JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aksi begal di Jakarta semakin bringas dan kembali membuat warga resah.
Meski Polda Metro Jaya menangkap delapan pelaku, polisi dinilai belum mampu menekan maraknya kejahatan jalanan yang kini semakin nekat menggunakan senjata api.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengakui masih memburu lima begal yang diduga tergabung dalam sejumlah jaringan berbeda.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin mengatakan sebagian pelaku yang masih buron diketahui membawa senjata api saat beraksi di jalanan ibu kota.
“Masih ada pelaku yang menggunakan senjata api dan saat ini terus kami kejar,” ujar Iman, Selasa (19/5/2026).
Begal Makin Brutal, Warga Kian Takut
Maraknya aksi begal di berbagai titik Jakarta memicu kritik terhadap kinerja reserse yang dinilai belum maksimal mengantisipasi kejahatan jalanan.
Pelaku kini tidak hanya menyasar kendaraan bermotor, tetapi juga ponsel dan barang berharga milik korban di ruang publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini membuat masyarakat mempertanyakan efektivitas patroli malam dan pengawasan di kawasan rawan kriminalitas.
Polisi Akui Ada Banyak Jaringan Begal
Polda Metro Jaya mengungkap para pelaku berasal dari beberapa kelompok berbeda yang beroperasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Polisi kini masih mengembangkan penyelidikan untuk membongkar jaringan lain yang diduga terlibat dalam aksi pencurian dengan kekerasan.
“Pelaku berasal dari beberapa jaringan dan masih terus kami kembangkan,” katanya.
WNA Italia Jadi Korban di Bundaran HI
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap delapan pelaku begal dan penjambretan yang beraksi di sejumlah lokasi, mulai dari Kebon Jeruk hingga Bundaran HI.
Tiga pelaku di antaranya merupakan penjambret yang merampas ponsel warga negara Italia di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Kasus tersebut sempat menjadi sorotan karena terjadi di pusat ibu kota yang dikenal sebagai kawasan premium dan ikon Jakarta.
Polisi menegaskan pengejaran terhadap lima pelaku lain masih terus dilakukan guna menekan aksi begal yang belakangan semakin meresahkan masyarakat. **
Editor : Hadwan











