Sosok Akun Bjorka, Bukan Ahli IT, Hanya Pengangguran Otodidak

Jumat, 3 Oktober 2025 - 06:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktorat Siber Polda Metro Jaya ungkap identitas Bjorka, peretas data bank. Dok: Istimewa

Direktorat Siber Polda Metro Jaya ungkap identitas Bjorka, peretas data bank. Dok: Istimewa

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Siber Polda Metro Jaya akhirnya mengungkap identitas pemilik akun X bernama Bjorka yang menghebohkan publik dengan klaim meretas 4,9 juta data nasabah bank.

Sosok di balik akun tersebut adalah WFT (22), seorang pemuda yang bukan ahli IT dan hanya lulusan putus sekolah.

Wakil Direktur Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus, menjelaskan, “Dia ini bukan ahli IT, bahkan tidak lulus SMK. Semua ilmunya dipelajari secara otodidak melalui media sosial dan komunitas IT.”

Baca Juga :  Rumput Langka Inggris Kembali dari Kepunahan Berkat Dedikasi Philip Smith

Fian menambahkan, WFT sehari-hari tidak bekerja dan menganggur. Namun, ia tekun mempelajari dunia siber secara mandiri, menghabiskan banyak waktu untuk memahami teknologi informasi tanpa pendidikan formal.

Kasubdit IV Ditreskrimsus Siber Polda Metro Jaya, AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon, menegaskan bahwa motif aksi WFT murni ekonomi.

“Semua aksinya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Fokusnya memang soal uang,” ujar Herman.

Saat ini, WFT telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Ia dijerat dengan Pasal 46 juncto Pasal 30 dan/atau Pasal 48 juncto Pasal 32 dan/atau Pasal 51 ayat (1) juncto Pasal 35 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara.

Baca Juga :  Tol Sedyatmo Arah Bandara Soetta Banjir 20 Cm, Lalu Lintas Macet 1,5 Km

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus ini menjadi peringatan penting bahwa praktik peretasan tidak selalu dilakukan oleh ahli IT formal. Bahkan, orang tanpa latar belakang pendidikan teknologi pun bisa menimbulkan dampak besar di dunia siber jika motivasinya kuat, seperti kebutuhan ekonomi. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach
Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar
Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Siang Panas Sore Hujan Deras – Ini Kata BMKG
Banjir Belum Surut, 80 RT di Jakarta Masih Terendam Air – 3 Jalan Tergenang
Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri
Beli Pulsa Berujung Maut, Pria di Cengkareng Tewas Disabet Clurit
Astronom Temukan Atmosfer pada Dunia Es Terpencil 2002 XV93
Bareskrim Tangkap Red Notice Interpol Kasus Scam Online Jaringan Kamboja

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:39 WIB

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:12 WIB

Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Siang Panas Sore Hujan Deras – Ini Kata BMKG

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:56 WIB

Banjir Belum Surut, 80 RT di Jakarta Masih Terendam Air – 3 Jalan Tergenang

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:38 WIB

Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri

Berita Terbaru

Ilustrasi, Mencari keadilan dan kohesi sosial. Sidang umum perdana Komisi Kerajaan Australia resmi berjalan untuk menyelidiki lonjakan antisemitisme dan mengevaluasi celah keamanan nasional setelah tragedi penembakan Hanukkah di Bondi Beach. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:39 WIB

Gagalnya kesepakatan damai. Afghanistan menuduh militer Pakistan meluncurkan serangan mematikan ke wilayah timur yang menargetkan fasilitas publik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB