Jelang SEA Games 2025, PSSI Pilih Mali Lawan Timnas U-23, Bahrain Mendadak Mundur

Rabu, 12 November 2025 - 07:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pemain Timnas Indonesia U-23. (Posnews/PSSI)

Para pemain Timnas Indonesia U-23. (Posnews/PSSI)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mengambil keputusan memilih Timnas Mali U-23 sebagai lawan uji coba Timnas Indonesia U-23.

Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menegaskan laga ini bagian dari persiapan serius menuju SEA Games 2025 di Thailand.

Sesuai jadwal, Garuda Muda akan bentrok dengan Mali pada 15 dan 18 November 2025 di Stadion Pakansari, Bogor.

Duel panas ini sekaligus jadi ajang pemanasan sebelum turnamen bergengsi antarnegara Asia Tenggara.

Namun menariknya, lawan uji coba yang dipilih bukan dari Asia, melainkan dari benua Afrika!

Kalau kami mencari lawan dari Asia Tenggara, jelas tidak mungkin karena mereka calon lawan kami di SEA Games,” ujar Sumardji kepada wartawan, Selasa (11/11/2025).

Baca Juga :  Puluhan Pesawat Tiongkok Kepung Taiwan, 31 Jet Tempur Tembus Garis Median dalam Sehari

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahrain Batal, Mali Langsung Gantikan Jadwal

Menurut Sumardji, PSSI awalnya menyiapkan dua negara untuk jadi lawan uji coba, yaitu Mali dan Bahrain.

Namun, rencana itu berubah mendadak. Bahrain menarik diri lantaran ikut turnamen di Kirgistan.

“Saya sudah diskusi dengan coach Indra Sjafri. Tadinya ada dua negara — Mali dan Bahrain. Tapi Bahrain mengundurkan diri karena ikut turnamen di Kirgistan. Akhirnya hanya Mali yang siap,” jelasnya.

Baca Juga :  Aksi Kemanusiaan Polisi Pesisir, Evakuasi Warga Muara Gembong untuk Operasi Medis

Rencana awal, uji coba digelar 12, 15, dan 18 November, namun karena Bahrain mundur, tanggal 12 resmi ditiadakan. “Jadi kami hanya fokus lawan Mali,” tutup Sumardji.

Sementara itu, Timnas Indonesia U-23 sudah menggelar pemusatan latihan (TC) di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta.

Latihan intensif ini dilakukan untuk mematangkan strategi menghadapi Mali dan menyongsong SEA Games.

Tiga pemain baru bergabung memperkuat skuad, yakni Reycredo Beremanda, Muhammad Mishbah, dan Luke Xavier Keet. Dengan tambahan ini, total pemain di skuad Garuda Muda mencapai 33 orang. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi
Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:54 WIB

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Berita Terbaru

Membalikkan keadaan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah melalui ekspor teknologi pencegat drone ke negara-negara Teluk yang kini menjadi target serangan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Mar 2026 - 21:54 WIB

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB