China Kirim Kapal ke Senkaku dan Drone Dekat Jepang

Selasa, 18 November 2025 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, China kirim kapal penjaga pantai ke Senkaku (Diaoyu) dan 30 pesawat militer (termasuk drone) di dekat Jepang. Ini adalah balasan militer dan ekonomi atas komentar PM Takaichi soal Taiwan. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, China kirim kapal penjaga pantai ke Senkaku (Diaoyu) dan 30 pesawat militer (termasuk drone) di dekat Jepang. Ini adalah balasan militer dan ekonomi atas komentar PM Takaichi soal Taiwan. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Perseteruan diplomatik antara China dan Jepang kini bereskalasi ke aksi militer dan tekanan ekonomi. Pada Minggu (15/11/2025), China secara terbuka mengirim formasi kapal Penjaga Pantai (CCG) ke perairan Kepulauan Senkaku (Diaoyu). Selain itu, Taiwan melaporkan puluhan pesawat dan drone militer China berpatroli di dekat wilayah udara Jepang.

Langkah-langkah provokatif ini adalah buntut kemarahan Beijing atas komentar Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengenai Taiwan pekan lalu.

Eskalasi Militer di Senkaku dan Selat Taiwan

Secara rinci, China Coast Guard mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa formasi kapal 1307 melakukan “patroli penegakan hak” di perairan teritorial Diaoyu. Tentu saja, Jepang (yang mengelola pulau itu sebagai Senkaku) menganggap patroli ini sebagai pelanggaran kedaulatan. Meskipun kedua negara sering berhadapan di area ini, waktu patroli kali ini jelas merupakan sinyal politik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara bersamaan, Kementerian Pertahanan Taiwan merilis laporan aktivitas militer China dalam 24 jam terakhir. Mereka mendeteksi 30 pesawat militer China dan 7 kapal angkatan laut beroperasi di sekitar pulau itu.

Baca Juga :  Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan

Lebih penting lagi, peta yang kementerian rilis menunjukkan beberapa drone China terbang di antara Taiwan dan pulau-pulau terluar Jepang. Drone-drone itu terlihat terbang sangat dekat dengan Pulau Yonaguni, yang jaraknya hanya 110 km dari Taiwan. Meskipun transit militer China di sana bukan hal baru, namun frekuensinya jarang terjadi.

Tekanan Ekonomi: Peringatan Perjalanan dan Pelajar

Setelah perang kata (termasuk ancaman “potong kepala” dari diplomatnya), Beijing kini meningkatkan tekanan ekonomi:

  1. Peringatan Perjalanan: Pada Jumat, China memperingatkan warganya agar berhati-hati saat bepergian ke Jepang. Akibatnya, tiga maskapai China mengumumkan tiket ke Jepang bisa diubah atau direfund gratis. Ini adalah pukulan besar, mengingat turis China mencakup hampir seperempat dari total turis di Jepang.
  2. Peringatan Studi: Pada Minggu, Beijing semakin meningkatkan tekanan. Pemerintah mendesak warganya untuk “mempertimbangkan kembali dengan cermat” rencana belajar di Jepang. Langkah ini dapat berdampak negatif pada universitas-universitas Jepang, mengingat 123.000 pelajar China adalah kelompok mahasiswa asing terbesar di sana.
  3. Pembekuan Budaya: Distributor film di China juga menangguhkan pemutaran setidaknya dua film Jepang (termasuk “Crayon Shin-chan”). Media pemerintah CCTV menyebut langkah ini sebagai “keputusan bijaksana” mengingat sentimen audiens domestik yang memburuk.
Baca Juga :  Gaya Viral PM Sanae Takaichi Pikat Pemilih Muda Jepang

Diplomasi Buntu, Bisnis Cemas

Upaya de-eskalasi tampak gagal. Meskipun seorang pejabat senior Kemenlu Jepang dijadwalkan terbang ke Beijing untuk berbicara dengan mitranya, namun China menolak mentah-mentah rencana pertemuan antara pemimpinnya dan PM Takaichi di sela-sela KTT G20.

Situasi ini membuat para pemimpin bisnis Jepang cemas. Kepala lobi bisnis Keidanren, Yoshinobu Tsutsui, mendesak Takaichi untuk melakukan dialog. “Stabilitas politik adalah prasyarat untuk pertukaran ekonomi,” ujarnya.

Di sisi lain, Amerika Serikat turut bersuara. Duta Besar AS untuk Jepang, George Glass, menegaskan di X (Twitter) bahwa AS tetap berkomitmen penuh pada pertahanan Jepang, “termasuk Kepulauan Senkaku.”

Analis dari Cornell University, Allen Carlson, mengatakan situasi kini berada “di ujung pisau” (on a knife’s edge). Jepang menolak mencabut pernyataan Takaichi, sementara China terus meningkatkan eskalasi militer dan ekonomi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB
Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk
Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa
Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:24 WIB

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB

Selasa, 15 September 2026 - 07:24 WIB

Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk

Selasa, 15 September 2026 - 06:19 WIB

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Berita Terbaru

Blizzard mengumumkan gim baru StarCraft bergenre open world shooter garapan Dan Hay pada BlizzCon 2026 dengan target rilis tahun 2030. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Blizzard Resmi Umumkan Game Baru StarCraft Open World

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:30 WIB

AMD meluncurkan CPU Ryzen 5 5500F 6-core AM4 seharga $99. Simak spesifikasi lengkap, dukungan DDR4, dan keunggulan rakit PC hemat di sini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

AMD Resmi Rilis CPU Ryzen 5 5500F Berbasis AM4

Rabu, 16 Sep 2026 - 08:21 WIB