Rekayasa Lalu Lintas di Demo Buruh Hari Ini, Polisi Siaga di Istana dan DPR

Senin, 24 November 2025 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, rekayasa arus Lalu Lintas.
(Posnews/Net)

Ilustrasi, rekayasa arus Lalu Lintas. (Posnews/Net)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID  – Aksi ribuan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh hari ini kembali mengguncang ibu kota.

Mereka menggelar demo besar-besaran di sekitar Istana Merdeka dan Kompleks DPR, Senin (24/11/2025). Polisi pun bersiaga penuh dan menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin menegaskan pihaknya bergerak cepat untuk memastikan arus kendaraan tetap mengalir.

Rekayasa lalu lintas bersifat situasional. Kami berharap arus tidak sampai tertutup,” kata Komarudin.

Ia menegaskan polisi tidak akan menutup jalan selama kendaraan masih bisa melintas. Namun, polisi sudah menyiapkan langkah antisipasi apabila massa demo membludak dan menutup badan jalan.

Baca Juga :  Bareskrim Gulung Narkoba di Klub Malam Bali, 10 Tersangka Diciduk Termasuk Manajer

Namun, jika jumlah peserta membeludak dan jalan tertutup, pihaknya akan menutup total akses tersebut. Misalnya, di kawasan Istana, polisi akan mengalihkan arus dari Patung Kuda menuju Kedubes Amerika Serikat ke Medan Merdeka Selatan,” ujarnya.

Tak hanya di Istana, rekayasa lalu lintas juga dipersiapkan di sekitar DPR. Komarudin menegaskan polisi menerapkan pola pengalihan arus sesuai kondisi lapangan.

“Di DPR juga situasional,” tegasnya.

Aksi buruh hari ini diperkirakan memobilisasi puluhan ribu massa dari berbagai daerah industri. Polisi mengimbau masyarakat menghindari kawasan Istana, Patung Kuda, dan DPR untuk mengurangi kemacetan.

Baca Juga :  Hasan Nasbi Ungkap Praktik Curang Komoditas Selama 40 Tahun

Presiden KSPI dan Partai Buruh, Said Iqbal, menyebut buruh menolak formula pemerintah. “Rata-rata UM tidak lebih dari Rp 3 jutaKenaikan Rp 90 ribu jelas tidak layak,” tegasnya.

Ia memaparkan tiga opsi yang dibawa buruh:

  • Tuntutan awal 8,5–10,5 persen
  • Opsi kedua 7,77 persen
  • Opsi ketiga minimal 6,5 persen

Said menilai aksi ini peringatan keras kepada pemerintah.

Buruh tidak minta berlebihanPemerintah jangan gegabah dan jangan tunduk pada oligarki pengusaha,” tandasnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Besok, Status JC Bisa Buka Fakta Baru
Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci
Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:10 WIB

Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Besok, Status JC Bisa Buka Fakta Baru

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:26 WIB

Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:38 WIB

Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:06 WIB

Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB