JAKARTA, POSNEWS.CO.ID –Β Setiap umat Muslim mendambakan bisa menunaikan ibadah haji sebagai pelaksanaan rukun Islam kelima. Karena itu dibutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Presiden Prabowo Subianto menetapkan acuan baru biaya haji 2026. Aturan itu tertuang dalam Keppres Nomor 34 Tahun 2025. Keppres diteken 13 November 2025.
Dalam aturan tersebut, biaya haji dibagi dua. Pertama, nilai manfaat yang ditanggung pemerintah. Kedua, Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayar jemaah.
Nilai manfaat untuk jemaah reguler mencapai Rp6,69 triliun. Untuk jemaah khusus sebesar Rp7,22 miliar.
Bipih dipakai untuk tiket, akomodasi, konsumsi, transportasi, layanan ArafahβMuzdalifahβMina, perlindungan, hingga dokumen perjalanan. Termasuk perlengkapan jemaah, pembinaan, dan layanan umum di tanah air serta Arab Saudi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah juga merinci besaran biaya menurut embarkasi.
Berikut daftar biaya haji 2026:
β Aceh: Rp78.324.981 (Bipih Rp45.109.422)
β Medan: Rp79.379.071 (Bipih Rp46.163.512)
β Batam: Rp87.340.981 (Bipih Rp54.125.422)
β Padang: Rp81.085.481 (Bipih Rp47.869.922)
β Palembang: Rp87.422.481 (Bipih Rp54.206.922)
β Jakarta: Rp91.758.281 (Bipih Rp58.542.722)
β Solo: Rp86.448.981 (Bipih Rp53.233.422)
β Surabaya: Rp93.860.981 (Bipih Rp60.645.422)
β Balikpapan: Rp88.791.481 (Bipih Rp55.575.922)
β Banjarmasin: Rp88.754.481 (Bipih Rp55.538.922)
β Makassar: Rp89.108.738 (Bipih Rp55.893.179)
β Lombok: Rp88.167.381 (Bipih Rp54.951.822)
β Kertajati: Rp91.774.581 (Bipih Rp58.559.022)
β Yogyakarta: Rp86.170.981 (Bipih Rp52.955.422) (red)





















