Banjir Semarang 3 Korban Jiwa, 1 Hilang, BNPB Kerahkan Pesawat Pengendali Hujan

Kamis, 30 Oktober 2025 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas BNPB berjuang mengevakuasi warga di tengah banjir yang merendam Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/10/2025). (Ist)

Petugas BNPB berjuang mengevakuasi warga di tengah banjir yang merendam Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/10/2025). (Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir membuat banjir besar hingga melumpuhkan Kota Semarang, Jawa Tengah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, tiga orang tewas dan satu warga masih hilang akibat terjangan air bah yang belum juga surut hingga Kamis (30/10/2025).

“Banjir masih merendam 15 kelurahan di tiga kecamatan. Sebanyak 22.669 jiwa terdampak dan 39 jiwa terpaksa mengungsi. Tiga warga meninggal akibat laka air, sementara satu orang masih dalam pencarian,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari alias Aam.

Pantauan tim Pusdatinkom BNPB menunjukkan genangan tebal masih menutup Jalan Kaligawe Raya hingga wilayah Genuk. Ketinggian air di depan RSI Sultan Agung bahkan kembali naik hingga 90 sentimeter.

Sejumlah truk besar tampak terseok melewati jalur tergenang, sedangkan kendaraan kecil tak mampu melintas sama sekali. Banyak pekerja pabrik di kawasan industri Kaligawe nekat menumpang truk-truk besar demi tetap bisa bekerja.

Baca Juga :  Jabodetabek Diguyur Hujan Seharian, BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Buruk

“Debit air masih tinggi karena pasokan dari hulu Sungai Tenggang dan Sringin belum berhenti,” ujar Aam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pompa dan Kolam Retensi Dikerahkan Total

Untuk mempercepat surutnya banjir, pompa-pompa milik BBWS, PPSDA, dan BNPB terus bekerja tanpa henti. Air dari kawasan tengah hingga utara kota disedot menuju dua kolam retensi, lalu dialirkan ke Laut Jawa.

Namun, upaya ini belum cukup. Awan hujan masih menebal di langit Semarang. Radar cuaca Stasiun Meteorologi Ahmad Yani mendeteksi potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa titik hulu.

Melihat situasi yang makin parah, BNPB menambah armada Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengendalikan awan hujan yang mengepung Semarang.

Pesawat tambahan disiagakan untuk menabur bahan semai natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO) guna memecah awan pembawa hujan.

Baca Juga :  Pemprov Jakarta Buka Pendaftaran KJMU Tahap II 2025, Kuota 3.466 Mahasiswa Baru

Sebelumnya, BNPB sudah mengoperasikan pesawat Cessna Caravan PK-SNM yang bertugas mengurai awan agar tidak menurunkan hujan di wilayah banjir maupun di hulu sungai. Namun karena pembentukan awan sangat masif, satu armada saja tak lagi cukup.

Mulai Kamis (30/10), pesawat tambahan akan dikerahkan dari Lanud Adi Soemarmo, Solo, sebagai posko OMC wilayah selatan Jawa Tengah.

“Dengan penambahan armada udara ini, BNPB berharap percepatan penanganan banjir dan mitigasi cuaca bisa lebih optimal. Saat satgas darat berjibaku di lapangan, dari langit kami mengatur hujan agar turun di tempat yang semestinya,” tegas Aam.

Banjir kali ini menjadi peringatan keras bagi Pemerintah Kota Semarang dan warga untuk lebih siap menghadapi cuaca ekstrem. Selain akibat hujan dan kiriman air dari hulu, proyek tol dan tanggul laut juga ditengarai memperlambat aliran air ke laut. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menantu Otak Pembunuhan Mertua di Pekanbaru, Korban Dipukul Balok hingga Tewas
Tiga Geng Motor Ditangkap Usai Tawuran Bersenjata Tajam di Bogor
PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam
Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon
Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri
Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap
Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS
Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:07 WIB

Menantu Otak Pembunuhan Mertua di Pekanbaru, Korban Dipukul Balok hingga Tewas

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:52 WIB

Tiga Geng Motor Ditangkap Usai Tawuran Bersenjata Tajam di Bogor

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:35 WIB

Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:21 WIB

Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri

Berita Terbaru

Menjaga stabilitas kawasan. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan evolusi strategi Indo-Pasifik di Hanoi. Ia menjanjikan dukungan finansial besar untuk ketahanan energi dan keamanan maritim guna menghadapi agresivitas China. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB