Jakarta Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca 5–10 November 2025 untuk Cegah Banjir Besar

Selasa, 4 November 2025 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Ist)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Ist)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Perang melawan banjir resmi bergulir. Kini, Pemprov DKI menjaga Ibu Kota dalam status siaga total, menurunkan pasukan lapangan yang standby 24 jam, serta mengimbau warga tetap waspada dan mengikuti informasi resmi pemerintah.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tancap gas menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 5–10 November 2025 untuk mematahkan ancaman banjir besar akibat hujan ekstrem dan limpasan dari wilayah hulu.

Langkah cepat ini sekaligus menjadi senjata pamungkas Jakarta menghadapi musim penghujan yang diprediksi ganas.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan operasi tersebut usai memimpin Apel dan Simulasi Kesiapsiagaan Jaga Jakarta di Ruang Limpah Sungai Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2025).

Baca Juga :  Hujan Lebat Picu Plafon SDN 05 Pademangan Timur Roboh Saat Siswa Santap MBG di Kelas

“BMKG memprediksi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi mulai awal November sampai Februari. Karena itu, kami langsung mengeksekusi operasi modifikasi cuaca bersama pemerintah pusat,” tegas Pramono.

Selanjutnya, Pramono menjelaskan bahwa OMC mengatur distribusi hujan agar tidak turun bersamaan dan memicu banjir parah.

Fokus diarahkan ke Jakarta Selatan dan Timur — jalur rutin limpasan air dari Bogor, Depok, dan Puncak.

Hujan harus bisa kita kelola, bukan menyerang Jakarta sekaligus. Kami turunkan curah hujan di hulu supaya aliran ke Jakarta tetap terkendali,” jelasnya.

Waspada Rob, Armada Pompa Standby

Tak hanya itu, Pemprov juga mengawasi ancaman rob di pesisir utara akibat gelombang pasang bersamaan fase bulan purnama.

Baca Juga :  Banjir Jakarta Hari Ini Rendam 4 RT dan 2 Jalan, Dipicu Hujan Deras

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah menurunkan perlengkapan tempur berupa:

  • 7 rumah pompa tambahan
  • Pintu air baru di kawasan pesisir
  • Sistem komunikasi dan peringatan dini yang diperkuat

“Jakarta menghadapi tiga ancaman sekaligus: hujan lokal, banjir kiriman, dan rob. Kalau meledak bersamaan, dampaknya besar. Maka semua alat dan sistem harus siap tempur,” tegasnya garang.

Kebijakan ini menandai perubahan strategi besar: Jakarta tidak lagi menunggu banjir datang, melainkan lebih dulu menyerang dengan teknologi cuaca dan kesiapsiagaan penuh. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
Pungli Pemakaman Gratis Masih Terjadi, Distamhut DKI Ungkap Modus Baru
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:09 WIB

Pungli Pemakaman Gratis Masih Terjadi, Distamhut DKI Ungkap Modus Baru

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB