Prabowo Bangga Kontingen Indonesia Pimpin Parade Bastille Day di Prancis

Senin, 21 Juli 2025 - 03:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar - Presiden RI Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Edutorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Solo, Jawa Tengah, Minggu (20/7/2025).

Tangkapan layar - Presiden RI Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Edutorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Solo, Jawa Tengah, Minggu (20/7/2025).

JAKARTA, ONLINEWS.CO.ID — Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya atas penampilan kontingen Indonesia yang tampil memukau dalam parade Hari Bastille di Paris, Prancis, pada Minggu, 14 Juli 2025 lalu.

Prabowo menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan di acara penutupan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang digelar di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Solo, Jawa Tengah, pada Minggu (20/7/2025) malam.

“Yang membanggakan, anak-anak kita kemarin barisnya boleh juga, benar enggak?” ucap Presiden Prabowo yang disambut tepuk tangan hadirin.

Indonesia Buka Parade Militer Bastille Day

Dalam parade yang menjadi bagian dari peringatan Hari Nasional Prancis itu, Indonesia mendapatkan kehormatan luar biasa sebagai negara asing pertama yang memimpin defile militer Bastille Day.

Posisi terdepan dalam barisan parade ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia di mata dunia.

Prabowo yang juga mantan prajurit TNI, menegaskan bahwa para prajurit Indonesia tampil disiplin, rapi, dan membanggakan selama parade di Champs-Élysées, Paris.

“Bangga saya sebagai mantan prajurit. Mereka tampil luar biasa dan tidak memalukan di mata dunia,” kata Prabowo dengan penuh antusiasme.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banyak Negara Lain Kini Mengundang Indonesia

Tidak hanya Prancis, Prabowo juga mengungkapkan bahwa usai penampilan Indonesia di Bastille Day, beberapa negara lain kini turut mengundang kontingen Indonesia untuk tampil di perayaan hari nasional mereka.

“Repotnya sekarang, banyak negara minta Indonesia hadir di hari nasional mereka. India sudah minta, Prancis lagi minta, sekarang Pakistan juga. Saya enggak tahu lagi nanti negara mana lagi yang akan undang,” ujar Prabowo sembari berkelakar.

Satgas Patriot II, Wajah Indonesia di Dunia

Dalam Bastille Day 2025, Indonesia mengirim kontingen gabungan TNI-Polri dengan nama “Satgas Patriot II” yang terdiri dari sekitar 500 personel, termasuk taruna dari akademi TNI dan Polri.

Baca Juga :  Polres Metro Bekasi Tangkap Pelaku Penipuan Vespa Antik, Korban Rugi Rp 2 Miliar

Sejak tiba di Prancis pada 6 Juli 2025, Satgas Patriot II menjalani latihan intensif mulai 8 Juli, dan melaksanakan gladi bersih pada 13 Juli sebelum akhirnya tampil di puncak acara Bastille Day pada 14 Juli 2025.

Baca Juga :  Prabowo: Natal Momentum Kasih dan Harapan, Rakyat Diminta Perkuat Gotong Royong

Kontingen ini terdiri dari:

  • 451 personel sebagai pasukan upacara
  • 53 personel pendukung

Pererat Hubungan Bilateral Indonesia-Prancis

Keikutsertaan Indonesia dalam Bastille Day bukan hanya soal kehormatan militer, tetapi juga menjadi momen strategis dalam mempererat hubungan bilateral Indonesia dengan Prancis.

Selain itu, partisipasi ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan keragaman budaya dan kekuatan diplomasi Indonesia di pentas dunia internasional.

Dengan prestasi tersebut, Indonesia semakin diperhitungkan dalam berbagai forum global, baik dari sisi pertahanan maupun diplomasi budaya.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral di Instagram, Polisi Ringkus 17 Remaja Penebar Teror Petasan
Mengapa Nuklir Inggris Tidak Menakuti AS, tapi Nuklir Iran Menjadi Krisis?
Logika Kepantasan: Mengapa Negara Mematuhi Aturan Meskipun Tidak Menguntungkan?
Bagaimana Isu Hak Asasi Manusia Mengubah Perilaku Negara Otoriter
Diplomasi Identitas: Mengapa Kedekatan Budaya Lebih Kuat daripada Persekutuan Militer?
Pencuri HP di Masjid Istiqlal Sudah 3 Kali Beraksi, Modus Dorong Jemaah
Anarki adalah Apa yang Dibuat Negara Darinya: Mengubah Wajah Persaingan Menjadi Kerja Sama
Puncak Mudik di Pelabuhan Merak Dini Hari Ini, Menhub Pastikan Kapal Siaga Penuh

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 09:54 WIB

Viral di Instagram, Polisi Ringkus 17 Remaja Penebar Teror Petasan

Rabu, 18 Maret 2026 - 09:18 WIB

Mengapa Nuklir Inggris Tidak Menakuti AS, tapi Nuklir Iran Menjadi Krisis?

Rabu, 18 Maret 2026 - 08:14 WIB

Logika Kepantasan: Mengapa Negara Mematuhi Aturan Meskipun Tidak Menguntungkan?

Rabu, 18 Maret 2026 - 07:09 WIB

Bagaimana Isu Hak Asasi Manusia Mengubah Perilaku Negara Otoriter

Rabu, 18 Maret 2026 - 06:06 WIB

Diplomasi Identitas: Mengapa Kedekatan Budaya Lebih Kuat daripada Persekutuan Militer?

Berita Terbaru