Banjir Bandang Mengamuk di Padang, 4 Warga Tewas dan 17 Kelurahan Lumpuh Dini Hari

Kamis, 27 November 2025 - 17:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas BNPB memantau data korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.(Posnews/BPBD)

Petugas BNPB memantau data korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.(Posnews/BPBD)

PADANG, POSNEWS.CO.ID – Bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah di tanah air membawa duka dan mendalam bagi mereka yang terkena musibah. Tim SAR gabungan masih terus mengevakusai warga dan mencari korban yang hilang.

Begitu juga dengan bencana alam di Kota Padang setelah banjir bandang menerjang kawasan Lubuk Minturun, Koto Tengah, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025) dini hari.

Hujan deras yang mengguyur sejak malam memicu arus besar membawa batang pohon, lumpur, hingga bebatuan, dan langsung menyapu rumah warga.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebutkan empat warga tewas akibat terjangan arus bandang tersebut.

Baca Juga :  Pelaku Teror Bom 10 Sekolah Depok Ditangkap, Motif Sakit Hati Usai Lamaran Ditolak

“Arus banjir dengan volume besar menerjang rumah-rumah di bantaran Sungai Minturun. Material batang pohon dan lumpur merusak permukiman. Empat warga meninggal dunia,” jelasnya dalam keterangan tertulis.

Tidak hanya merendam rumah, banjir bandang juga memutus jembatan penghubung di Koto Luar, Kecamatan Pauh. Warga pun terisolasi karena akses vital itu terseret material banjir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BPBD Kota Padang langsung bergerak. Petugas mengevakuasi warga dan menyisir lokasi terdampak. Data Pusat Pengendalian Operasi BPBD Sumbar mencatat cuaca ekstrem menghantam 17 kelurahan di 7 kecamatan, menyebabkan banjir, longsor, hingga pohon tumbang di 14 titik.

Baca Juga :  BNPB Update Bencana Sumatera: 1.182 Orang Tewas, 145 Masih Hilang

Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy melaporkan bahwa total korban meninggal akibat cuaca ekstrem di seluruh Sumbar mencapai 12 orang, sementara warga terdampak sekitar 12.000 jiwa.

Dia menegaskan bahwa Pemprov telah menetapkan status tanggap darurat, mengingat kerusakan yang luas dan hambatan yang muncul di lapangan.

“Akses komunikasi terputus, material menghalangi jalan, dan beberapa titik longsor membuat proses penanganan terhambat,” ujarnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

6 Pelajar Jadi Tersangka Kericuhan May Day Bandung, Polisi Sita Bom Molotov
Hujan Deras Bikin 12 RT di Petogogan Jakarta Selatan Terendam Banjir
Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan
LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar
Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi
Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas
Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat
Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:43 WIB

6 Pelajar Jadi Tersangka Kericuhan May Day Bandung, Polisi Sita Bom Molotov

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:31 WIB

Hujan Deras Bikin 12 RT di Petogogan Jakarta Selatan Terendam Banjir

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:33 WIB

Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:18 WIB

LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:13 WIB

Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi

Berita Terbaru