Seni Lemari Kapsul

Kamis, 30 Oktober 2025 - 06:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Bagaimana jika memiliki lebih sedikit pakaian justru membuat Anda lebih stylish? Itulah inti dari lemari kapsul. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Bagaimana jika memiliki lebih sedikit pakaian justru membuat Anda lebih stylish? Itulah inti dari lemari kapsul. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Kita hidup di era fast fashion yang serba cepat. Ribuan tren datang dan pergi, lemari kita penuh sesak, namun kita sering merasa tidak punya baju. Sebagai reaksi langsung terhadap kekacauan konsumerisme ini, sebuah gerakan balasan yang lebih tenang muncul: slow fashion dan filosofi “lebih sedikit tetapi lebih baik”.

Inilah seni dari lemari kapsul (capsule wardrobe). Ini adalah sebuah perlawanan yang sadar, memilih ketenangan dan kualitas di atas kebisingan tren sesaat.

Filosofi Lemari Kapsul

Apa sebenarnya lemari kapsul? Ini bukanlah konsep baru, tetapi popularitasnya meledak kembali sebagai antitesis dari fast fashion. Inti filosofinya sederhana: memiliki koleksi pakaian yang kecil dan terkurasi, biasanya berkisar antara 30-40 item inti (termasuk atasan, bawahan, luaran, dan sepatu).

Baca Juga :  Saat Miliarder dan Wisatawan Gantikan Astronaut Pemerintah

Kuncinya bukan pada jumlah pasti, tetapi pada kohesi dan kualitas. Setiap item dipilih dengan cermat, berbahan berkualitas tinggi agar tahan lama, dan dapat dipadupadankan (mix and match) dengan mudah. Ini adalah tentang membangun lemari pakaian yang penuh dengan “pakaian favorit” saja.

Waktu, Uang, dan Lingkungan

Manfaat dari mengadopsi lemari kapsul sangatlah nyata. Pertama, penghematan waktu. Anda tidak akan lagi pusing selama 20 menit setiap pagi memikirkan “pakai baju apa?” karena semua pilihan Anda pada dasarnya serasi satu sama lain.

Kedua, penghematan uang. Meskipun investasi awal untuk pakaian berkualitas mungkin lebih tinggi, dalam jangka panjang Anda jauh lebih hemat. Anda berhenti membeli barang-barang tren yang hanya bertahan satu musim dan akhirnya menumpuk. Ketiga, dan yang terpenting, ini adalah pilihan yang ramah lingkungan. Dengan mengurangi konsumsi secara drastis, kita secara langsung mengurangi jejak limbah tekstil dan permintaan produksi fast fashion yang eksploitatif.

Baca Juga :  Ultimatum Arab Saudi, Kementerian Agama Dinilai Memalukan karena Telat Lunasi Biaya Armuzna

Melawan Godaan

Meskipun terdengar ideal, transisi ini memiliki tantangan psikologis. Kita terus-menerus dibombardir oleh tren baru dan racun influencer di media sosial. Melawan godaan FOMO (Fear of Missing Out) dan dopamin dari pembelian baru adalah perjuangan nyata.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tantangan lainnya adalah menemukan “seragam pribadi” Anda. Proses ini menuntut kita untuk benar-benar memahami gaya pribadi kita, warna apa yang cocok, dan potongan apa yang nyaman, bukan hanya meniru estetika orang lain. Ini adalah perjalanan penemuan jati diri yang membutuhkan usaha di awal.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parlemen Perempuan Tuntut Starmer Tunjuk Deputi Wanita
Cuaca Jabodetabek Hari Ini 12 Februari 2026: Hujan Lebat, Jakarta Selatan Siaga
Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 06:35 WIB

Parlemen Perempuan Tuntut Starmer Tunjuk Deputi Wanita

Kamis, 12 Februari 2026 - 06:23 WIB

Cuaca Jabodetabek Hari Ini 12 Februari 2026: Hujan Lebat, Jakarta Selatan Siaga

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Berita Terbaru

Dekonstruksi kekuasaan di No. 10. Para anggota parlemen perempuan Partai Buruh mendesak perubahan budaya total di Downing Street guna menghapus misogini struktural pasca-serangkaian skandal internal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Parlemen Perempuan Tuntut Starmer Tunjuk Deputi Wanita

Kamis, 12 Feb 2026 - 06:35 WIB

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB