Heboh, Atap Lapangan Padel di Meruya Ambruk Diterjang Hujan dan Angin Kencang

Minggu, 26 Oktober 2025 - 18:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atap lapangan padel di Taman Villa Meruya, Jakarta Barat, tampak miring dan sobek setelah diterpa hujan deras disertai angin kencang. Dok: Instagram

Atap lapangan padel di Taman Villa Meruya, Jakarta Barat, tampak miring dan sobek setelah diterpa hujan deras disertai angin kencang. Dok: Instagram

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Hujan disertai angin kencang di wilayah Jakarta Barat membuat warga di lokasi tersebut ketakutan.ย 

Bahkan suasana heboh terjadi di Lapangan Padel Taman Villa Meruya, Kembangan, Jakarta Barat, pada Minggu (26/10/2025).

Atap lapangan ambruk setelah diterpa hujan deras dan angin kencang.

Dalam video yang viral di media sosial, tiang penyangga tampak miring dan beberapa bagian atap sobek.

Baca Juga :  Kota Tua Jakarta Direkayasa, Dishub Tutup Jalan Teh hingga Cengkeh Jelang Imlek 2026

Pengunjung yang tengah bersiap bermain panik dan berhamburan menyelamatkan diri.

โ€œMiring, tidak ambruk penuh,โ€ jelas Kapolsek Kembangan Kompol M. Taufik Ikhsan, Minggu (26/10/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Polisi dari Polsek Kembangan dan Polres Jakarta Barat langsung turun ke lokasi untuk memeriksa kondisi lapangan.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek Jumat, 16 Januari 2026 Diprediksi Hujan Ringan hingga Sedang

โ€œSyukurlah, tidak ada korban jiwa,โ€ tegas Taufik.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi pengelola fasilitas olahraga agar rutin memeriksa kekuatan struktur bangunan, terutama di musim hujan yang disertai angin kencang ekstrem. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks
Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?
Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci
Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi
Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas
Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa
ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM
Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:05 WIB

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:58 WIB

Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?

Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:48 WIB

Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:45 WIB

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:40 WIB

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Berita Terbaru

Ilustrasi, Pedang bermata dua diplomasi. Melalui kacamata Liberalisme, sanksi ekonomi bukan lagi instrumen hukuman sederhana, melainkan penguji ketangguhan jaringan interdependensi global yang rumit. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Feb 2026 - 20:05 WIB

Ilustrasi, Kembali ke alam. Tren busana Muslim tahun 2026 mengusung konsep kesederhanaan yang elegan melalui sentuhan warna bumi dan siluet minimalis yang mengutamakan kenyamanan fungsional. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Feb 2026 - 17:45 WIB

Ilustrasi, Pahlawan di balik kesunyian Maghrib. Saat mayoritas warga berkumpul di meja makan, sebagian orang justru harus teguh berdiri di garis depan demi pelayanan dan kemanusiaan. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Sabtu, 21 Feb 2026 - 16:40 WIB