Polri-AFP Sepakat Workplan IAPSCP Perkuat Penanggulangan Penyelundupan Manusia

Selasa, 30 September 2025 - 22:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabareskrim Polri Komjen Pol Drs. Syahardiantono menandatangani Workplan IAPSCP bersama Deputy Commissioner AFP Lesa Gale untuk perkuat penanggulangan penyelundupan manusia. Dok: Polri

Kabareskrim Polri Komjen Pol Drs. Syahardiantono menandatangani Workplan IAPSCP bersama Deputy Commissioner AFP Lesa Gale untuk perkuat penanggulangan penyelundupan manusia. Dok: Polri

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polri dan Australian Federal Police (AFP) menandatangani Rencana Kerja Indonesia-Australia People Smuggling Cooperation Program (IAPSCP) untuk menekan tindak pidana penyelundupan manusia, Selasa (30/9/2025).

Program ini menindaklanjuti kesepakatan Polri-AFP yang tercatat dalam Outcomes Senior Officers Meeting (SOM) pada 7 Maret 2023 di Sydney, Australia.

Fokus kerja sama mencakup peningkatan kapasitas investigasi, koordinasi operasional, pertukaran intelijen lintas negara, serta perlindungan hak migran.

Setelah melalui dialog intensif, kedua pihak akhirnya menyepakati 10 poin kerja utama, yang antara lain mencakup pembentukan kantor IMTC Serpong, pengembangan penyidik, dukungan operasional, pelatihan, lokakarya, serta kampanye pencegahan melalui media sosial.

Baca Juga :  Polisi Johar Baru Amankan Pria Bersenjata Tajam di Gang Anggrek

Kabareskrim Polri, Komjen Pol Drs. Syahardiantono, M.Si., menandatangani dokumen secara sirkuler di Jakarta pada 26 September 2025, sambil disaksikan Kadivhubinter Irjen Pol Amur Chandra J.B., S.H., M.H., dan Kabag Perjanjian Internasional Divhubinter Kombes Pol Ferly Rosa Putra, S.I.K.

AFP menandatangani dokumen di Melbourne pada 30 September 2025 melalui Deputy Commissioner Lesa Gale, bertepatan dengan SOM AFP-INP ke-13.

Kadivhubinter Polri, Irjen Pol Amur Chandra, menegaskan, Workplan IAPSCP memperkuat sinergi Polri dan AFP dalam memberantas kejahatan lintas negara.

“Program ini meningkatkan kemampuan teknis, investigasi, dan jejaring intelijen untuk menekan praktik penyelundupan manusia,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerja sama ini mendukung strategi nasional dan regional untuk menjaga perbatasan, melindungi migran, dan menegakkan hukum secara humanis.

“Kami memastikan setiap langkah program berdampak nyata dalam pencegahan, penindakan, dan perlindungan korban. Kolaborasi ini juga memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional melawan kejahatan transnasional,” tegas Amur Chandra.

Dengan Workplan IAPSCP, penanganan kasus penyelundupan manusia antara Indonesia dan Australia kini berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan terukur. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengenal Metaverse di Tahun 2026: Masihkah Relevan atau Hanya Sekadar Tren?
5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam
49 Siswa MTs di Cilegon Keracunan Usai Menyantap MBG, Polisi Selidiki Dapur SPPG
Panduan Membangun Smart Home Budget Minimalis: Mulai dari Mana?
Suami Bunuh Istri 17 Tahun di Minahasa Tenggara, Cemburu Berujung Maut
Banjir Jakarta 17 April 2026, 21 RT Terendam Akibat Luapan Kali Ciliwung
Rumah Terkunci Jadi Petaka, 5 Orang Sekeluarga Tewas Terbakar – Api dari Tiang Listrik
Digital Detox 101: Cara Memutus Kecanduan Gadget

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 12:40 WIB

Mengenal Metaverse di Tahun 2026: Masihkah Relevan atau Hanya Sekadar Tren?

Jumat, 17 April 2026 - 11:32 WIB

5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam

Jumat, 17 April 2026 - 10:27 WIB

49 Siswa MTs di Cilegon Keracunan Usai Menyantap MBG, Polisi Selidiki Dapur SPPG

Jumat, 17 April 2026 - 10:25 WIB

Panduan Membangun Smart Home Budget Minimalis: Mulai dari Mana?

Jumat, 17 April 2026 - 10:05 WIB

Suami Bunuh Istri 17 Tahun di Minahasa Tenggara, Cemburu Berujung Maut

Berita Terbaru

Ilustrasi, Benteng digital yang retak. Di tahun 2026, metode peretasan telah berevolusi menggunakan kecerdasan buatan, membuat kebiasaan lama kita tidak lagi cukup untuk melindungi identitas dan aset finansial di ruang siber. Dok: Istimewa.

NETIZEN

5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam

Jumat, 17 Apr 2026 - 11:32 WIB