Tensi Membara di Okinawa: Jet Tempur China Kunci Radar ke Pesawat Jepang, Tokyo Protes Keras

Minggu, 7 Desember 2025 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Bahaya di langit Asia Timur! Jepang tuduh jet China arahkan radar tembak ke pesawatnya. Beijing bantah dan balik menuduh. Simak eskalasi konflik terbaru ini. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Bahaya di langit Asia Timur! Jepang tuduh jet China arahkan radar tembak ke pesawatnya. Beijing bantah dan balik menuduh. Simak eskalasi konflik terbaru ini. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Langit di atas perairan Asia Timur kembali memanas. Kementerian Pertahanan Jepang melaporkan insiden provokatif yang melibatkan angkatan udara China pada Minggu (07/12/2025).

Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, mengungkapkan bahwa jet tempur China telah melakukan tindakan “berbahaya”. Tepatnya, pesawat tersebut mengarahkan radar pengendali tembakan ke arah pesawat militer Jepang di dekat kepulauan Okinawa.

Tindakan mengunci radar (radar lock) ini adalah langkah agresif. Pasalnya, hal itu menandakan persiapan penyerangan dan bisa memaksa pilot target melakukan manuver menghindar ekstrem.

“Iluminasi radar ini melampaui apa yang perlu untuk keselamatan penerbangan,” tegas Koizumi melalui platform X.

Seketika, Tokyo melayangkan protes diplomatik kepada Beijing atas insiden yang mereka sebut “sangat disesalkan” tersebut.

China: “Jepang yang Mengganggu Kami”

Sebaliknya, militer China memberikan narasi yang bertolak belakang. Kolonel Wang Xuemeng, juru bicara Angkatan Laut China, membantah tuduhan tersebut mentah-mentah.

Baca Juga :  Prabowo Video Call Timnas Indonesia, Doakan Garuda Libas Arab Saudi

Wang mengklaim bahwa pesawat Jepanglah yang berulah. Menurutnya, pesawat Jepang berulang kali mendekati dan mengganggu latihan kapal induk China di sebelah timur Selat Miyako.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menuntut dengan sungguh-sungguh agar pihak Jepang segera berhenti memfitnah,” ujar Wang dalam pernyataan resminya.

Ia menegaskan bahwa Angkatan Laut China akan mengambil langkah tegas sesuai hukum untuk melindungi kedaulatan mereka. Tercatat, insiden ini melibatkan jet tempur J-15 yang lepas landas dari kapal induk Liaoning melawan jet F-15 milik Jepang.

Australia Ikut Prihatin

Insiden ini terjadi tepat saat Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, sedang berkunjung ke Tokyo. Lantas, Marles menyuarakan keprihatinan mendalam atas tindakan China dalam 24 jam terakhir.

“Kami akan terus bekerja sama dengan Jepang dalam menegakkan tatanan berbasis aturan,” dukung Marles dalam konferensi pers bersama Koizumi.

Situasi geopolitik kawasan memang sedang mendidih. Sebelumnya, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi memperingatkan bahwa Tokyo bisa merespons secara militer jika China menyerang Taiwan.

Baca Juga :  Serangan Udara Pakistan Tewaskan 400 Orang, Islamabad Bantah Target Sipil

Akibatnya, hubungan kedua negara raksasa Asia ini memburuk drastis. Beijing bahkan telah menyarankan warganya untuk tidak bepergian ke Jepang dan menunda dimulainya kembali impor makanan laut.

Trump Masih Bungkam

Di tengah eskalasi ini, sikap Amerika Serikat menjadi sorotan. Duta Besar AS untuk Jepang, George Glass, secara terbuka mendukung Tokyo di media sosial.

Akan tetapi, Presiden Donald Trump dan pejabat senior Gedung Putih lainnya masih memilih bungkam. Padahal, Trump sempat menelepon Takaichi bulan lalu untuk meminta de-eskalasi sengketa.

Kini, Jepang siaga penuh. Apalagi, laporan intelijen menyebutkan bahwa China baru saja mengerahkan lebih dari 100 kapal perang di perairan Asia Timur minggu ini. Risiko konflik terbuka antara dua kekuatan besar ini semakin nyata di depan mata.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hakim AS Pertanyakan Larangan Penggunaan Dana Venezuela untuk Pengacara Maduro
Mandat Yaounde: AS Serang WTO Saat Tiongkok Pasang Badan Bela Perdagangan Multilateral
Dilema Pentagon: AS Pertimbangkan Alihkan Pasokan Senjata Ukraina ke Timur Tengah
Front Baru di Laut Merah: Houthi Siaga Blokade Selat Bab al-Mandab
Kasus Noelia Castillo Ramos Ubah Paradigma Eutanasia di Spanyol
Bentrok di Maluku Tenggara Memanas, Wakapolres dan Kasat Reskrim Kena Panah Lerai Massa
Beirut Terbelah: Boikot Kabinet dan Protes Massa Warnai Eskalasi Berdarah
Rezim Toll Booth Hormuz: Iran Legalkan Pungutan Liar

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 16:56 WIB

Hakim AS Pertanyakan Larangan Penggunaan Dana Venezuela untuk Pengacara Maduro

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:53 WIB

Mandat Yaounde: AS Serang WTO Saat Tiongkok Pasang Badan Bela Perdagangan Multilateral

Jumat, 27 Maret 2026 - 13:50 WIB

Dilema Pentagon: AS Pertimbangkan Alihkan Pasokan Senjata Ukraina ke Timur Tengah

Jumat, 27 Maret 2026 - 12:44 WIB

Front Baru di Laut Merah: Houthi Siaga Blokade Selat Bab al-Mandab

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:42 WIB

Kasus Noelia Castillo Ramos Ubah Paradigma Eutanasia di Spanyol

Berita Terbaru

Melumpuhkan jalur alternatif. Kelompok Houthi di Yaman bersiap menyerang Selat Bab al-Mandab guna mendukung Iran, mengancam kehancuran total rantai pasok energi global tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Front Baru di Laut Merah: Houthi Siaga Blokade Selat Bab al-Mandab

Jumat, 27 Mar 2026 - 12:44 WIB

Keadilan di ujung hayat. Noelia Castillo Ramos mengakhiri perjuangan panjangnya melalui eutanasia, menandai pergeseran besar dalam penerapan hak atas kematian yang bermartabat di Spanyol tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kasus Noelia Castillo Ramos Ubah Paradigma Eutanasia di Spanyol

Jumat, 27 Mar 2026 - 11:42 WIB