Presiden Prabowo Resmi Tetapkan Biaya Haji 2026, Ini Daftar Lengkap per Embarkasi

Jumat, 5 Desember 2025 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Jamaah haji Indonesia di Makkah.  (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Jamaah haji Indonesia di Makkah. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID –Β Setiap umat Muslim mendambakan bisa menunaikan ibadah haji sebagai pelaksanaan rukun Islam kelima. Karena itu dibutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Presiden Prabowo Subianto menetapkan acuan baru biaya haji 2026. Aturan itu tertuang dalam Keppres Nomor 34 Tahun 2025. Keppres diteken 13 November 2025.

Dalam aturan tersebut, biaya haji dibagi dua. Pertama, nilai manfaat yang ditanggung pemerintah. Kedua, Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayar jemaah.

Baca Juga :  Kapolri Rotasi Jajaran Polri, Irjen Karyoto Jadi Kabaharkam, Irjen Asep Edi Jabat Kapolda Metro Jaya

Nilai manfaat untuk jemaah reguler mencapai Rp6,69 triliun. Untuk jemaah khusus sebesar Rp7,22 miliar.

Bipih dipakai untuk tiket, akomodasi, konsumsi, transportasi, layanan Arafah–Muzdalifah–Mina, perlindungan, hingga dokumen perjalanan. Termasuk perlengkapan jemaah, pembinaan, dan layanan umum di tanah air serta Arab Saudi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah juga merinci besaran biaya menurut embarkasi.

Berikut daftar biaya haji 2026:

– Aceh: Rp78.324.981 (Bipih Rp45.109.422)

Baca Juga :  Apartemen Ancol Jadi Dapur Narkoba, BNN Sita Ribuan Happy Water Kamuflase Minuman Energi

– Medan: Rp79.379.071 (Bipih Rp46.163.512)

– Batam: Rp87.340.981 (Bipih Rp54.125.422)

– Padang: Rp81.085.481 (Bipih Rp47.869.922)

– Palembang: Rp87.422.481 (Bipih Rp54.206.922)

– Jakarta: Rp91.758.281 (Bipih Rp58.542.722)

– Solo: Rp86.448.981 (Bipih Rp53.233.422)

– Surabaya: Rp93.860.981 (Bipih Rp60.645.422)

– Balikpapan: Rp88.791.481 (Bipih Rp55.575.922)

– Banjarmasin: Rp88.754.481 (Bipih Rp55.538.922)

– Makassar: Rp89.108.738 (Bipih Rp55.893.179)

– Lombok: Rp88.167.381 (Bipih Rp54.951.822)

– Kertajati: Rp91.774.581 (Bipih Rp58.559.022)

– Yogyakarta: Rp86.170.981 (Bipih Rp52.955.422) (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks
Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?
Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci
Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi
Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas
Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa
ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM
Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:05 WIB

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:58 WIB

Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?

Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:48 WIB

Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:45 WIB

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:40 WIB

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Berita Terbaru

Ilustrasi, Pedang bermata dua diplomasi. Melalui kacamata Liberalisme, sanksi ekonomi bukan lagi instrumen hukuman sederhana, melainkan penguji ketangguhan jaringan interdependensi global yang rumit. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Feb 2026 - 20:05 WIB

Ilustrasi, Kembali ke alam. Tren busana Muslim tahun 2026 mengusung konsep kesederhanaan yang elegan melalui sentuhan warna bumi dan siluet minimalis yang mengutamakan kenyamanan fungsional. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Feb 2026 - 17:45 WIB

Ilustrasi, Pahlawan di balik kesunyian Maghrib. Saat mayoritas warga berkumpul di meja makan, sebagian orang justru harus teguh berdiri di garis depan demi pelayanan dan kemanusiaan. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Sabtu, 21 Feb 2026 - 16:40 WIB