JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aksi ribuan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh hari ini kembali mengguncang ibu kota.
Mereka menggelar demo besar-besaran di sekitar Istana Merdeka dan Kompleks DPR, Senin (24/11/2025). Polisi pun bersiaga penuh dan menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin menegaskan pihaknya bergerak cepat untuk memastikan arus kendaraan tetap mengalir.
“Rekayasa lalu lintas bersifat situasional. Kami berharap arus tidak sampai tertutup,” kata Komarudin.
Ia menegaskan polisi tidak akan menutup jalan selama kendaraan masih bisa melintas. Namun, polisi sudah menyiapkan langkah antisipasi apabila massa demo membludak dan menutup badan jalan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Namun, jika jumlah peserta membeludak dan jalan tertutup, pihaknya akan menutup total akses tersebut. Misalnya, di kawasan Istana, polisi akan mengalihkan arus dari Patung Kuda menuju Kedubes Amerika Serikat ke Medan Merdeka Selatan,” ujarnya.
Tak hanya di Istana, rekayasa lalu lintas juga dipersiapkan di sekitar DPR. Komarudin menegaskan polisi menerapkan pola pengalihan arus sesuai kondisi lapangan.
“Di DPR juga situasional,” tegasnya.
Aksi buruh hari ini diperkirakan memobilisasi puluhan ribu massa dari berbagai daerah industri. Polisi mengimbau masyarakat menghindari kawasan Istana, Patung Kuda, dan DPR untuk mengurangi kemacetan.
Presiden KSPI dan Partai Buruh, Said Iqbal, menyebut buruh menolak formula pemerintah. “Rata-rata UM tidak lebih dari Rp 3 juta. Kenaikan Rp 90 ribu jelas tidak layak,” tegasnya.
Ia memaparkan tiga opsi yang dibawa buruh:
- Tuntutan awal 8,5–10,5 persen
- Opsi kedua 7,77 persen
- Opsi ketiga minimal 6,5 persen
Said menilai aksi ini peringatan keras kepada pemerintah.
“Buruh tidak minta berlebihan. Pemerintah jangan gegabah dan jangan tunduk pada oligarki pengusaha,” tandasnya. (red)


















