Blunder Lapor Polisi, Penyelundupan 1 Ton Emas Senilai Rp1,15 Triliun Terbongkar

Sabtu, 22 November 2025 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Kemilau dari kedalaman samudra. Sebelum era mutiara budidaya, permata alami ini merupakan harta karun paling eksklusif di dunia yang memicu lahirnya industri penyelaman tradisional hingga revolusi ekonomi di Teluk Persia. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Kemilau dari kedalaman samudra. Sebelum era mutiara budidaya, permata alami ini merupakan harta karun paling eksklusif di dunia yang memicu lahirnya industri penyelaman tradisional hingga revolusi ekonomi di Teluk Persia. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Kasus kriminal unik sekaligus mencengangkan baru saja terungkap di Jepang. Polisi menangkap dua pria atas dugaan penyelundupan emas dalam jumlah fantastis, yakni satu ton.

Nilai total emas tersebut mencapai 10,8 miliar yen atau sekitar Rp1,15 triliun. Menariknya, pengungkapan kasus besar ini bermula dari kesalahan konyol sang pelaku sendiri.

Jin Tateno (53) dan Jun Sakurai (45) diduga kuat mendalangi operasi ini. Tercatat, mereka melakukan perjalanan bolak-balik Korea Selatan ke Jepang sebanyak 200 kali antara tahun 2023 hingga 2024.

Lapor Polisi Berujung Jeruji Besi

Kasus ini bermula dari sebuah ketidaksengajaan. Awalnya, seseorang menemukan kantong berisi emas di Bandara Haneda dan menyerahkannya kepada petugas.

Tak lama kemudian, Tateno mendatangi kantor polisi bandara. Ia berniat melaporkan kehilangan barang berharganya tersebut. Tanpa sadar, tindakan polos ini justru membuka kotak pandora kejahatannya sendiri.

Baca Juga :  Damkarmat Kulon Progo Evakuasi Botol Terjepit di Alat Kelamin Lansia

Polisi lantas curiga dengan kepemilikan emas tersebut. Akhirnya, penyelidikan mendalam pun dilakukan hingga terkuaklah skema penyelundupan raksasa ini.

Modus Hindari Pajak Konsumsi

Pihak kepolisian menangkap kedua tersangka pada Rabu lalu. Mereka menduga Tateno dan Sakurai sengaja menyelundupkan emas untuk menghindari pajak konsumsi Jepang sebesar 10 persen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, mereka menjual emas tersebut di pasar domestik Jepang. Dengan begitu, mereka meraup keuntungan besar dari selisih pajak yang tidak mereka bayarkan.

Investigasi mengungkap detail kejadian pada Agustus 2024. Tateno menyelundupkan 4 kilogram emas lewat Bandara Haneda pada 21 Agustus. Akibatnya, negara rugi pajak sekitar 4,68 juta yen.

Baca Juga :  Kebakaran Rumah di Senen Jakarta Pusat, Dua Petugas Damkar Luka

Sementara itu, Sakurai beraksi sehari setelahnya. Petugas bea cukai memergokinya membawa 9 kilogram emas. Ia berusaha menghindari pajak senilai 10 juta yen.

Saling Lempar Tanggung Jawab

Saat menjalani pemeriksaan, kedua tersangka memberikan keterangan berbeda. Bahkan, mereka cenderung saling menyalahkan.

Tateno membantah tuduhan tersebut mentah-mentah. “Saya tidak punya niat untuk menyelundup,” ujarnya kepada penyidik.

Sebaliknya, Sakurai justru “bernyanyi” dan menyudutkan rekannya. Ia mengaku bahwa Tateno-lah yang memintanya melakukan aksi ilegal tersebut.

Kasus penyelundupan emas memang sedang marak di Jepang. Pasalnya, permintaan terhadap aset safe-haven ini terus meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kini, kedua pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di balik jeruji besi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menantu Otak Pembunuhan Mertua di Pekanbaru, Korban Dipukul Balok hingga Tewas
Tiga Geng Motor Ditangkap Usai Tawuran Bersenjata Tajam di Bogor
PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam
Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon
Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri
Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap
Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS
Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:07 WIB

Menantu Otak Pembunuhan Mertua di Pekanbaru, Korban Dipukul Balok hingga Tewas

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:52 WIB

Tiga Geng Motor Ditangkap Usai Tawuran Bersenjata Tajam di Bogor

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:35 WIB

Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:21 WIB

Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri

Berita Terbaru

Menjaga stabilitas kawasan. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan evolusi strategi Indo-Pasifik di Hanoi. Ia menjanjikan dukungan finansial besar untuk ketahanan energi dan keamanan maritim guna menghadapi agresivitas China. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB