Waspada! Aksi Pelecehan Seksual Terjadi Pagi Hari di Tegal Kenongo Kasihan Bantul

Rabu, 12 November 2025 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, aksi pelecehan seksual. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, aksi pelecehan seksual. (Posnews/Ist)

BANTUL, POSNEWS.CO.ID – Aksi pelecehan seksual di ruang publik kembali terjadi. Kali ini, seorang perempuan warga Tirtonirmolo melaporkan mengalami tindakan pelecehan saat berjalan kaki di kawasan Tegal Kenongo, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Bantul, pada Rabu (12/11/2025) pagi.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi warga, khususnya perempuan, untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah, bahkan di pagi hari.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan korban (identitas disamarkan), peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, ia sedang berjalan santai sendirian di area yang relatif sepi.

Tiba-tiba, seorang pria tak dikenal datang dari arah belakang dan langsung melakukan tindakan tidak senonoh.

Baca Juga :  Pria di Bintaro Ngamuk Bacok Suami Orang Pakai Golok, Korban Bersimbah Darah

“Saya langsung teriak, dan pelaku langsung kabur,” ujar korban saat memberikan keterangan.

Korban menyayangkan sikap seorang pengendara motor yang kebetulan berada di dekat lokasi, namun tidak berbuat apa-apa. “Di depan ada orang naik motor, tapi hanya melihat dan tidak membantu,” sesalnya.

Imbauan untuk Masyarakat dan Perempuan

Korban menegaskan bahwa pakaian yang ia kenakan sudah tertutup. Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa pakaian tidak menghalangi niat pelaku kejahatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sudah mengenakan pakaian tertutup—berjilbab dan baju panjang—namun hal tersebut tidak menghalangi pelaku untuk melakukan aksi pelecehan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Cekcok Berujung Sadis, Pedagang Cilok Tusuk Rekannya di Kembangan Jakarta Barat

Atas kejadian ini, korban berpesan agar perempuan lain lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar:

  1. Jangan Sendirian: “Kalau mau jalan pagi sebaiknya ditemani, atau pilih tempat yang ramai. Semoga tidak ada lagi yang mengalami hal seperti saya,” pesannya.
  2. Ubah Rute: Jika terpaksa sendirian, hindari rute yang sepi atau area yang dikenal rawan.
  3. Segera Lapor: Warga sekitar diimbau untuk lebih meningkatkan kewaspadaan serta tidak segan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang atau aparat keamanan setempat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig
Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek

Berita Terbaru

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB