Abang None Jakarta 2025, 36 Finalis Siap Tampil di Graha Bhakti Budaya TIM

Jumat, 26 September 2025 - 08:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Finalis Abang None Jakarta 2025 tampil di Graha Bhakti Budaya TIM. Dok: Istimewa

Finalis Abang None Jakarta 2025 tampil di Graha Bhakti Budaya TIM. Dok: Istimewa

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Graha Bhakti Budaya (GBB) di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, resmi jadi lokasi Malam Final Abang None Jakarta 2025, Jumat (26/9/2025) malam.

Panggung megah ini siap melahirkan duta budaya yang akan mengharumkan nama Jakarta di level nasional hingga internasional.

Sebanyak 36 finalis dari enam wilayah DKI Jakarta tampil bersaing. Mereka unjuk bakat, pengetahuan, dan kepribadian demi merebut gelar Abang None 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ajang ini juga jadi ruang anak muda Jakarta membuktikan diri sebagai sosok berbudaya, cerdas, dan inspiratif, sekaligus memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global.

Baca Juga :  Sopir dan Kernet Tewas, Truk Kontainer Terguling di Tol Slipi

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro, Iwan Takwin, menegaskan malam puncak Abang None 2025 menjadi momentum penting bagi Jakarta. Acara ini disiarkan langsung televisi nasional dan ditonton jutaan pemirsa.

“Bagi Jakpro, ini kehormatan besar. Revitalisasi TIM menghadirkan wajah baru tanpa menghilangkan nilai sejarahnya sebagai pusat seni dan budaya Jakarta,” ujar Iwan, Jumat (26/9/2025).

Dukungan dari Dinas Parekraf DKI Jakarta

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta, Andhika Permata, menilai Pemilihan Abang None Jakarta bukan sekadar kompetisi.

Menurutnya, ajang ini mencetak duta budaya dan pariwisata yang akan mewakili wajah ibu kota di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga :  Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Melayat Keluarga Pengemudi Ojol Korban Unjuk Rasa

“Kami senang malam puncak digelar di Graha Bhakti Budaya. Dengan fasilitas modern dan sejarah panjangnya, TIM menjadi tempat tepat untuk melahirkan generasi muda berkarakter budaya dan berwawasan global,” ucap Andhika.

TIM, Mercusuar Budaya Jakarta

Sejak berdiri tahun 1968, TIM menjadi mercusuar budaya Indonesia. Banyak maestro seni legendaris dan talenta muda lahir dari sini.

Kini, usai revitalisasi, TIM tampil sebagai pusat seni berstandar internasional yang siap menampung berbagai ajang budaya, hiburan, hingga kompetisi global. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pilkades Serentak Bekasi 20 September, 154 Desa Dijaga Ketat Polisi
Jumat 18 September, Hujan Ringan Berpeluang Guyur Jakarta hingga Tangerang
Dugaan Pungli Rp10 Ribu di Kalijodo Viral, Pramono Minta Renovasi Total
Patroli Siber Bongkar Bisnis Foto 6 WN China di Tangerang, Ini Modusnya
Tanah Bergerak Mengintai 9 Kecamatan Jakarta, Kenali Tanda-tandanya
Cuaca Jabodetabek Kamis, Hujan Ringan Mengintai Bekasi dan Bogor
Prabowo Minta Danantara Bantu Lanjutkan LRT Jakarta ke JIS dan Whoosh
Cuaca Jabodetabek Rabu 16 September 2026, Bogor Berpotensi Hujan

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:24 WIB

Pilkades Serentak Bekasi 20 September, 154 Desa Dijaga Ketat Polisi

Jumat, 18 September 2026 - 05:26 WIB

Jumat 18 September, Hujan Ringan Berpeluang Guyur Jakarta hingga Tangerang

Kamis, 17 September 2026 - 15:10 WIB

Dugaan Pungli Rp10 Ribu di Kalijodo Viral, Pramono Minta Renovasi Total

Kamis, 17 September 2026 - 11:40 WIB

Patroli Siber Bongkar Bisnis Foto 6 WN China di Tangerang, Ini Modusnya

Kamis, 17 September 2026 - 08:28 WIB

Tanah Bergerak Mengintai 9 Kecamatan Jakarta, Kenali Tanda-tandanya

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB

Ilustrasi, CEO Meta Mark Zuckerberg menolak desakan penghentian pengembangan AI. Simak rincian argumen insentif pasar dan evaluasi independen. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

CEO Meta Mark Zuckerberg Tolak Desakan Penghentian AI

Jumat, 18 Sep 2026 - 15:15 WIB