Begal Golok Beraksi Pagi Buta di Tambora, Istri Pedagang Terpental dari Motor

Senin, 17 November 2025 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Begal Sepeda Motor. (@foto Int)

Ilustrasi, Begal Sepeda Motor. (@foto Int)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Bagi warga yang beraktivitas di malam hari hingga subuh untuk selalu berhati-hati. Aksi curas (begal) bersenjata golok kembali menghantui warga Tambora, Jakarta Barat.

Seorang pria bernama ASM diduga terlibat dalam pembegalan sadis yang menimpa pasangan pedagang saat hendak menuju pasar, Sabtu (15/11/2025) pagi.

Insiden terjadi sekitar pukul 05.30 WIB di Jl. Songsi III, RT 08/06, Kelurahan Tanah Sereal, Kecamatan Tambora. Korban bernama TSL menjadi sasaran komplotan begal yang beraksi cepat dan brutal.

Saat itu, pelapor dan korban sedang berboncengan dengan istri menggunakan sepeda motor menuju pasar. Keduanya hendak berdagang seperti biasa.

Baca Juga :  Wanita Lansia Ditemukan Tewas di Jonggol, Leher Bersimbah Darah

Namun, setibanya di lokasi kejadian, mereka melewati dua pria mencurigakan — satu mengenakan jaket hitam dan satu lagi memakai jaket biru sambil menunggu di atas motor.

Tak lama setelah korban melintas, pria berjaket hitam langsung menarik ponsel milik TSL dari tangannya. Tarikan itu begitu kuat hingga motor yang dikendarai suami korban terjatuh ke aspal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

TSL yang berusaha mempertahankan ponselnya justru mendapat ancaman mematikan. Pelaku yang lain mengeluarkan golok dari pinggang, melepaskan sarungnya, lalu mengacungkan senjata tajam itu ke arah korban.

Baca Juga :  Wanita Tewas Dibunuh di Cisarua Saat Tagih Utang, Pelaku Ditangkap Polres Bogor

Aksi intimidasi itu membuat korban tak berdaya. Ponselnya pun berhasil dirampas. Setelah menjalankan aksinya, kedua pelaku dengan santai kabur menggunakan sepeda motor, meninggalkan korban dalam kondisi terkejut dan terluka.

Tak menerima kejadian biadab itu, pelapor langsung menuju Polsek Tambora untuk membuat laporan resmi. Kasus ini kini sedang ditangani tim penyidik untuk memburu kedua pelaku yang kabur.

Warga berharap polisi segera menangkap komplotan begal tersebut mengingat jalur itu kerap dilewati banyak pedagang pada pagi hari. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Berita Terbaru

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB