TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Kasus kriminal unik sekaligus mencengangkan baru saja terungkap di Jepang. Polisi menangkap dua pria atas dugaan penyelundupan emas dalam jumlah fantastis, yakni satu ton.
Nilai total emas tersebut mencapai 10,8 miliar yen atau sekitar Rp1,15 triliun. Menariknya, pengungkapan kasus besar ini bermula dari kesalahan konyol sang pelaku sendiri.
Jin Tateno (53) dan Jun Sakurai (45) diduga kuat mendalangi operasi ini. Tercatat, mereka melakukan perjalanan bolak-balik Korea Selatan ke Jepang sebanyak 200 kali antara tahun 2023 hingga 2024.
Lapor Polisi Berujung Jeruji Besi
Kasus ini bermula dari sebuah ketidaksengajaan. Awalnya, seseorang menemukan kantong berisi emas di Bandara Haneda dan menyerahkannya kepada petugas.
Tak lama kemudian, Tateno mendatangi kantor polisi bandara. Ia berniat melaporkan kehilangan barang berharganya tersebut. Tanpa sadar, tindakan polos ini justru membuka kotak pandora kejahatannya sendiri.
Polisi lantas curiga dengan kepemilikan emas tersebut. Akhirnya, penyelidikan mendalam pun dilakukan hingga terkuaklah skema penyelundupan raksasa ini.
Modus Hindari Pajak Konsumsi
Pihak kepolisian menangkap kedua tersangka pada Rabu lalu. Mereka menduga Tateno dan Sakurai sengaja menyelundupkan emas untuk menghindari pajak konsumsi Jepang sebesar 10 persen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya, mereka menjual emas tersebut di pasar domestik Jepang. Dengan begitu, mereka meraup keuntungan besar dari selisih pajak yang tidak mereka bayarkan.
Investigasi mengungkap detail kejadian pada Agustus 2024. Tateno menyelundupkan 4 kilogram emas lewat Bandara Haneda pada 21 Agustus. Akibatnya, negara rugi pajak sekitar 4,68 juta yen.
Sementara itu, Sakurai beraksi sehari setelahnya. Petugas bea cukai memergokinya membawa 9 kilogram emas. Ia berusaha menghindari pajak senilai 10 juta yen.
Saling Lempar Tanggung Jawab
Saat menjalani pemeriksaan, kedua tersangka memberikan keterangan berbeda. Bahkan, mereka cenderung saling menyalahkan.
Tateno membantah tuduhan tersebut mentah-mentah. “Saya tidak punya niat untuk menyelundup,” ujarnya kepada penyidik.
Sebaliknya, Sakurai justru “bernyanyi” dan menyudutkan rekannya. Ia mengaku bahwa Tateno-lah yang memintanya melakukan aksi ilegal tersebut.
Kasus penyelundupan emas memang sedang marak di Jepang. Pasalnya, permintaan terhadap aset safe-haven ini terus meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kini, kedua pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di balik jeruji besi.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia


















