGB Bogor
Kortastipidkor Usut Tanah Negara Rp4,8 Triliun di Bali, 9 Saksi Diperiksa
Kapal Induk Pertama RI KRI Sriwijaya Tiba, Eks Giuseppe Garibaldi Dikawal 2 Fregat
Jumat 18 September, Hujan Ringan Berpeluang Guyur Jakarta hingga Tangerang
Tiga Ruang Dirjen ATR/BPN Digeledah KPK, Dokumen dan BBE Disita

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:24 WIB

Pilkades Serentak Bekasi 20 September, 154 Desa Dijaga Ketat Polisi

Jumat, 18 September 2026 - 17:20 WIB

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 September 2026 - 15:46 WIB

Kapal Induk Garibaldi Tiba, TNI AL Siapkan Satuan Baru dan Pangkalan di Lampung

Jumat, 18 September 2026 - 13:11 WIB

KPK Geledah Kantor Summarecon, Bongkar Jejak Dugaan Suap HGB Bogor

Jumat, 18 September 2026 - 10:26 WIB

Kortastipidkor Usut Tanah Negara Rp4,8 Triliun di Bali, 9 Saksi Diperiksa

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB

Ilustrasi, CEO Meta Mark Zuckerberg menolak desakan penghentian pengembangan AI. Simak rincian argumen insentif pasar dan evaluasi independen. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

CEO Meta Mark Zuckerberg Tolak Desakan Penghentian AI

Jumat, 18 Sep 2026 - 15:15 WIB