Satgas Pangan Polri Bongkar Proses Produksi Beras Bermasalah di Serang, QC Cuma Ngetes 2 Kali

Rabu, 6 Agustus 2025 - 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Satgas Pangan Polri Produksi beras tidak sesuai standar. (Foto Istimewa)

Satgas Pangan Polri Produksi beras tidak sesuai standar. (Foto Istimewa)

SERANG, ONLINEWS.CO.ID – Satgas Pangan Polri bergerak cepat! Tim gabungan dari Bareskrim Polri langsung turun ke lapangan dan menggelar rekonstruksi proses produksi beras di PT Padi Indonesia Maju, yang berlokasi di Kawasan Industri Terpadu Wilmar, Serang, Banten.

Aksi ini dilakukan buntut dugaan penyimpangan dalam mutu produksi beras yang tidak sesuai standar nasional. Dalam pengecekan itu, Brigjen Pol Helfi Assegaf, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim sekaligus Kasatgas Pangan Polri, membeberkan hasil temuannya secara gamblang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Proses produksi di sini memakai sistem otomatis. Kapasitasnya tembus 300 ton beras per hari. Namun, pengawasannya masih amburadul!” semprot Helfi, Selasa (5/8/2025).

Baca Juga :  BNN Geledah Kampung Bahari: 18 Orang Diciduk, Modus Sadis Wajib Coba Sabu

Mesin Canggih, Tapi QC (Quality Control) Lemah

Mesin-mesin di pabrik ini memang tergolong lengkapdari pengering gabah, pemecah kulit, pemulus, pemisah warna, hingga pengemas dengan timbangan otomatis. Proses pengolahan beras berjalan sekitar 20 jam nonstop, dan seharusnya uji sampling dilakukan setiap dua jam.

Sistem otomatis memang canggih, tapi kalau QC-nya ogah-ogahan, hasilnya tetap nggak maksimal. Kami temukan sisa menir (beras pecah) di produk akhir. Padahal labelnya beras premium,” tegas Helfi.

 

Beras premium bermasalah di PT Padi Indonesia Maju Serang. (Foto Istimewa)
Beras premium bermasalah di PT Padi Indonesia Maju Serang. (Foto Istimewa)

Tak hanya soal kualitas, Satgas juga mengendus adanya manipulasi dalam pengemasan. Diketahui, berat karung 25 kg sengaja ditambah 200 gram agar tidak ditolak oleh sistem otomatis mesin pengemas.

Baca Juga :  Ayah Tiri Pembunuhan Alvaro, Polisi Ungkap Cara AI Bunuh Diri di Ruang Konseling

Ini sih akal-akalan. Harusnya berat sesuai label. Konsumen berhak dapat takaran yang benar,cetusnya.

Petugas QC Banyak, Tapi Hanya Satu yang Punya Sertifikat

Mirisnya lagi, dari 22 petugas Quality Control, cuma satu orang yang punya sertifikasi resmi. Sertifikasi penting untuk jaga mutu,”

Tiga Orang Sudah Masuk Proses Hukum

Dalam kasus ini, tiga orang terlibat dan kini tengah menjalani proses hukum. Namun Helfi memastikan operasional pabrik tetap berjalan seperti biasa. Distribusi beras ke masyarakat tidak terganggu.

“Kami terus awasi, karena pangan itu soal hajat hidup orang banyak. Jangan main-main,” tutupnya.(red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Besok, Status JC Bisa Buka Fakta Baru
Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci
Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:10 WIB

Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Besok, Status JC Bisa Buka Fakta Baru

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:26 WIB

Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:38 WIB

Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:06 WIB

Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB